Ratusan Kapal Tertahan, Pertamina Pride Jadi Sorotan di Tengah Penutupan Selat Hormuz!
Ratusan Kapal Tertahan, Pertamina Pride Jadi Sorotan di Tengah Penutupan Selat Hormuz --Suara.com
BACAKORAN.CO - Meski sempat beredar kabar bahwa dua kapal tanker Indonesia telah diberikan lampu hijau untuk melewati Selat Hormuz, kenyataan di lapangan menunjukkan situasi yang lebih rumit.
Dari pantauan langsung melalui situs marinetraffic.com, terlihat bahwa salah satu kapal tanker Indonesia dengan nama lambung Pertamina Pride masih berada di kawasan Teluk Persia.
Kapal ini tercatat sedang berlayar dengan rute menuju Indonesia, tepatnya ke pelabuhan Cilacap.
Informasi tersebut diperoleh hanya beberapa menit sebelum berita ini dirilis, sehingga menggambarkan kondisi terkini dari pergerakan kapal tersebut.
BACA JUGA:Viral Aksi Nekat Warga Lampung Blokir Rel Kereta, Begini Tanggapan PT KAI dan Penyebabnya
BACA JUGA:Malaysia Pilih Pangkas Kuota, Begini Kata Bahlil Soal BBM Subsidi RI
“Kapal Tanker Minyak Mentah Pertamina Pride saat ini berada di Teluk Persia,” menurut situs tersebut berdasarkan laporan yang didapat 4 menit saat berita ini rilis.
Pertamina Pride, dengan nomor IMO 9888493, merupakan kapal tanker minyak mentah yang berlayar di bawah bendera Singapura.
Kapal ini memiliki dimensi yang sangat besar, dengan panjang keseluruhan (LOA) mencapai 330 meter dan lebar 60,05 meter.
Keberadaan kapal ini di Teluk Persia menjadi sorotan karena sebelumnya disebut-sebut telah mendapatkan izin untuk melintasi Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang saat ini tengah mengalami penutupan oleh Iran.
Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional, dalam sebuah pernyataan di televisi nasional menyampaikan bahwa dua kapal Indonesia memang telah mendapatkan lampu hijau untuk melewati Selat Hormuz.
Namun, fakta bahwa Pertamina Pride masih tertahan di Teluk Persia menimbulkan pertanyaan mengenai implementasi izin tersebut.