Universitas Iran Hancur Dibom, Garda Revolusi Ancam Serang Kampus AS!
Universitas Iran Hancur Dibom, Garda Revolusi Ancam Serang Kampus Amerika--detikcom
BACAKORAN.CO - Ketegangan geopolitik di kawasan Asia Barat kembali meningkat tajam setelah dua universitas di Iran hancur akibat serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) bersama Israel.
Serangan tersebut terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 27–28 Maret 2026, dan menargetkan wilayah Teheran, termasuk sebuah universitas sains dan teknologi yang terletak di timur laut ibu kota.
Walaupun tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan fisik yang ditimbulkan cukup parah dan segera memicu reaksi keras dari pihak Iran.
Garda Revolusi Iran langsung mengeluarkan ultimatum yang ditujukan kepada AS, menegaskan bahwa mereka siap melakukan serangan balasan terhadap kampus-kampus Amerika di Timur Tengah jika tidak ada pernyataan resmi yang mengutuk pemboman tersebut.
BACA JUGA:Jadikan Yaqut Cholil Sebagai Tahanan Rumah, Mahfud MD Sentil KPK: Ini Hukum Lho!
Iran memberikan tenggat waktu yang jelas, yaitu hingga pukul 12 siang, Senin, 30 Maret 2026, waktu Teheran.
"Jika pemerintah AS ingin universitas-universitasnya di kawasan ini bebas dari pembalasan, mereka harus mengutuk pemboman universitas-universitas tersebut dalam pernyataan resmi paling lambat pukul 12 siang pada hari Senin, 30 Maret, waktu Teheran," kata AFP.
Peringatan ini juga disertai imbauan kepada mahasiswa, dosen, karyawan, serta warga sekitar kampus-kampus AS di negara-negara Teluk agar menjauh setidaknya satu kilometer dari gedung universitas.
Hal ini menunjukkan bahwa ancaman Iran bukan sekadar retorika, melainkan langkah nyata yang bisa segera dieksekusi.
Beberapa universitas Amerika memang memiliki cabang di kawasan Teluk, seperti Universitas Texas A&M di Qatar dan New York University di Uni Emirat Arab.
Keberadaan kampus-kampus ini kini menjadi titik rawan yang berpotensi menjadi sasaran serangan balasan Iran.
Situasi semakin rumit dengan bergabungnya kelompok pemberontak Houthi di Yaman, yang dikenal mendapat dukungan dari Iran.
Houthi mengklaim telah meluncurkan serangan rudal kedua terhadap Israel, menambah eskalasi konflik yang sudah berlangsung selama sebulan terakhir.