bacakoran.co

Heboh Wabup Lebak Amir Geram Disebut Mantap Napi oleh Bupati Hasbi, Kini Ungkap Kinerja Sang Bupati

Walk out Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah usai disebut mantan napi oleh Bupati Hasbi Jayabaya, konflik keduanya kini jadi sorotan publik./Kolase Bacakoran.co--Instagram @medsoszone

LEBAK, BACAKORAN.CO – Hubungan antara Wakil Bupati (Wabup) Lebak Amir Hamzah dan Bupati Lebak Moch. 

Hasbi Asyidiki Jayabaya tengah menjadi sorotan publik. 

Insiden walk out yang dilakukan Amir saat acara Halal Bihalal ASN Pemkab Lebak, Senin (30/3/2026), memicu perbincangan hangat di kalangan masyarakat.

Walk Out Usai Disebut Mantan Narapidana

Aksi Amir Hamzah meninggalkan acara terjadi setelah Bupati Hasbi dalam pidatonya menyebut dirinya sebagai mantan narapidana. 

BACA JUGA:Wabup Pidie Jaya Tinju Kepala SPPG Dapur MBG Trienggadeng Gegara Nasi Dingin, Kini Minta Maaf

“Uyuhan bae mantan narapidana geus jadi wakil bupati, bersyukur,” ujar Hasbi di hadapan ratusan pegawai.

Pernyataan itu sontak membuat suasana halal bihalal yang seharusnya penuh keakraban berubah tegang. 

Amir menilai ucapan tersebut tidak pantas disampaikan di forum resmi, apalagi dalam momen yang seharusnya menekankan persatuan dan saling memaafkan.

Kritik Etika dan Tata Krama Politik

Menanggapi ucapan Hasbi, Amir menegaskan bahwa seorang pemimpin seharusnya menjaga tata krama politik dan etika berbicara. 

“Kita berpidato, ini masalah kenegaraan. Ada tata krama, sopan santun politik, dan etika. Kita orang-orang berpendidikan, seharusnya menjaga perkataan,” ujarnya.

BACA JUGA:Dipinggirkan Soal Tugas di Pemerintahan, Wabup di Daerah Ini Laporkan Bupati ke KPK!

Amir menambahkan, pidato seorang bupati seharusnya menyatukan, bukan memecah belah. 

“Saat halal bihalal, lebih baik bicarakan persatuan, kerukunan, dan saling memaafkan. Saling merekatkan yang jauh menjadi dekat, bukan justru memecah,” tegasnya.

Sorotan Kinerja Bupati

Tidak berhenti di insiden walk out, Amir juga secara terbuka mengungkap dugaan kinerja Bupati Hasbi yang dinilainya tidak maksimal. 

Heboh Wabup Lebak Amir Geram Disebut Mantap Napi oleh Bupati Hasbi, Kini Ungkap Kinerja Sang Bupati

Rida Satriani

Rida Satriani


lebak, bacakoran.co – hubungan antara wakil bupati () lebak amir hamzah dan bupati lebak moch. 

hasbi asyidiki jayabaya tengah menjadi sorotan publik. 

insiden walk out yang dilakukan amir saat acara halal bihalal asn pemkab , senin (30/3/2026), memicu perbincangan hangat di kalangan masyarakat.

walk out usai disebut mantan narapidana

aksi amir hamzah meninggalkan acara terjadi setelah bupati hasbi dalam pidatonya menyebut dirinya sebagai mantan narapidana. 

“uyuhan bae mantan narapidana geus jadi wakil bupati, bersyukur,” ujar hasbi di hadapan ratusan pegawai.

pernyataan itu sontak membuat suasana halal bihalal yang seharusnya penuh keakraban berubah tegang. 

amir menilai ucapan tersebut tidak pantas disampaikan di forum resmi, apalagi dalam momen yang seharusnya menekankan persatuan dan saling memaafkan.

kritik etika dan tata krama politik

menanggapi ucapan hasbi, amir menegaskan bahwa seorang pemimpin seharusnya menjaga tata krama politik dan etika berbicara. 

“kita berpidato, ini masalah kenegaraan. ada tata krama, sopan santun politik, dan etika. kita orang-orang berpendidikan, seharusnya menjaga perkataan,” ujarnya.

amir menambahkan, pidato seorang bupati seharusnya menyatukan, bukan memecah belah. 

“saat halal bihalal, lebih baik bicarakan persatuan, kerukunan, dan saling memaafkan. saling merekatkan yang jauh menjadi dekat, bukan justru memecah,” tegasnya.

sorotan kinerja bupati

tidak berhenti di insiden walk out, amir juga secara terbuka mengungkap dugaan kinerja bupati hasbi yang dinilainya tidak maksimal. 

ia menyebut hasbi pernah hanya masuk kerja satu kali dalam sepekan dan lebih sering berada di luar daerah.

“pernah, ketika dikritik soal alun-alun rangkasbitung, dalam seminggu hanya satu hari masuk, setelah itu kembali ke jakarta,” ungkap amir. 

ia menilai, sebelum mengoreksi orang lain, seorang pemimpin seharusnya mengoreksi diri sendiri terlebih dahulu.

publik menunggu klarifikasi

insiden ini membuat hubungan antara bupati dan wakil bupati semakin memanas. 

publik kini menunggu klarifikasi lebih lanjut dari kedua belah pihak, terutama terkait pernyataan kontroversial dan tudingan kinerja yang dilontarkan.

kasus ini menjadi pelajaran penting bahwa komunikasi politik di ruang publik harus dijaga dengan bijak, agar tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Tag
Share