Reporter: Rida Satriani
|
Editor: Rida Satriani
|
Jumat , 03 Apr 2026 - 07:00
MALUKU UTARA, BACAKORAN.CO – Fenomena alam kembali menggemparkan masyarakat Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (2/4/2026).
Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Bitung tidak hanya menimbulkan kepanikan, tetapi juga memicu fenomena air laut surut di pesisir Minahasa Tenggara serta tsunami kecil di Halmahera Barat.
Kondisi ini membuat warga pesisir semakin waspada terhadap potensi bahaya susulan.
Air Laut Surut di Minahasa Tenggara
Tak lama setelah gempa, warga pesisir Basaan, Kabupaten Minahasa Tenggara, dikejutkan dengan surutnya air laut secara drastis.
BACA JUGA:Gempa M7,6 Bitung Terasa Kencang di Manado dan Berpotensi Tsunami, 1 Orang Tewas Karena Reruntuhan!
Garis pantai terlihat bergeser jauh ke dalam, membuat banyak warga penasaran dan mendatangi lokasi untuk menyaksikan langsung fenomena tersebut.
Meski sebagian warga sempat berkumpul di tepi pantai, kesadaran akan potensi bahaya mulai muncul.
Mereka khawatir fenomena ini bisa menjadi tanda gelombang besar.
“Kami berharap situasi tetap aman, tapi warga sudah mulai berjaga-jaga,” ungkap salah seorang warga dalam rekaman video yang beredar di media sosial.
Tsunami 0,3 Meter di Halmahera Barat
Sementara itu, di Sidangoli Gam, Halmahera Barat, Maluku Utara, air laut justru naik hingga membentuk tsunami setinggi 0,3 meter sekitar pukul 06.08 WIB.
BACA JUGA:Gempa Dahsyat 7,3 Guncang Bitung, BMKG Ingatkan Potensi Tsunami!
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mengimbau masyarakat untuk menjauhi pantai karena dikhawatirkan ada gelombang susulan.
BMKG sebelumnya memprediksi potensi tsunami bisa mencapai 0,5 hingga 3 meter.
Gempa sendiri tercatat terjadi pukul 05.48 WIB dengan pusat 129 km tenggara Bitung dan kedalaman 62 km.
Air Laut Surut Pasca Gempa Magnitudo 7,6 di Minahasa Tenggara, Warga Diminta Jauhi Pantai
Rida Satriani
Rida Satriani
maluku utara, bacakoran.co – fenomena alam kembali menggemparkan masyarakat sulawesi utara dan maluku utara, kamis (2/4/2026).
berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah bitung tidak hanya menimbulkan kepanikan, tetapi juga memicu fenomena air laut surut di pesisir minahasa tenggara serta kecil di halmahera barat.
kondisi ini membuat warga pesisir semakin waspada terhadap potensi bahaya susulan.
air laut surut di minahasa tenggara
tak lama setelah gempa, warga pesisir basaan, kabupaten minahasa tenggara, dikejutkan dengan surutnya air laut secara drastis.
garis pantai terlihat bergeser jauh ke dalam, membuat banyak warga penasaran dan mendatangi lokasi untuk menyaksikan langsung fenomena tersebut.
meski sebagian warga sempat berkumpul di tepi pantai, kesadaran akan potensi bahaya mulai muncul.
mereka khawatir fenomena ini bisa menjadi tanda gelombang besar.
“kami berharap situasi tetap aman, tapi warga sudah mulai berjaga-jaga,” ungkap salah seorang warga dalam rekaman video yang beredar di media sosial.
tsunami 0,3 meter di halmahera barat
sementara itu, di sidangoli gam, halmahera barat, maluku utara, air laut justru naik hingga membentuk tsunami setinggi 0,3 meter sekitar pukul 06.08 wib.
badan nasional penanggulangan bencana (bnpb) segera mengimbau masyarakat untuk menjauhi pantai karena dikhawatirkan ada gelombang susulan.
bmkg sebelumnya memprediksi potensi tsunami bisa mencapai 0,5 hingga 3 meter.
gempa sendiri tercatat terjadi pukul 05.48 wib dengan pusat 129 km tenggara bitung dan kedalaman 62 km.
meski skala tsunami relatif kecil, peringatan dini tetap dikeluarkan demi keselamatan warga.
imbauan waspada dari bnpb dan bmkg
bnpb menegaskan agar masyarakat tidak mendekati pantai hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.
bmkg juga terus memantau perkembangan gempa dan pergerakan air laut.
situasi di pesisir sulawesi utara dan maluku utara masih belum sepenuhnya stabil sehingga kewaspadaan menjadi hal utama.
fenomena air laut surut dan tsunami kecil ini menjadi pengingat pentingnya disiplin terhadap peringatan resmi.
warga diimbau untuk tidak hanya mengandalkan rasa penasaran, tetapi juga mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.