bacakoran.co

Pertalite dan Solar Aman Sampai Akhir Tahun: Ini Jurus Pemerintah Hadapi Harga Minyak Dunia!

Pertalite & Solar Aman Sampai Akhir Tahun: Ini Jurus Pemerintah Hadapi Harga Minyak Dunia--Disway

Dari perhitungan tersebut, defisit anggaran negara masih dapat dijaga di kisaran 2,9 persen, sejalan dengan batas aman yang ditetapkan pemerintah.  

Selain itu, pemerintah juga memiliki bantalan fiskal yang cukup kuat untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak.

BACA JUGA:Bansos April 2026 Segera Cair, Begini Cara Cek Desil Penerima dari Website Resmi, Cukup KTP Saja!

BACA JUGA:Serangan Israel di Lebanon! 3 Prajurit TNI Gugur, Prabowo Lontarkan Kecaman Keras

Salah satunya adalah cadangan dana sebesar Rp420 triliun yang berasal dari Sisa Anggaran Lebih (SAL).

“Kalau kepepet itu masih bisa dipakai,” jelasnya.

Purbaya juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir atau berspekulasi terkait kemampuan keuangan negara dalam menjaga subsidi energi.

Menurutnya, setiap kebijakan yang diambil pemerintah telah melalui perhitungan matang dan mempertimbangkan dampak fiskal secara menyeluruh.  

BACA JUGA:Murka! Jusuf Kalla Bantah Keras Dalangi Isu Ijazah Palsu Jokowi Tunjuk Pengacara ke Bareskrim

BACA JUGA:Bongkar Dugaan Lobi Kemenag, KPK Periksa Biro Travel Sampai ke Daerah

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap stabilitas harga energi tetap terjaga sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Kepastian harga BBM bersubsidi di tengah dinamika ekonomi global menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan rakyat.

Langkah ini tidak hanya soal angka fiskal, tetapi juga mencerminkan keberpihakan negara terhadap masyarakat luas, terutama kelompok yang paling rentan terhadap gejolak harga energi.

Dengan demikian, kebijakan subsidi BBM hingga akhir 2026 diharapkan mampu menjaga daya beli, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.  

Pertalite dan Solar Aman Sampai Akhir Tahun: Ini Jurus Pemerintah Hadapi Harga Minyak Dunia!

Ayu

Ayu


bacakoran.co - kebijakan subsidi bahan bakar (bbm) yang dipertahankan hingga akhir tahun 2026 menjadi salah satu strategi penting pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional serta melindungi daya beli masyarakat di tengah gejolak harga energi global.

menteri koordinator bidang perekonomian ri, airlangga hartarto, menegaskan bahwa pemerintah bersama pertamina telah memutuskan untuk tidak menaikkan harga bersubsidi.

“guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli, seperti yang sudah diumumkan pada tanggal 31 maret yang lalu, pemerintah dan pertamina ini sudah memutuskan untuk tidak menaikkan harga bbm bersubsidi. jadi sekali lagi, bbm bersubsidi itu adalah pertalait dan solar,” ujarnya dalam konferensi pers, senin, 6 april 2026.  

airlangga menjelaskan bahwa kebijakan ini akan tetap berlaku selama harga minyak dunia tidak melampaui rata-rata rp97.000 per barel.

dengan asumsi tersebut, pemerintah optimistis harga bbm bersubsidi dapat dipertahankan hingga desember 2026.

bbm bersubsidi yang dimaksud mencakup dua jenis utama, yakni biosolar dan pertalite.

keberadaan subsidi ini dinilai sangat krusial untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kondisi fiskal negara.  

sementara itu, menteri keuangan purbaya yudhi sadewa menambahkan bahwa anggaran subsidi energi masih dianggap cukup untuk menopang kebijakan tersebut.

“hanya saja saya ingin menegaskan bahwa subsidi terhadap bbm-bbm subsidi itu tidak akan dihilang, akan terus diadakan sampai dengan akhir tahun,” katanya.

purbaya mengungkap bahwa pemerintah telah melakukan berbagai simulasi fiskal, termasuk dengan asumsi harga minyak dunia mencapai 100 dolar as per barel.

dari perhitungan tersebut, defisit anggaran negara masih dapat dijaga di kisaran 2,9 persen, sejalan dengan batas aman yang ditetapkan pemerintah.  

selain itu, pemerintah juga memiliki bantalan fiskal yang cukup kuat untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak.

salah satunya adalah cadangan dana sebesar rp420 triliun yang berasal dari sisa anggaran lebih (sal).

“kalau kepepet itu masih bisa dipakai,” jelasnya.

purbaya juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir atau berspekulasi terkait kemampuan keuangan negara dalam menjaga subsidi energi.

menurutnya, setiap kebijakan yang diambil pemerintah telah melalui perhitungan matang dan mempertimbangkan dampak fiskal secara menyeluruh.  

dengan kebijakan ini, pemerintah berharap stabilitas harga energi tetap terjaga sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha.

kepastian harga bbm bersubsidi di tengah dinamika ekonomi global menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan rakyat.

langkah ini tidak hanya soal angka fiskal, tetapi juga mencerminkan keberpihakan negara terhadap masyarakat luas, terutama kelompok yang paling rentan terhadap gejolak harga energi.

dengan demikian, kebijakan subsidi bbm hingga akhir 2026 diharapkan mampu menjaga daya beli, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.  

Tag
Share