bacakoran.co

Sidak Waka BGN Bongkar Dapur Bergizi Gratis Tak Layak di Bandung Barat, Langsung Disemprot!

Sidak Waka BGN Bongkar Dapur Bergizi Gratis Tak Layak di Bandung Barat, Langsung Disemprot!--Disway

BACAKORAN.CO - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik, menemukan sejumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak layak saat melakukan inspeksi mendadak di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi, Selasa malam, 7 April 2026.  

“Semalam saya melihat dapur-dapur MBG yang sudah lama beroperasi sebagai SPPG, tetapi kondisinya tidak layak,” ujarnya dalam pengarahan kepada Kasatpel, Pengawas Gizi, dan Juru Masak di Bandung Barat, Rabu, 8 April 2026.  

Salah satu yang disorot adalah SPPG Tani Mulya 3 di Ngamprah, Bandung Barat.

Dapur itu dialihfungsikan dari rumah bertingkat tiga ke bawah: lantai dasar untuk persiapan bahan, lantai kedua untuk memasak, dan lantai paling bawah untuk pemorsian.

BACA JUGA:Buruan Cek! Bansos April 2026 Sudah Cair, Klaim Mudah Lewat Website Resmi Kemensos!

BACA JUGA:Kemensos Pastikan Bansos 2026 Cair Lebih Cepat, Ini Rincian Dana PKH dan Sembako!

“Dapur itu seperti goa, dihubungkan tangga terjal tanpa pegangan,” kata Nanik.  

Ia menilai lolosnya dapur sempit dan jorok menjadi MBG sangat janggal, mengingat juknis awal program menuntut standar ketat.

Beberapa dapur lain di Colameng dan Citeureup juga bermasalah: ruang pemorsian sempit, gudang peralatan tidak ada, pencucian bahan pangan bercampur, hingga pintu keluar-masuk bahan dan ompreng yang sama.  

Nanik menegaskan kualitas dapur akan jadi fokus peningkatan tahun 2026. Insentif tidak lagi dipukul rata, melainkan disesuaikan dengan luas dan kelayakan dapur.

BACA JUGA:Waduh, Pengedar Narkoba di Campang Tiga Hulu Punya Senpi dengan 6 Peluru, Untung Tak Sempat Melawan

BACA JUGA:Bansos Kemensos April 2026 Tahap 2 Akan Segera Cair, Begini Cara Klaim Penerima dengan KK dan KTP, Buruan Cek!

“Masa dapur bagus 400 meter persegi disamakan dengan dapur jorok dan sempit,” ujarnya.  

Ia juga menyoroti dapur yang beroperasi tanpa Pengawas Gizi, seperti SPPG Citeureup 2 di Cimahi.

Sidak Waka BGN Bongkar Dapur Bergizi Gratis Tak Layak di Bandung Barat, Langsung Disemprot!

Ayu

Ayu


bacakoran.co - wakil kepala badan gizi nasional (bgn) bidang komunikasi publik dan investigasi, nanik, menemukan sejumlah dapur makan bergizi gratis (mbg) yang tidak layak saat melakukan inspeksi mendadak di kabupaten bandung barat dan kota cimahi, selasa malam, 7 april 2026.  

“semalam saya melihat dapur-dapur mbg yang sudah lama beroperasi sebagai sppg, tetapi kondisinya tidak layak,” ujarnya dalam pengarahan kepada kasatpel, pengawas gizi, dan juru masak di bandung barat, rabu, 8 april 2026.  

salah satu yang disorot adalah sppg tani mulya 3 di ngamprah, bandung barat.

dapur itu dialihfungsikan dari rumah bertingkat tiga ke bawah: lantai dasar untuk persiapan bahan, lantai kedua untuk memasak, dan lantai paling bawah untuk pemorsian.

“dapur itu seperti goa, dihubungkan tangga terjal tanpa pegangan,” kata nanik.  

ia menilai lolosnya dapur sempit dan jorok menjadi mbg sangat janggal, mengingat juknis awal program menuntut standar ketat.

beberapa dapur lain di colameng dan citeureup juga bermasalah: ruang pemorsian sempit, gudang peralatan tidak ada, pencucian bahan pangan bercampur, hingga pintu keluar-masuk bahan dan ompreng yang sama.  

nanik menegaskan kualitas dapur akan jadi fokus peningkatan tahun 2026. insentif tidak lagi dipukul rata, melainkan disesuaikan dengan luas dan kelayakan dapur.

“masa dapur bagus 400 meter persegi disamakan dengan dapur jorok dan sempit,” ujarnya.  

ia juga menyoroti dapur yang beroperasi tanpa pengawas gizi, seperti sppg citeureup 2 di cimahi.

padahal, tanpa pengawasan, risiko insiden keamanan pangan meningkat. benar saja, dua hari sebelumnya 101 siswa mengalami gejala keracunan.

meski sudah disuspend, dapur itu tetap memasak atas permintaan mitra. brigjen tni albertus dony dewantoro pun menegur keras pengelola.  

nanik semakin geram ketika melihat sarana dapur yang tidak sesuai juknis: luas hanya 150 meter persegi, pintu keluar-masuk bahan dan ompreng bercampur, ruang loker sempit, pencucian sayur di bak mirip kolam ikan, hingga chiller bekas.

anehnya, dapur itu tetap mengantongi sertifikat laik higiene sanitasi (slhs).  

“bagaimana mungkin dapur jorok seperti ini bisa dapat slhs,” tegasnya.  

Tag
Share