Diduga Terpeleset Saat Bermain di Tepi Sungai, Balita Terjatuh dan Terseret Arus Sungai Komering
Lokasi korban balita terjatuh dan terseret arus sungai komering. (foto : ist)--
BACAKORAN.CO -- Seorang bocah berusia balita yang diketahui bernama Findo bin Ridho (2), Kamis sores 9 April 2026 dikabarkan hanyut terseret arus Sungai Komering yang berada di sekitar Kampung Masjid, Kelurahan Pasar Muaradua, Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan.
Diduga sebelum terseret arus sungai, korban terpeleset saat bermain di tebing tepi sungai.
Hingga Jumat siang, Tim Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten OKU Selatan dibantu warga yang melakukan pencarian, belum berhasil menemukan jasad korban.
Tak ada saksi yang mengaku melihat persis kejadian saat korban terjatuh. Hanya saja seorang saksi mata, Adam (5), mengaku sempat melihat korban hanyut terbawa arus.
BACA JUGA:Ngebut Dijalan Lurus, Terjebak Lubang, Ibu dan Balita Terpental, Disambar Mobil, Tewas di Tempat
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pencarian awal di sekitar lokasi, sebelum akhirnya melaporkan insiden itu ke pihak berwenang.
Laporan resmi diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD OKU Selatan sekitar pukul 16.30 WIB. Tak berselang lama, tim BPBD langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pencarian awal.
Sekira pukul 17.00 WIB, tim penanggulangan bencana tiba di titik kejadian dan langsung melakukan penyisiran visual di sepanjang bantaran sungai.
BPBD mengerahkan dua Search and Rescue Unit (SRU), yakni satu tim perahu untuk menyisir aliran sungai dan satu tim darat untuk pemantauan di sepanjang tepian.
BACA JUGA:PSSI Kembali Tunjuk Mochi Latih Timnas Putri, Langsung Diuji di FIFA Series Women 2026
Sementara itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palembang menerima informasi kejadian pada pukul 19.45 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, satu tim rescue langsung diberangkatkan ke lokasi untuk memperkuat operasi pencarian.
Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan adanya korban diduga tenggelam.
“Kami langsung mengerahkan satu tim rescue ke lokasi kejadian. Saat ini, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian dengan metode penyisiran menggunakan perahu karet di sepanjang aliran Sungai Komering,” ujarnya.
Dalam operasi SAR gabungan ini, berbagai unsur dilibatkan, mulai dari Basarnas, BPBD OKU Selatan, TNI, Polri, Tagana, hingga masyarakat setempat. Untuk memaksimalkan pencarian, tim dibagi menjadi dua SRU yang fokus menyisir permukaan air secara visual.
BACA JUGA:Jadwal Timnas Indonesia U17 di ASEAN U-17 Boys' Championship 2026
Area pencarian pun cukup luas, mencakup sekitar 10 kilometer persegi ke arah timur laut dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut.
Namun, upaya pencarian sempat mengalami kendala. Sesuai prosedur operasi SAR, pencarian di aliran sungai dihentikan sementara pada pukul 19.30 WIB karena kondisi gelap dan terbatasnya jarak pandang yang dapat membahayakan tim di lapangan.
Meski demikian, pemantauan situasi tetap dilakukan oleh tim gabungan sepanjang malam sambil berkoordinasi untuk melanjutkan operasi pencarian pada Jumat pagi 10 April 2026 sekitar pukul 08.30 WIB.
Raymond juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak.
BACA JUGA:Realme C100 4G Rilis! Dibekali Baterai 8.000 mAh dan Fast Charging 45W, Bisa Jadi Powerbank Praktis
BACA JUGA:Buruan Lamar, Pertamina Buka Lowongan Kerja April 2026 di Berbagai Posisi, SMA sampai Sarjana Bisa!
“Kami mengingatkan kepada para orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya saat bermain, terutama di sekitar sungai, guna mencegah kejadian serupa terulang,” tegasnya.