China Desak Navigasi Tanpa Hambatan di Selat Hormuz, Dunia Khawatir Konflik Memanas
China Desak Selat Hormuz Dibuka, Dunia Khawatir Konflik Memanas--
BACA JUGA:Tak Habis-habis, Polres Lubuklinggau Kembali Tangkap Residivis Pengedar Narkoba
Langkah ini diambil sebagai respons atas sikap Iran yang menolak menghentikan program nuklirnya.
Melalui CENTCOM, Amerika Serikat juga mengumumkan dimulainya blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Kebijakan ini langsung menuai reaksi keras dari Teheran yang menyebutnya sebagai tindakan ilegal dan setara dengan pembajakan.
Iran bahkan memperingatkan bahwa tidak ada pelabuhan di kawasan Teluk yang akan aman jika tekanan terhadap negaranya terus berlanjut.
Pernyataan ini semakin mempertegas potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
BACA JUGA:Bayi Baru Lahir Dibuang di Semak-semak di Tepi Jalan, Ditemukan Tetesan Darah di Aspal
Selain China, Turki juga menyerukan agar Selat Hormuz segera dibuka kembali.
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menegaskan bahwa dunia membutuhkan jalur perdagangan yang bebas dan aman tanpa gangguan.
Dengan meningkatnya ketegangan ini, dunia kini berada dalam posisi waspada.
Stabilitas Selat Hormuz tidak hanya penting bagi kawasan Timur Tengah, tetapi juga bagi ekonomi global yang sangat bergantung pada kelancaran distribusi energi.