bacakoran.co

Owner Travel Umrah Ummi Wisata Lubuklinggau Ditangkap di Tangerang

Owner Travel Umrah Ummi Wisata Lubuklinggau YN dan Suaminya JA ditangkap. (foto : ist)--

"Keberangkatan pada saat itu dijanjikan tanggal 5 Februari 2026, dan sempat diberangkatkan ke Jakarta, namun setelah di Jakarta tidak ada kepastian kapan akan diberangkatkan," jelas kata Reza ketika itu.

Setelah 5 hari menginap di Jakarta, akhirnya pihaknya mengkonfirmasikan kepada pihak pengelola Ummi Wisata Travel, terkait kapan akan diberangkatkan.

BACA JUGA:Kasus Pelecehan Mahasiswa FH UI Coreng Dunia Pendidikan, Pihak Kampus Janjikan Perlindungan Hukum untuk Korban

BACA JUGA:Selain FH UI, Nama Mahasiswa ITB Ini Terseret Kasus Pelecehan Seksual Edit Nudifikasi dengan Bantuan AI!

"Dari hasil konfirmasi, pihak owner mengaku tidak ada uang, sehingga pihaknya berinisiatif mencari biro travel lain untuk berangkat ke tanah suci dengan kembali membayar Rp70 juta untuk dua orang, kebetulan saya pergi bersama istri," jelasnya. 

Ditambahkannya, rombongannya ada 20 orang dari Ummi Wisata Travel. Namun kemudian 12 orang berangkat menggunakan biro travel lain, sedangkan 8 orang lain tidak dapat berangkat dan kembali ke daerah karena tidak ada biaya. 

“Kami sudah membayar lunas sesuai paket yang ditawarkan, Rp 30 juta per orang. Tapi sampai sekarang tidak ada keberangkatan dan uang juga belum dikembalikan. Jadi kita melaporkan kasus ini," jelasnya. 

Owner Travel Umrah Ummi Wisata Lubuklinggau Ditangkap di Tangerang

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co -- satuan reserse kriminal polres lubuklinggau sumatera selatan, dikabarkan menangkap yaitu .

sebelumnya yn masuk daftar pencarian orang (dpo) polres lubuklinggau setelah dilaporkan kasus dugaan penipuan pemberangkatan umroh sejumlah warga.

bahkan calon jemaah umrah dari kota lubuklinggau, kabupaten musi rawas dan musirawas utara tersebut sempat terlantar hingga beberapa hari di jakarta  menunggu jadwal pemberangkatan yang di janjikan.

yn dan ja informasinya diringkus tim gabungan unit pidana khusus dan tim macan linggau satreskrim polres lubuklinggau. keduanya dikabarkan ditangkap di kota tangerang, provinsi banten, selasa, 14 april 2026.  

”iya ditangkap di tangerang (owner ummi travel lubuk linggau),” ungkap sumber kepolisian kepada sejumlah media di lubuklinggau yang menghubunginya, rabu, 15 april 2026.

sementara itu kapolres lubuk linggau akbp adithia bagus arjunadi saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan resmi terkait informasi penangkapan terhadap owner ummi travel lubuklinggau tersebut.

saat ini kedua ownner yang juga berstatus sebagai pegawai asn pemerintah kabupaten musi rawas tersebut sedang dalam perjalanan dibawa tim macan linggau menuju ke polres lubuklinggau.

diketahui kasus penipuan jemaah ummi travel lubuk linggau tersebut dilaporkan ke polres lubuk linggau, selasa 24 februari 2026.

salah satu korbannya reza (36) warga kabupaten musi rawas utara (muratara) yang datang melapor sambil membawa koper untuk umrah.
kepada wartawan yang menemuinya di polres lubuk linggau, reza mengaku tak kunjung diberangkatkan umrah, meski telah melunasi biaya perjalanan.

dijelaskannya, mereka telah menunggu kepastian, namun hingga tanggal keberangkatan yang telah ditentukan dirinya tak kunjung diberangkatkan.

"keberangkatan pada saat itu dijanjikan tanggal 5 februari 2026, dan sempat diberangkatkan ke jakarta, namun setelah di jakarta tidak ada kepastian kapan akan diberangkatkan," jelas kata reza ketika itu.

setelah 5 hari menginap di jakarta, akhirnya pihaknya mengkonfirmasikan kepada pihak pengelola ummi wisata travel, terkait kapan akan diberangkatkan.

"dari hasil konfirmasi, pihak owner mengaku tidak ada uang, sehingga pihaknya berinisiatif mencari biro travel lain untuk berangkat ke tanah suci dengan kembali membayar rp70 juta untuk dua orang, kebetulan saya pergi bersama istri," jelasnya. 

ditambahkannya, rombongannya ada 20 orang dari ummi wisata travel. namun kemudian 12 orang berangkat menggunakan biro travel lain, sedangkan 8 orang lain tidak dapat berangkat dan kembali ke daerah karena tidak ada biaya. 

“kami sudah membayar lunas sesuai paket yang ditawarkan, rp 30 juta per orang. tapi sampai sekarang tidak ada keberangkatan dan uang juga belum dikembalikan. jadi kita melaporkan kasus ini," jelasnya. 

Tag
Share