bacakoran.co

Aneh! Meski Ngga Saling Kenal, Motif 4 Anggota TNI Siram Air Keras Andrie Yunus Karena Dendam Pribadi

Adrie Yunus korban penyiraman air keras olej oknum anggota TNI--

Saat ini, mereka telah ditempatkan di Puspom TNI untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah pemeriksaan, penahanan akan dilakukan di Pomdam Jaya, yang memiliki fasilitas tahanan dengan pengamanan super maksimum.

BACA JUGA:Prestasi Prajurit TNI Gugur yang Diserang Israel di Lebanon Jadi Sorotan: Pernah Terima 2 Tanda Kehormatan

BACA JUGA:Breaking News : 2 Anggota TNI Dilaporkan Tewas Lagi di Libanon, Mobilnya Diserang Tentara Israel

Langkah pelimpahan kasus ini menunjukkan adanya koordinasi antara kepolisian dan militer dalam menangani perkara yang melibatkan prajurit TNI.

Publik menilai tindakan ini sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, mengingat kasus penyiraman air keras terhadap aktivis merupakan tindak pidana serius yang menimbulkan luka fisik sekaligus trauma psikologis.

Penanganan oleh Puspom TNI diharapkan dapat memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan militer, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi korban dan masyarakat luas.

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa aparat negara, baik sipil maupun militer, harus tunduk pada hukum dan tidak boleh menggunakan kekuasaan untuk melakukan tindakan sewenang-wenang.

BACA JUGA:Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 1 Prajurit TNI dan Lainnya Luka-luka, Terungkap Identitasnya!

BACA JUGA:Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi 1 April 2026 Jadi Sorotan, Ini Fakta dan Prediksinya

Dengan adanya proses hukum yang jelas, diharapkan keadilan dapat ditegakkan dan kasus serupa tidak terulang kembali.  

Aneh! Meski Ngga Saling Kenal, Motif 4 Anggota TNI Siram Air Keras Andrie Yunus Karena Dendam Pribadi

Sutan Kayo Batuah

Daren


bacakoran.co - ada hal aneh dan ngga masuk akal terungkap saat sidang 4 anggota penyiram air keras terhadap adrie yunus wakil koordinator komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan (), andrie yunus. menurut kepala oditurat militer ii-07 jakarta, kolonel chk andri wijaya, mengungkap motif di balik aksi penyiraman air keras terhadap wakil koordinator komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan (kontras), andrie yunus karena dendam pribadi. 

"untuk motif, sampai dengan saat ini yang kami dalami melalui berita acara pemeriksaan, bahwa motif yang dilakukan oleh para terdakwa ini masih dendam pribadi terhadap saudara a (korban) ini," ucap andri di pengadilan militer ii-08, kamis (16/4/2026).

kasus penyiraman air keras terhadap wakil koordinator kontras, andrie yunus, menjadi sorotan publik karena melibatkan oknum dari institusi militer.

polda metro jaya, setelah menerima laporan resmi, segera melakukan penyelidikan mendalam.

sebelumnya direktur reserse kriminal umum polda metro jaya, kombes iman imanuddin, menjelaskan dalam rapat bersama komisi iii dpr ri pada selasa, 31 maret 2026, bahwa pihaknya telah mengumpulkan sejumlah fakta penting.

fakta-fakta tersebut kemudian menjadi dasar keputusan untuk melimpahkan penanganan perkara ke pusat polisi militer (puspom) tni.

menurut iman, langkah ini diambil karena hasil penyelidikan menunjukkan keterlibatan oknum tni, sehingga penanganan lebih tepat dilakukan oleh aparat militer.

sebelumnya, empat oknum tni yang diduga sebagai pelaku penyiraman berhasil diamankan.

mereka diketahui berasal dari denma bais tni, bukan dari satuan lain.

hal ini ditegaskan oleh danpuspom tni, mayor jenderal tni yusri nuryanto, dalam konferensi pers di mabes tni pada rabu, 18 maret 2026.

yusri merinci identitas keempat oknum tersebut, yakni kapten ndb, lettu sl, lettu bhw, dan serda es.

keempatnya berasal dari matra angkatan laut (al) dan angkatan udara (au).

saat ini, mereka telah ditempatkan di puspom tni untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

setelah pemeriksaan, penahanan akan dilakukan di pomdam jaya, yang memiliki fasilitas tahanan dengan pengamanan super maksimum.

langkah pelimpahan kasus ini menunjukkan adanya koordinasi antara kepolisian dan militer dalam menangani perkara yang melibatkan prajurit tni.

publik menilai tindakan ini sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, mengingat kasus penyiraman air keras terhadap aktivis merupakan tindak pidana serius yang menimbulkan luka fisik sekaligus trauma psikologis.

penanganan oleh puspom tni diharapkan dapat memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan militer, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi korban dan masyarakat luas.

kasus ini juga menjadi pengingat bahwa aparat negara, baik sipil maupun militer, harus tunduk pada hukum dan tidak boleh menggunakan kekuasaan untuk melakukan tindakan sewenang-wenang.

dengan adanya proses hukum yang jelas, diharapkan keadilan dapat ditegakkan dan kasus serupa tidak terulang kembali.  

Tag
Share