Setop Impor 5 Juta Ton Solar, Mentan Amran Targetkan Indonesia Mandiri Energi Juli 2026
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan kesiapan Indonesia untuk lepas dari ketergantungan bahan bakar fosil asing. Pemerintah menargetkan transisi penuh ke bioetanol (E20) dan bensin sawit mulai pertengahan 2026.--Dok. Kementan
Langkah strategis lainnya adalah pengembangan energi berbasis kelapa sawit, khususnya bensin sawit atau bio-gasoline.
Untuk memastikan rantai pasokan bahan bakar minyak ini berjalan lancar dan terjamin mutunya, perusahaan pelat merah turut dilibatkan secara langsung.
“Kami mulai dari skala kecil bersama PTPN IV, jika berhasil akan dikembangkan ke skala besar. Ini energi masa depan Indonesia, sehingga hak patennya harus dijaga,” ucap Amran memaparkan visi panjang kolaborasi tersebut.
BACA JUGA:Harga BBM 18 April 2026 Melambung Tinggi: Pertamax Turbo Tembus 19 Ribu , Subsidi Stabil!
Analisis Ketahanan Menghadapi Krisis Global
Dari sudut pandang ketahanan ekonomi dan stabilitas geopolitik, menyetop impor solar sebanyak lima juta ton setahun akan menyelamatkan cadangan devisa negara dalam jumlah masif.
Kebijakan ini juga bertindak sebagai bantalan pelindung yang kuat bagi perekonomian domestik dari fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Kamu bisa melihat bagaimana kemandirian rantai pasok energi ini akan memperkuat posisi tawar Indonesia di mata internasional, mengubah negara dari importir konsumtif menjadi produsen energi mandiri.
Amran menyoroti kondisi dunia yang saat ini sedang dihantam tiga krisis utama yang berjalan beriringan, yakni krisis pangan, energi, dan krisis air.
Indonesia diproyeksikan mampu keluar dari segala ancaman krisis global tersebut apabila berhasil mencapai kemandirian yang absolut.
“Kalau pangan, energi dan air kita mandiri, tidak ada negara yang berani mengganggu Indonesia," Pungkasnya.