Setop Impor 5 Juta Ton Solar, Mentan Amran Targetkan Indonesia Mandiri Energi Juli 2026
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan kesiapan Indonesia untuk lepas dari ketergantungan bahan bakar fosil asing. Pemerintah menargetkan transisi penuh ke bioetanol (E20) dan bensin sawit mulai pertengahan 2026.--Dok. Kementan
BACAKORAN.CO - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengambil langkah tegas dengan memastikan pemerintah tidak akan lagi melakukan impor solar setelah semester pertama tahun 2026.
Keputusan menghentikan pasokan bahan bakar minyak dari luar negeri ini merupakan strategi utama untuk mewujudkan kemandirian energi nasional.
Transisi dari bahan bakar fosil menuju biofuel tidak terjadi secara tiba-tiba.
Amran menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam yang melimpah memberikan keuntungan strategis bagi negara untuk melakukan diversifikasi bahan bakar kapan saja.
"Dulu kita impor 5 juta ton solar. Insya Allah 1 Juli 2026 kita setop impor dan beralih ke biofuel dari produksi dalam negeri,” ujar Amran dalam keterangan resmi pada hari Senin tanggal 20 April 2026.
BACA JUGA:KPK Mulai Endus 8 Potensi Korupsi MBG, Tranparansi dan Akuntabilitas Lemah, KKN di Mitra SPPG
Kemandirian Lewat Bioetanol Dan Bensin Sawit
Pemerintah kini semakin mempercepat transisi menuju biofuel yang berbasis minyak kelapa sawit guna melepaskan jerat ketergantungan impor.
Bukan hanya itu, negara tengah mengakselerasi pengembangan bioetanol dengan campuran dua puluh persen atau E20.
Opsi bahan bakar energi masa depan ini akan bersumber langsung dari komoditas pertanian strategis seperti tebu, jagung, hingga singkong.
Mengenai bauran energi E20 tersebut, sektor pertanian jelas memikul peranan yang sangat esensial.
Menurut Amran, saat ini terdapat tren yang sangat positif terkait jumlah cadangan pangan yang akan mendukung transisi ini.
Stok pangan nasional saat ini telah mencapai 4,9 juta ton dan diproyeksikan akan segera menembus angka 5 juta ton.
Pencapaian ini jauh melampaui rekor sebelumnya yang hanya berada di kisaran 2,6 juta ton.