Dewa United Serahkan Ke Komdis PSSI, Buntut Tendangan Kungfu Alberto Hengga
Direktur Akademi Dewa United Development, Firman Utina menyerahkan sepenuhnya akhir dari aksi kekerasan di Stadion Citarum, Semarang kepada PSSI.-Bacakoran.co-
Sehari kemudian, Dwi Pilihanto yang merupakan pemain KAFI FC mendapatkan hukuman serupa karena menendang muka pemain UAD FC pada Liga 4 DIY, 6 Januari 2026.
Selanjutnya kiper PSIR Rembang Raihan Alfariq juga dihukum larangan beraktivitas di sepak bola Indonesia seumur hidup karena melakukan tendangan ke pemain Persikaba Blora Rizal Dimas. Kejadian tersaji dalam laga lanjutan Liga 4 Jawa Tengah di Stadion Krida Rembang.
Untuk kejadian tendangan kungfu Alberto Hengga diupayakan selesai melalui mediasi. Rabu (23/4) lalu, Dewa United Development menggelar mediasi dengan Bhayangkara Youth di Dewa United Arena, Tangerang.
BACA JUGA:Gak Mau Ribet, LIB Serahkan ke Komdis PSSI Terkait Kasus 12 Pemain PSM Makassar di Liga 1 2024/2025
Mediasi berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh itikad baik. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dengan mengedepankan nilai sportivitas serta tanggung jawab bersama dalam pembinaan pemain usia muda.
Direktur Akademi Dewa United Development, Firman Utina, menyampaikan bahwa proses mediasi telah berjalan dengan baik dan menjadi langkah awal untuk memperbaiki keadaan.
“Alhamdulillah mediasi sudah selesai, kami sudah bersilaturahmi, sudah saling memaafkan. Kembali lagi, karena anak ini adalah tanggung jawab kita bersama-sama, ini bukan anak-anak kita, tapi anak-anak kami. Jadi anak-anak kami, itu adalah anak-anak yang kita harus lindungi bersama-sama,” ujarnya.
Dalam proses mediasi tersebut, penyampaian permohonan maaf juga telah dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat, termasuk kepada seluruh pemain yang terdampak.
“Alberto sebagai salah satu pelaku juga sudah minta maaf kepada Rakha, bahkan kepada teman yang lain, kepada pemain-pemain yang lain. Kami rasa ini semua sudah beres,” tuturnya.
Lebih lanjut, Firman menyampaikan pesan dari pimpinan klub yang tidak dapat hadir dalam pertemuan tersebut, namun tetap mengikuti perkembangan situasi dan mengambil sikap bijak.
“Penyampaian dari pimpinan kami, mohon maaf beliau tidak hadir, Pak Ardian tidak bisa hadir, tapi beliau memang ada sedikit kecewa, tapi memaafkan. Memaafkan karena ini anak-anak, dia rasa ini juga enggak ada tuntutan sampai ke hukum untuk si Beto, tapi ini lebih bagaimana cara kita melindunginya,” terangnya.
Menurutnya, kejadian ini tidak lepas dari pentingnya pembinaan dan edukasi yang berkelanjutan bagi para pemain muda.
“Karena dia merasa bahwa kita sebagai orang tua, ya mungkin ada hal-hal yang tidak sampai secara edukasi terhadap anak yang akhirnya lepas kontrol. Nah ini jadi tanggung jawab kita sama-sama,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen klub, Dewa United Development akan melakukan evaluasi serta tindak lanjut terhadap pihak-pihak yang terlibat sesuai dengan aturan yang berlaku.
