bacakoran.co

Waduh, Sewa Laptop Kemenag Tembus Rp349 Juta, Kok Bisa Lebih Mahal dari Beli Baru?

Kemenag disorot terkait sewa 10 laptop senilai Rp349,8 juta dari APBN 2026--Ist

Berada di harga Rp28.000.000 hingga Rp33.000.000, pengguna aparatur negara akan mendapatkan kenyamanan layar OLED 3,5K beserta performa superior dari Intel Core Ultra 9 dan kartu grafis NVIDIA RTX 4060.

Kombinasi ini memberikan maneuverabilitas yang sempurna untuk tugas desain, pemetaan atau analisis data berskala besar.

Menyewa perangkat teknologi untuk operasional instansi memang dimungkinkan secara regulasi pengadaan barang.

Akan tetapi, efisiensi harus selalu menjadi pedoman utama dalam mengelola uang dari pajak rakyat.

Waduh, Sewa Laptop Kemenag Tembus Rp349 Juta, Kok Bisa Lebih Mahal dari Beli Baru?

Asep

Agus


bacakoran.co - dokumen rencana umum milik kementerian agama mendadak menjadi sorotan tajam publik di media sosial x lantaran memuat anggaran sewa 10 laptop senilai rp349.800.000 selama 10 bulan.

angka dari dana apbn 2026 ini memicu polemik karena dinilai sangat tidak efisien dan mengabaikan logika keuangan negara.

publik mempertanyakan mengapa instansi pemerintah lebih memilih menyewa dengan harga selangit yang tidak meninggalkan , ketimbang membeli langsung laptop spesifikasi premium seperti macbook pro m4 untuk inventaris jangka panjang.

berdasarkan pantauan bacakoran.co, informasi ini mencuat dan menjadi viral melalui unggahan akun x dengan nama pengguna @hidupsebagai62 pada tanggal 09 mei 26.

"kemenag sewa 10 laptop setahun: rp349,8 juta. padahal beli bisa dapet 12 unit laptop macbook pro m4 logikanya gimana?," cuitnya di utas.

mengutip data otentik yang beredar dari sistem informasi rencana umum pengadaan atau sirup, paket dengan kode rup 63727235 tersebut secara jelas bernama sewa laptop.

satuan kerja yang bertanggung jawab adalah upt unit percetakan al-quran, kementerian agama, yang berlokasi di jalan raya puncak km 65, ciawi, bogor, jawa barat.

spesifikasi menyebutkan penyewaan 10 unit selama 10 bulan dengan total pagu anggaran rp349.800.000 yang bersumber dari apbn rupiah murni 2026.

jika kamu menghitung secara matematis, biaya sewa tersebut menyentuh angka rp34.980.000 per unit secara keseluruhan, atau sekitar rp3.498.000 per bulan untuk satu unit laptop.

nominal ini tentu memancing tanda tanya besar mengingat harga sewa laptop korporat di pasaran untuk spesifikasi menengah hingga atas, seperti lenovo thinkpad atau dell latitude, umumnya hanya berkisar antara rp400.000 hingga rp800.000 per bulan.

angka yang tercatat dalam dokumen kementerian tersebut mencapai 4 hingga 8 kali lipat lebih tinggi dari harga sewa ritel normal.

tentu, ada kemungkinan bahwa biaya ini mencakup layanan tambahan seperti dukungan teknisi panggilan, asuransi, hingga perangkat pengganti bergaransi.

namun tanpa transparansi spesifikasi teknis di dalam dokumen publik, wajar jika masyarakat curiga adanya celah inefisiensi anggaran.

perbandingan nilai aset sewa dan beli

secara logika finansial institusi, menyewa dengan dana rp349.800.000 berarti negara tidak akan memiliki aset fisik apa pun setelah masa 10 bulan kontrak berakhir.

kemenag harus kembali dari titik nol tanpa inventaris teknologi yang bisa dicatat sebagai kekayaan lembaga.

padahal, jika kamu mengalokasikan anggaran tersebut untuk pembelanjaan langsung, negara akan memiliki potensi aset yang sangat berharga.

laptop premium yang dibeli tidak hanya memiliki usia pakai operasional hingga 5 tahun tetapi juga memiliki nilai jual kembali yang masih tinggi di masa depan, sehingga neraca aset negara tetap terjaga.

rekomendasi pembelian laptop spesifikasi tinggi

sebagai perbandingan dengan ketersediaan dana rp34.980.000 per unit, instansi pemerintah sebenarnya bisa memborong perangkat teknologi kelas atas yang langsung menjadi barang milik negara.

berikut adalah 3 pilihan perangkat yang jauh lebih menguntungkan untuk dibeli:

 1. macbook pro m4 14 inci

dibanderol pada kisaran harga rp28.000.000 hingga rp30.000.000, instansi sudah mendapatkan perangkat dengan chip apple m4 pro, ram 24gb, dan penyimpanan 512gb serta baterai tahan 18 jam.

ini adalah investasi tangguh untuk operasional administrasi maupun multimedia berat.

 2. lenovo thinkpad x1 carbon gen 12

dengan harga di kisaran rp24.000.000 hingga rp28.000.000, laptop berbobot super ringan 1,12 kg ini menawarkan ketahanan bodi berbahan serat karbon standar militer.

ditambah prosesor intel core ultra 7 dan ram 32gb, perangkat ini sangat cocok untuk mobilitas tinggi pegawai lapangan tanpa perlu khawatir perangkat rentan rusak.

pembelian unit ini bahkan masih menyisakan puluhan juta rupiah untuk biaya pemeliharaan.

 3. dell xps 15

berada di harga rp28.000.000 hingga rp33.000.000, pengguna aparatur negara akan mendapatkan kenyamanan layar oled 3,5k beserta performa superior dari intel core ultra 9 dan kartu grafis nvidia rtx 4060.

kombinasi ini memberikan maneuverabilitas yang sempurna untuk tugas desain, pemetaan atau analisis data berskala besar.

menyewa perangkat teknologi untuk operasional instansi memang dimungkinkan secara regulasi pengadaan barang.

akan tetapi, efisiensi harus selalu menjadi pedoman utama dalam mengelola uang dari pajak rakyat.

Tag
Share