bacakoran.co

Kronologi Dugaan Kekerasan Seksual Dosen UPN Yogyakarta: 8 Pelaku Diduga Terlibat, 15 Korban Berani Speak Up

Dugaan kekerasan seksual oleh 8 dosen UPN Veteran Yogyakarta terhadap mahasiswi mencuat viral--Twitter

Kasus ini sudah ada sejak 2022 tetapi tenggelam hingga viral belakangan. 

BACA JUGA:Pidato RAPBN 2027 Prabowo: Rakyat Tak Bermimpi Kaya Raya, Cukup Bisa Makan

Pihak UPN Veteran Yogyakarta telah menonaktifkan sementara dosen S melalui Keputusan Rektor Nomor 1531/UN62/TP/KEP/2026 tanggal 19 Mei 2026.

Rektor menyatakan siap mengusut tuntas dan mengirim surat ke kementerian jika terbukti.

Namun mahasiswa menuntut tindakan serupa terhadap 7 dosen lainnya serta reformasi sistem pelaporan kekerasan seksual di kampus.

Pihak kampus telah menonaktifkan satu dosen.

Rektor menyatakan pelaku akan diusut dalam waktu tiga hari dan dikeluarkan jika terbukti.

BACA JUGA:Ironi Kebijakan Penataan Pasar: 150 Karyawan Ritel di Lombok Tengah Kehilangan Pekerjaan: Makin Sulit...

Namun mahasiswa menuntut tindakan tegas terhadap semua dosen yang terlibat serta reformasi sistem pelaporan kekerasan seksual di kampus.

Netizen langsung menyerbu postingan tersebut memberikan tanggapan banyak yang geram atas aksi bejat sang dosen dan respon kampus yang di nilai lambat.

"8 dosen? Inimah bukan oknum lagi, udah kayak sindikat," tulis @mhasanmtqn.

"Semoga pelaku dapat hukuman sekejamnya dan institusi bisa fair," tulis @whimsicalike.

"Dunia pendidikan tapi banyak predatornya," tulis @rssalmans_.

BACA JUGA:Hotman Paris Lepas Tangan Dari Kasus Nadiem Makarim: Jangan Pelit Ke Pengacara Kalau Tidak Mau...

"Banyak nih oknum yang tingkahnya kaya gini tapi ya itu kita lapor pun pihak kampus ga terlalu gubris, Makin menjadi lah itu oknum dosen semoga semua univ kedepannya bisa tegas sama oknum dosen yang sangat merugikan mahasiswa kaya gini," tulis @sungchanana.

Kronologi Dugaan Kekerasan Seksual Dosen UPN Yogyakarta: 8 Pelaku Diduga Terlibat, 15 Korban Berani Speak Up

Andre

Gusti


bacakoran.co – dosen fakultas pertanian universitas pembangunan nasional (upn) veteran yogyakarta berinisial s dinonaktifkan setelah diduga melakukan kekerasan seksual terhadap puluhan mahasiswi saat bimbingan skripsi dan magang.

kasus ini mencuat sejak 2022 namun baru viral belakangan ini, memicu demonstrasi besar-besaran mahasiswa yang menuntut reformasi

informasi yang beredar menyebutkan setidaknya 8 dosen dari berbagai fakultas terlibat pola pelecehan serupa.

mahasiswa menilai respons awal kampus sehingga korban akhirnya speak up secara kolektif.

kronologi skandal 8 oknum dosen upn yogyakarta terlibat dugaan dugaan kekerasan seksual

kasus ini pertama kali diungkap melalui untaian (thread) di x oleh akun @onlonenyside pada 17 mei 2026.

thread tersebut memuat bukti tangkapan layar chat serta kronologi korban

menurut kronologi yang dirangkum dalam thread tersebut, kasus bermula ketika dua rekan mahasiswa speak up soal pelecehan fisik oleh bapak s saat bimbingan magang dan skripsi.

setelah dihimpun ternyata korban jauh lebih banyak. 

thread lanjutan oleh @intinyadeh pada 21 mei 2026 (ditayangkan 468.285 kali) menyebutkan sekitar 15 korban hanya dari dosen tersebut. 

"kasus setidaknya dr 2022, modus ngajak makan, nonton, penelitian, infoin loker, bimbingan di luar," tulis akun x @intinyadeh.

banyak korban takut melapor karena pelaku sebagai pembimbing skripsi yang berwenang menentukan kelulusan.

laporan sebelumnya ke dekanat dan jurusan disebutkan mendapat respons tidak memuaskan, bahkan ada saran yang dianggap “ra mutu” (tidak bermutu).

kasus ini sudah ada sejak 2022 tetapi tenggelam hingga viral belakangan. 

pihak upn veteran yogyakarta telah menonaktifkan sementara dosen s melalui keputusan rektor nomor 1531/un62/tp/kep/2026 tanggal 19 mei 2026.

rektor menyatakan siap mengusut tuntas dan mengirim surat ke kementerian jika terbukti.

namun mahasiswa menuntut tindakan serupa terhadap 7 dosen lainnya serta reformasi sistem pelaporan kekerasan seksual di kampus.

pihak kampus telah menonaktifkan satu dosen.

rektor menyatakan pelaku akan diusut dalam waktu tiga hari dan dikeluarkan jika terbukti.

namun mahasiswa menuntut tindakan tegas terhadap semua dosen yang terlibat serta reformasi sistem pelaporan kekerasan seksual di kampus.

netizen langsung menyerbu postingan tersebut memberikan tanggapan banyak yang geram atas aksi bejat sang dosen dan respon kampus yang di nilai lambat.

"8 dosen? inimah bukan oknum lagi, udah kayak sindikat," tulis @mhasanmtqn.

"semoga pelaku dapat hukuman sekejamnya dan institusi bisa fair," tulis @whimsicalike.

"dunia pendidikan tapi banyak predatornya," tulis @rssalmans_.

"banyak nih oknum yang tingkahnya kaya gini tapi ya itu kita lapor pun pihak kampus ga terlalu gubris, makin menjadi lah itu oknum dosen semoga semua univ kedepannya bisa tegas sama oknum dosen yang sangat merugikan mahasiswa kaya gini," tulis @sungchanana.

Tag
Share