bacakoran.co

Hendak Mandi Temukan 2 Stel Pakaian Anak di Tepi Sungai, Ternyata Pemiliknya Tenggelam di Sungai Purun, PALI

Korban saat dibawa warga ke Puskesmas. (foto : tangkapan layar)--

BACAKORAN.CO -- Suasana Desa Purun, Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan, Senin sore 25 Mei 2026 hingga tengah malam diselimuti ketegangan dan duka.

Berawal dari penemuan 2 stel pakaian anak perempuan sekira pukul 17.00 WIB di tepi sungai tanpa terlihat pemiliknya, warga kemudian panik dan histeris.

Ternyata pakaian itu diduga milik  anak dari pasangan Amrina – Sigit dan pasangan Rafli – Dea, warga Dusun 1 Desa Purun yang masih berusia sekitar 5 tahun dan di kenal bersahabat. Korban berinisial Kr (4) binti Rafli dan ZAP (6) binti Sigit.

Hingga menjelang malam keduanya tak pulang ke rumah sehingga warga menduga salah satu bocah yang masih duduk bangku Taman Kanak-kanak (TK) dan  belum bersekolah itu hanyut dan tenggelam di Sungai Purun.

BACA JUGA:Dengar Jeritan Minta Tolong, Anggota Polres Pesisir Barat Terjun ke Sungai Selamatkan Balita Hanyut

BACA JUGA:Berenang Usai Bermain Sepak Bola, Santri Tewas Tenggelam di Irigasi Perjaya OKU Timur

Setelah dilakukan pencarian dari titik awal ditemukan pakaian ke hilir sungai hingga malam hari, kedua bocah itu akhirnya ditemukan tenggelam di sungai dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Keterangan yang dihimpun,  sore itu sekira pukul 16.00 WIB, sejumlah anak-anak termasuk kedua korban terlihat bermain bersama. 

Namun menjelang magrib, kedua korban belum pulang sehingga orang tua keduanya khawatir dan mencari-cari ketempat keduanya biasa bermain bersama teman-temannya yaitu disekitar lapangan voly, namun tak juga di temukan. 

Kemudian ada informasi sekira pukul 17.00 WIB, seorang ibu-ibu warga setempat yang biasa disapa Marlboro yang hendak mandi di tepian  Sungai Purun, melihat dua stel pakaian anak-anak berada di pinggir sungai.

Karena curiga, Marlboro sempat memanggil-manggil siapa tahu anak pemilik pakaian tersebut. Namun setelah dipanggil berulangkali tidak ada sahutan dari siapapun.

BACA JUGA:Mitsubishi Triton 2026: Double Cabin Paling Modern dan Futuristik untuk Pecinta Adventure

BACA JUGA:Sakit Kepala Tak Kunjung Reda? Coba 6 Air Rebusan Alami Ini, Ampuh Bikin Tubuh Lebih Rileks

Marboro kemudian pulang sambil membawa pakain itu dan meminta bantuan warga sekitar untuk mengecek anak-anak di lingkungan itu yang belum pulang ke rumah. Setelah dicek, ternyata diketahui anak Sigit dan Amrina serta dan anak Rafli dan Dea tidak ada di rumah. 

Kabar ini cepat menyebar kepada warga desa yang rumahnya tidak berjauhan. Sejumlah warag langsung menyusuri Sungai Purun untuk melakukan pencarian baik menggunakn perahu maupun dari daratan.

Disaat suasana mulai gelap atau seusai waktu Magrib, satu korban yang diketahui merupakan anak Sigit ditemukan di bagian hilir tepian sungai. Tak lama berselang, korban kedua, anak Rafli, ditemukan di kawasan Muara Lebung Biancak.

BACA JUGA:Rekomendasi 3 Hotel Mewah di Kawasan Setiabudi: St. Regis, Raffles dan The Westin Jakarta

BACA JUGA:Ribuan Mata Tertuju di Palembang! Skuteris Riding Bareng Kaka Slank dari Kambang Iwak ke Jakabaring

Suana pilu begitu terasa ketika orang tua korban dan sejumlah ibu-ibu yang turut menyaksikan evakuasi korban dari dalam sungai menjerit histeris karena tak kuasa melihat 2 anak yang masih lucu tewas mengenaskan karena tenggelam.

Kedua korban kemudian langsung dilarikan warga dengan sepeda motor ke Puskesmas Simpang Babat dengan harapan masih bisa di tolong. 

Namun takdir berkata lain, keduanya dinyatakan sudah meninggal. Menurut keterangan tim medis di Puskesmas Simpang Babat, diduga kedua anak tersebut sudah cukup lama tenggelam.

Hendak Mandi Temukan 2 Stel Pakaian Anak di Tepi Sungai, Ternyata Pemiliknya Tenggelam di Sungai Purun, PALI

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co -- suasana, kecamatan penukal kabupaten penukal abab lematang ilir (pali) sumatera selatan, senin sore 25 mei 2026 hingga tengah malam diselimuti ketegangan dan duka.

berawal dari penemuan perempuan sekira pukul 17.00 wib di tepi sungai tanpa terlihat pemiliknya, warga kemudian panik dan histeris.

ternyata pakaian itu diduga milik  anak dari pasangan amrina – sigit dan pasangan rafli – dea, warga dusun 1 desa purun yang masih berusia sekitar 5 tahun dan di kenal bersahabat. korban berinisial kr (4) binti rafli dan zap (6) binti sigit.

hingga menjelang malam keduanya tak pulang ke rumah sehingga warga menduga salah satu bocah yang masih duduk bangku taman kanak-kanak (tk) dan  belum bersekolah itu di sungai purun.



setelah dilakukan pencarian dari titik awal ditemukan pakaian ke hilir sungai hingga malam hari, kedua bocah itu akhirnya ditemukan tenggelam di sungai dalam kondisi sudah meninggal dunia.

keterangan yang dihimpun,  sore itu sekira pukul 16.00 wib, sejumlah anak-anak termasuk kedua korban terlihat bermain bersama. 

namun menjelang magrib, kedua korban belum pulang sehingga orang tua keduanya khawatir dan mencari-cari ketempat keduanya biasa bermain bersama teman-temannya yaitu disekitar lapangan voly, namun tak juga di temukan. 

kemudian ada informasi sekira pukul 17.00 wib, seorang ibu-ibu warga setempat yang biasa disapa marlboro yang hendak mandi di tepian  sungai purun, melihat dua stel pakaian anak-anak berada di pinggir sungai.

karena curiga, marlboro sempat memanggil-manggil siapa tahu anak pemilik pakaian tersebut. namun setelah dipanggil berulangkali tidak ada sahutan dari siapapun.



marboro kemudian pulang sambil membawa pakain itu dan meminta bantuan warga sekitar untuk mengecek anak-anak di lingkungan itu yang belum pulang ke rumah. setelah dicek, ternyata diketahui anak sigit dan amrina serta dan anak rafli dan dea tidak ada di rumah. 

kabar ini cepat menyebar kepada warga desa yang rumahnya tidak berjauhan. sejumlah warag langsung menyusuri sungai purun untuk melakukan pencarian baik menggunakn perahu maupun dari daratan.

disaat suasana mulai gelap atau seusai waktu magrib, satu korban yang diketahui merupakan anak sigit ditemukan di bagian hilir tepian sungai. tak lama berselang, korban kedua, anak rafli, ditemukan di kawasan muara lebung biancak.

suana pilu begitu terasa ketika orang tua korban dan sejumlah ibu-ibu yang turut menyaksikan evakuasi korban dari dalam sungai menjerit histeris karena tak kuasa melihat 2 anak yang masih lucu tewas mengenaskan karena tenggelam.

kedua korban kemudian langsung dilarikan warga dengan sepeda motor ke puskesmas simpang babat dengan harapan masih bisa di tolong. 

namun takdir berkata lain, keduanya dinyatakan sudah meninggal. menurut keterangan tim medis di puskesmas simpang babat, diduga kedua anak tersebut sudah cukup lama tenggelam.

Tag
Share