bacakoran.co

Miris! Tipu 58 Pengantin Rp2,6 Miliar, Owner WO Marwah Nekat Buka Usaha Baru Sebelum Ditangkap

Pemilik WO Marwah Catering ditangkap usai menipu 58 calon pengantin --Medsos

"Udah gila, mereka selama kabur mau mencoba buka catering baru," tulisnya.

BACA JUGA:Terbongkar! Selain Prihantini, 3 Peneliti Ini Terseret Kasus Dugaan Mafia Pemalsuan Riset Internasional

Usaha katering fiktif atau baru tersebut diketahui mengusung nama Arafah Catering dan Humaira Wedding.

Dari perspektif analisis kriminologi bisnis, pola ini mengindikasikan adanya modus operandi terstruktur untuk terus meraup uang tunai dari klien baru guna menutupi rekam jejak penipuan sebelumnya.

Praktik semacam ini sangat mencederai tingkat kepercayaan konsumen terhadap ekosistem industri perencana pernikahan secara keseluruhan.

Pelarian kedua tersangka kini telah berakhir di balik jeruji tahanan Polres Metro Jakarta Timur.

Atas perbuatannya, penyidik menjerat keduanya dengan Pasal 492 KUHP.

Pihak kepolisian juga telah memfasilitasi ruang pertemuan antara 56 pasangan calon pengantin yang menjadi korban dengan para tersangka untuk keperluan konfrontasi dan transparansi hukum.

BACA JUGA:Siapa Nayla Khansa Adreby Putri? Mahasiswi ITB yang Viral Usai Hina Bobotoh

Masyarakat yang merasa pernah menyetorkan dana pemesanan kepada Marwah Catering Service dan dirugikan secara sepihak diimbau segera merapat ke kantor polisi terdekat dengan membawa bukti transaksi pembayaran yang sah.

Miris! Tipu 58 Pengantin Rp2,6 Miliar, Owner WO Marwah Nekat Buka Usaha Baru Sebelum Ditangkap

Ario

Bima


bacakoran.co – satreskrim polres metro jakarta timur berhasil meringkus eka rismayanti beserta suaminya selaku pemilik wedding organizer marwah catering service yang diduga kuat puluhan calon pengantin.

kasus kejahatan kerah putih ini mencuat ke publik setelah 58 pasangan melaporkan kegagalan mereka akibat layanan yang tidak sesuai atau vendor yang mangkir total pada hari pelaksanaan.

kerugian finansial tembus angka miliaran rupiah

data investigasi sementara dari kepolisian mencatat dampak destruktif dari penipuan ini sangat masif.

dari total 58 pasangan yang menjadi korban, sebanyak 56 pasangan terpaksa menelan pil pahit karena gagal menggelar acara pernikahan mereka sama sekali.

sementara itu, 2 pasangan lainnya berhasil melangsungkan resepsi, namun fasilitas dekorasi dan katering yang diterima sangat buruk dan jauh dari pakta kesepakatan awal.

pemeriksaan terhadap 24 korban yang telah didata secara resmi menunjukkan total kerugian materiil mencapai angka yang fantastis, yakni rp2.658.885.000.

pihak kepolisian memproyeksikan akumulasi kerugian ini berpotensi terus membengkak seiring proses penyidikan yang sedang berlangsung terhadap korban-korban lainnya.

salah satu insiden yang paling menyita empati publik adalah hancurnya momen pernikahan pasangan feny indah fitria ichwana dan rinaldy zullfi setyawan di islamic centre bekasi pada tanggal 23 mei 2026.

 di hari yang seharusnya bersejarah tersebut, vendor katering dan dekorasi sama sekali tidak hadir di lokasi meskipun seluruh tagihan telah dilunasi 100 persen.

nekat membangun usaha baru di tengah pelarian

sebuah fakta mengejutkan sekaligus ironis terkuak selama masa pelarian para tersangka.

bukannya menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab atau mengembalikan dana para korban, eka rismayanti dan suaminya diduga mendirikan lini usaha baru di bidang yang sama.

mengutip laporan dari unggahan akun threads @a.cheerfulgirl, terdapat sorotan tajam mengenai perilaku tersangka.

"udah gila, mereka selama kabur mau mencoba buka catering baru," tulisnya.

usaha katering fiktif atau baru tersebut diketahui mengusung nama arafah catering dan humaira wedding.

dari perspektif analisis kriminologi bisnis, pola ini mengindikasikan adanya modus operandi terstruktur untuk terus meraup uang tunai dari klien baru guna menutupi rekam jejak penipuan sebelumnya.

praktik semacam ini sangat mencederai tingkat kepercayaan konsumen terhadap ekosistem industri perencana pernikahan secara keseluruhan.

pelarian kedua tersangka kini telah berakhir di balik jeruji tahanan polres metro jakarta timur.

atas perbuatannya, penyidik menjerat keduanya dengan pasal 492 kuhp.

pihak kepolisian juga telah memfasilitasi ruang pertemuan antara 56 pasangan calon pengantin yang menjadi korban dengan para tersangka untuk keperluan konfrontasi dan transparansi hukum.

masyarakat yang merasa pernah menyetorkan dana pemesanan kepada marwah catering service dan dirugikan secara sepihak diimbau segera merapat ke kantor polisi terdekat dengan membawa bukti transaksi pembayaran yang sah.

Tag
Share