bacakoran.co - keluhan mengenai naik mendadak hingga 50 persen tengah menjadi sorotan hangat di media sosial x.
lonjakan biaya ini membuat pelanggan terkejut karena merasa beban pengeluaran membengkak tanpa ada pengumuman kenaikan
namun faktanya, berdasarkan dokumen resmi kelistrikan, tidak ada perubahan harga per kwh yang diterapkan oleh penyedia layanan energi nasional pada periode kuartal ini.
isu ini bermula dari unggahan pengguna x dengan nama akun iinalin._ pada 1 juni 2026.
dalam cuitannya, pengguna tersebut membagikan bukti tangkapan layar aplikasi pembayaran yang menunjukkan lonjakan tajam.
"tagihan listrik naik sampe 50% loh ya ampun stress. awalnya rp2,2 juta jadi rp3,3 juta. gilaaa," tulis akun tersebut.
data tagihan mencatat biaya untuk daya r2 / 4400 va melonjak dari angka rp2.241.550 menjadi rp3.325.769 hanya dalam rentang waktu 1 bulan.
akun x mooncestie memberikan klarifikasi berdasar data pada hari yang sama, yakni 1 juni 2026.
pengguna ini menegaskan bahwa tidak ada kebijakan kenaikan harga dari pihak otoritas. "ga ada perubahan q1 dan q2 masih tetap sama.
aku beli token listrik dengan nominal yang sama juga masih sama jumlah kwh yang didapat," ungkapnya secara lugas untuk meredam kepanikan publik.
secara analitis, jika merujuk pada surat penetapan penyesuaian tarif tenaga listrik untuk bulan april hingga juni 2026, biaya pemakaian untuk golongan r-2/tr dengan batas daya 3.500 va hingga 5.500 va dipatok tetap pada angka rp1.699,53 per kwh.
artinya, lonjakan tagihan yang dialami pelanggan murni disebabkan oleh peningkatan volume konsumsi daya harian, bukan karena kenaikan tarif dasar kelistrikan.
faktor eksternal seperti penggunaan pendingin ruangan yang lebih intensif saat cuaca panas atau pemakaian perangkat elektronik berdaya besar dalam durasi panjang sering menjadi akar masalah bengkaknya biaya, alih-alih perubahan kebijakan sepihak.