BACAKORAN.CO – Maia Estianty soroti nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah setelah menyentuh level Rp18 ribu per dollar AS.
Pelemahan mata uang Garuda sebesar 63 poin atau 0,35 persen ini memicu kekhawatiran besar karena berpotensi melambungkan biaya produksi dan harga barang di tingkat konsumen.
Lonjakan harga barang impor serta produk lokal berbahan baku luar negeri tidak dapat dihindari jika tekanan terhadap mata uang lokal ini terus berlanjut secara berkepanjangan.
Ketika mata uang domestik melemah, biaya impor otomatis melonjak secara signifikan karena para pelaku usaha harus menyediakan jumlah rupiah yang jauh lebih besar demi mendatangkan komponen, barang jadi, maupun bahan baku dari luar negeri.
BACA JUGA:Viral! Dua Preman Lontong Serang Pasutri Hamil di Tembung, Polisi Sita Barang Bukti Mirip Pistol
Dampak pelemahan ini tidak hanya menyasar produk komoditas impor murni saja.
Sejumlah barang manufaktur yang diproduksi di dalam negeri juga sangat berpotensi mengalami penyesuaian harga ke atas apabila rantai pasoknya masih bergantung pada mesin, suku cadang, atau transaksi finansial berskala internasional yang mewajibkan penggunaan mata uang asing. Industri otomotif, HP, hingga produk pangan olahan tertentu diprediksi menjadi sektor yang paling rentan terhadap guncangan nilai tukar rupiah saat ini.
Fenomena pelemahan mata uang ini juga memicu reaksi luas di media sosial, termasuk dari kalangan figur publik yang merasakan dampak nyata di sektor ekonomi digital.
Berdasarkan unggahan dari platform Threads, terdapat keluhan mengenai kondisi ekonomi terkini yang menyoroti pelemahan tersebut.
BACA JUGA:Dadan Ditangkap, Prabowo Kumpulkan 14.000 PIC SPPG di Sentul Biayanya Diduga Capai Rp55 Miliar Sehari
"Dollar tembus 18.000, pajak2 naik, potongan admin marketplace naik.... Doa aja deh, “Yaa Allah berikanlah kami rejeki yang banyak, sehingga kami tidak kekurangan apapun... Aamiin” untuk semuanya masyarakat Indonesia," tulis akun thread @maiaestiantyreal.
Daftar Barang Yang Berpotensi Naik Harga Akibat Rupiah Melemah
1. Barang Elektronik dan HP
Produk seperti telepon seluler, laptop, dan komponen komputer pintar sangat bergantung pada impor sirkuit terpadu serta panel layar.
Ketika nilai tukar rupiah merosot, distributor harus merogoh kocek lebih dalam, yang pada akhirnya dibebankan kepada kamu sebagai pembeli akhir.
2. Kendaraan Otomotif dan Suku Cadang
Meskipun proses perakitan kendaraan banyak dilakukan di pabrik domestik, komponen inti dan permesinan canggih masih didatangkan dari negara asal produsen.
Kurs Dollar AS Tembus Rp18 Ribu, Musisi Indonesia Maia Estianty Soroti Dampak Kenaikan Harga Barang
Dimas
Agus
bacakoran.co – maia estianty soroti nilai tukar rupiah terhadap dollar as mencatatkan sepanjang sejarah setelah menyentuh level rp18 ribu per dollar as.
pelemahan mata uang garuda sebesar 63 poin atau 0,35 persen ini memicu kekhawatiran besar karena berpotensi melambungkan dan harga barang di tingkat konsumen.
lonjakan harga barang impor serta produk lokal berbahan baku luar negeri tidak dapat dihindari jika tekanan terhadap mata uang lokal ini terus berlanjut secara berkepanjangan.
ketika mata uang domestik melemah, biaya impor otomatis melonjak secara signifikan karena para pelaku usaha harus menyediakan jumlah rupiah yang jauh lebih besar demi mendatangkan komponen, barang jadi, maupun bahan baku dari luar negeri.
dampak pelemahan ini tidak hanya menyasar produk komoditas impor murni saja.
sejumlah barang manufaktur yang diproduksi di dalam negeri juga sangat berpotensi mengalami penyesuaian harga ke atas apabila rantai pasoknya masih bergantung pada mesin, suku cadang, atau transaksi finansial berskala internasional yang mewajibkan penggunaan mata uang asing. industri otomotif, hp, hingga produk pangan olahan tertentu diprediksi menjadi sektor yang paling rentan terhadap guncangan nilai tukar rupiah saat ini.
fenomena pelemahan mata uang ini juga memicu reaksi luas di media sosial, termasuk dari kalangan figur publik yang merasakan dampak nyata di sektor ekonomi digital.
berdasarkan unggahan dari platform threads, terdapat keluhan mengenai kondisi ekonomi terkini yang menyoroti pelemahan tersebut.
"dollar tembus 18.000, pajak2 naik, potongan admin marketplace naik.... doa aja deh, “yaa allah berikanlah kami rejeki yang banyak, sehingga kami tidak kekurangan apapun... aamiin” untuk semuanya masyarakat indonesia," tulis akun thread @maiaestiantyreal.
daftar barang yang berpotensi naik harga akibat rupiah melemah
1. barang elektronik dan hp
produk seperti telepon seluler, laptop, dan komponen komputer pintar sangat bergantung pada impor sirkuit terpadu serta panel layar.
ketika nilai tukar rupiah merosot, distributor harus merogoh kocek lebih dalam, yang pada akhirnya dibebankan kepada kamu sebagai pembeli akhir.
2. kendaraan otomotif dan suku cadang
meskipun proses perakitan kendaraan banyak dilakukan di pabrik domestik, komponen inti dan permesinan canggih masih didatangkan dari negara asal produsen.
kenaikan biaya impor ini menekan profitabilitas pabrikan jika mereka tidak melakukan penyesuaian harga jual pasar.
3. bahan pangan olahan berbasis impor
komoditas esensial seperti gandum untuk mi instan, kedelai untuk tahu tempe, serta bahan baku susu formula dibeli menggunakan dollar as.
pelemahan mata uang lokal berisiko menaikkan harga pangan olahan yang biasa kamu konsumsi sehari-hari.
4. produk farmasi dan perawatan kimia
lebih dari sebagian besar bahan aktif obat-obatan dan kosmetik dalam negeri bersumber dari impor internasional.
kenaikan kurs dollar as otomatis mengerek biaya produksi obat-obatan generik maupun produk perawatan tubuh bermerek.
5. layanan platform digital dan marketplace
kenaikan kurs beriringan dengan penyesuaian biaya operasional penyedia server global dan lisensi perangkat lunak.
hal ini memicu naiknya potongan administrasi di platform marketplace yang dikeluhkan penjual karena menggerus nilai jual bersih produk mereka.