Indonesia vs Oman: John Herdman Siap Cetak Sejarah di SUGBK
John Herdman antusias pimpin Timnas Indonesia hadapi Oman-PSSI-
BACAKORAN.CO - Timnas Indonesia akan jalani pertandingan uji coba melawan Oman. Pertandingan itu berlangsung di SUGBK Senayan, malam ini (5/6).
Pertandingan uji coba Timnas Indonesia melawan Oman ini penuh tantangan. Ini karena Indonesia tidak pernah menang atas Oman dalam 38 tahun terakhir.
Timnas Indonesia kali terakhir menang atas Oman pada 1988. Kemenangan itu dibukukan saat bertanding di King's Cup di Bangkok, dengan keunggulan 3-0.
"Kami belum pernah mengalahkan Oman dalam 38 tahun, dan itu adalah tantangan bagi kami. Dengan dukungan kalian, kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk mencatatkan sejarah baru," terang John Herdman, pelatih kepala Timnas Indonesia.
John Herdman sudah siapkan tim dengan baik hadapi duel ini. Seleksi dilakukan hingga menemukan 23 pemain untuk bertanding malam ini.
BACA JUGA:Timnas Indonesia U19 Kalahkan Timor Leste 3-0, Buka Jalur ke Babak Selanjutnya
"Tim sudah siap. Kami sudah menghabiskan lima hari yang baik bersama-sama. Ada sedikit gangguan dengan beberapa pemain yang datang terlambat karena masalah kesehatan dan penyakit, tapi saya pikir semua orang sudah berada dalam ritme yang baik," tegas Herdman.
"Kami baru saja menyelesaikan latihan terakhir kami, ada energi yang baik, suasana hati yang baik, dan kami bersemangat untuk bermain untuk kalian," ungkapnya.
Dengan mengusung misi ini, Herdman berharap dapat sokongan dari masyarakat Indonesia. Suporter diharapkan penuhi tribun SUGBK.
"Seperti biasa, kami berharap para penggemar bisa memadati GBK dan benar-benar mendukung tim kebanggaannya," tukasnya.

Saddil Ramdani akan jadi andalan Timnas Indonesia lawan Oman-PSSI-
Herdman butuh dukungan masyarakaat Indonesia karena ini bukan uji coba biasa. Ini adalah momentum untuk mengukur kekuatan Indonesia pada rivalitas Asia.
BACA JUGA:John Herdman Beberkan Misi Bersama Timnas Indonesia, Yang Komit Lanjut!
"Ini bukan sekadar pertandingan persahabatan, ini adalah kesempatan untuk menetapkan diri kami sebagai pesaing di AFC. Bagian kedua adalah, kapan pun Anda menyatukan kelompok hanya dalam empat atau lima hari, ini adalah tentang menyegarkan hal-hal baik yang kita lihat saat melawan Bulgaria dan St. Kitts," tukasnya.