Jerit Histeris Penangkapan DPO Curanmor di Jabung: Istri Bantah Versi Polisi, Suami Tewas dengan Banyak Luka
Ilustrasi. Jerit histeris istri DPO curanmor Lampung Timur viral setelah suaminya Joni Iskandar tewas ditembak polisi--AI
BACAKORAN.CO – Penangkapan seorang Daftar Pencarian Orang kasus pencurian kendaraan bermotor di Lampung Timur berakhir tragis.
Joni Iskandar tewas ditembak tim gabungan Polresta Bandar Lampung pada Kamis 4 Juni 2026. Istri korban, Apriliani, menjerit histeris dan membantah klaim polisi bahwa suaminya melawan saat ditangkap.
Kematian Joni Iskandar alias JI, residivis sekaligus DPO curanmor asal Kecamatan Jabung, Lampung Timur, memicu polemik publik.
Menurut keluarga pria yang baru menikah sekitar 15 hingga 23 hari itu dijemput dalam keadaan sehat namun dipulangkan sebagai jenazah dengan beberapa luka tembak.
Dalam video yang viral di media sosial Instagram dan Facebook sejak 5 Juni 2026, Apriliani (20) tampak menangis histeris di hadapan warga.
“Suami saya tidak melawan, kenapa ditembak mati?” ujarnya sambil terisak.
Ia menegaskan suaminya langsung duduk, meletakkan tangan di belakang, dan menyerahkan diri saat petugas datang, lalu langsung diborgol.
Sementara itu pihak kepolisian melalui Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Putranto menyatakan tindakan tegas dan terukur diambil karena Joni melakukan perlawanan, menyerang petugas, dan berupaya melarikan diri saat proses pengembakan kasus.
BACA JUGA:Kurs Dollar AS Tembus Rp18 Ribu, Musisi Indonesia Maia Estianty Soroti Dampak Kenaikan Harga Barang
Joni disebut residivis curanmor yang terlibat jaringan bersenjata dan sempat positif narkoba.
Kasus ini menjadi sorotan karena kontras versi keluarga dan aparat.
Pihak keluarga melaporkan menemukan tujuh luka tembak serta dugaan luka lain pada jenazah.
Di tengah polemik, perwakilan Polda Lampung mendatangi rumah duka dan menyerahkan bantuan sembako kepada Apriliani.