bacakoran.co - menjadi kondisi yang semakin banyak ditemukan, bahkan pada kelompok usia muda.
gejala prediabetes sering kali muncul secara samar atau bahkan tidak menimbulkan keluhan sama sekali.
akibatnya, banyak orang baru menyadari masalah kesehatan tersebut ketika kadar gula darah sudah berkembang menjadi diabetes tipe 2.
kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal, namun belum mencapai batas diagnosis diabetes.
kadar gula darah puasa yang sehat berada di kisaran 70-99 mg/dl.
sementara itu, seseorang dikategorikan mengalami prediabetes jika kadar gula darah puasanya berada di angka 100-125 mg/dl.
meski terlihat ringan, prediabetes bukan kondisi yang boleh dianggap sepele.
jika tidak ditangani dengan tepat, risiko berkembang menjadi diabetes tipe 2 meningkat dan dapat memicu berbagai komplikasi serius pada jantung, ginjal, mata, hingga sistem saraf.
gejala prediabetes yang sering terlewatkan
salah satu tantangan terbesar dalam mendeteksi prediabetes adalah minimnya gejala yang muncul.
bahkan, lebih dari 80 persen penderitanya tidak menyadari bahwa kadar gula darah mereka sudah berada di atas normal.
namun, beberapa tanda berikut dapat menjadi sinyal awal yang perlu diwaspadai:
1.sering buang air kecil, terutama di malam hari
peningkatan kadar gula darah membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine.
kondisi ini menyebabkan frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering, terutama saat malam hari.
2.rasa haus yang berlebihan
tubuh kehilangan lebih banyak cairan akibat sering buang air kecil.
akibatnya, rasa haus muncul lebih sering meskipun asupan cairan sudah cukup.
3.mudah lapar
gangguan kerja insulin membuat sel tubuh kesulitan memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi.
kondisi ini memicu rasa lapar yang muncul lebih sering dibanding biasanya.
4.penglihatan mulai kabur
kadar gula darah yang tidak stabil dapat memengaruhi lensa mata sehingga menyebabkan pandangan menjadi buram atau tidak fokus.
5.kesemutan dan mati rasa
prediabetes juga bisa menimbulkan sensasi kesemutan, mati rasa, atau rasa tidak nyaman pada tangan dan kaki akibat gangguan saraf yang mulai berkembang.
6.berat badan turun tanpa sebab jelas
penurunan berat badan yang terjadi tanpa perubahan pola makan atau olahraga dapat menjadi tanda tubuh tidak mampu menggunakan gula darah secara optimal.
7.luka sulit sembuh dan mudah lelah
kadar gula darah yang tinggi dapat memperlambat proses penyembuhan luka dan membuat tubuh lebih mudah merasa lelah meskipun aktivitas tidak terlalu berat.
8.kulit menghitam di area tertentu
salah satu tanda yang cukup khas adalah munculnya area kulit yang menghitam dan menebal, terutama di ketiak, leher bagian belakang, atau lipatan tubuh lainnya.
kondisi ini dikenal sebagai acanthosis nigricans dan sering dikaitkan dengan resistensi insulin.
mengapa prediabetes kini banyak menyerang usia muda?
dahulu diabetes identik dengan usia lanjut.
namun kini, pola hidup modern membuat risiko prediabetes meningkat pada kelompok usia produktif bahkan remaja.
praktisi kesehatan dr diana suganda, spgk, menyoroti perubahan gaya hidup sebagai salah satu penyebab utama meningkatnya kasus diabetes dan prediabetes pada usia muda.
konsumsi makanan cepat saji, tingginya asupan gula, minim aktivitas fisik, serta tingkat stres yang tinggi menjadi kombinasi yang mempercepat munculnya gangguan metabolisme.
kebiasaan duduk terlalu lama, kurang olahraga, dan pola tidur yang buruk juga ikut berperan dalam menurunkan sensitivitas insulin.
faktor risiko prediabetes yang perlu diwaspadai
beberapa faktor berikut diketahui meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami prediabetes:
kelebihan berat badan
semakin banyak jaringan lemak dalam tubuh, semakin besar risiko terjadinya resistensi insulin yang menjadi pemicu utama prediabetes.
lingkar pinggang berlebih
penumpukan lemak di area perut sangat berkaitan dengan gangguan metabolisme gula darah.
risiko meningkat pada:
pria dengan lingkar pinggang lebih dari 101 cm
wanita dengan lingkar pinggang lebih dari 88,9 cm.
pola makan tidak sehat
konsumsi berlebihan daging merah, daging olahan, makanan ultra-proses, serta minuman tinggi gula dapat meningkatkan risiko prediabetes secara signifikan.
kurang aktivitas fisik
tubuh yang jarang bergerak membuat penggunaan glukosa menjadi tidak optimal sehingga kadar gula darah lebih mudah meningkat.
faktor usia
meski bisa terjadi pada semua kelompok umur, risiko prediabetes mulai meningkat setelah usia 35 tahun.
riwayat keluarga
memiliki orang tua atau saudara kandung dengan diabetes tipe 2 meningkatkan risiko mengalami kondisi serupa.
cara mengatasi prediabetes sebelum menjadi diabetes tipe 2
kabar baiknya, prediabetes masih bisa dikendalikan dan bahkan dibalikkan melalui perubahan gaya hidup yang konsisten.
1.perbanyak konsumsi makanan sehat dan minim olahan
mengurangi makanan ultra-proses menjadi langkah penting untuk menurunkan kadar gula darah.
pilihan makanan yang direkomendasikan antara lain:
sayuran hijau
buah dengan karbohidrat kompleks
biji-bijian utuh
daging tanpa lemak
kacang-kacangan
alpukat dan sumber lemak sehat lainnya
pola makan sehat membantu tubuh mengatur kadar glukosa dengan lebih baik sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin.
2.rutin berolahraga
aktivitas fisik terbukti menjadi salah satu cara paling efektif dalam mengatasi prediabetes.
disarankan melakukan olahraga intensitas sedang selama 30-60 menit, minimal lima kali dalam seminggu.
pilihan aktivitas yang bisa dilakukan meliputi:
jalan kaki cepat
bersepeda
joging
senam aerobik
berenang
3.menurunkan berat badan
penurunan berat badan sekitar 5-10 persen dari total berat tubuh sudah mampu memberikan dampak signifikan terhadap kontrol gula darah.
selain itu, berkurangnya lemak tubuh juga membantu meningkatkan sensitivitas insulin secara alami.
4.perbanyak minum air putih
air putih membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh sekaligus mendukung pengendalian kadar gula darah.
mengganti minuman manis, soda, atau jus tinggi gula dengan air putih merupakan langkah sederhana yang memberikan manfaat besar dalam pencegahan diabetes tipe 2.
prediabetes bisa dicegah, asal tidak diabaikan
prediabetes merupakan sinyal peringatan dari tubuh bahwa sistem pengaturan gula darah mulai mengalami gangguan.
meski sering tanpa gejala, beberapa tanda seperti sering haus, sering buang air kecil, penglihatan kabur, hingga kesemutan perlu mendapat perhatian serius.
perubahan gaya hidup sehat menjadi kunci utama untuk menghentikan perkembangan penyakit ini.
pola makan seimbang, olahraga teratur, menjaga berat badan ideal, serta mengurangi konsumsi gula dapat membantu mengembalikan kadar gula darah ke rentang normal.
semakin cepat prediabetes dikenali, semakin besar peluang untuk mencegah diabetes tipe 2 dan berbagai komplikasi yang menyertainya.