bacakoran.co

Viral Video Prabowo Hitung 10+6 Jadi 17 di Pidato Munas HIPMI Disambut Tepuk Tangan, Netizen: Waktu SD...

viral Prabowo Subianto ucapkan 10+6=17 saat pidato di Munas HIPMI --twitter

BACAKORAN.CO – Video pidato Presiden Prabowo Subianto di Munas HIPMI XVIII kembali menjadi sorotan publik setelah ia mengucapkan perhitungan matematika sederhana yang tidak tepat.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden tampak mengatakan “10+6=17” yang langsung memicu diskusi luas di media sosial.

Peristiwa ini terekam dalam video yang diunggah akun @Jakartalk pada Rabu, 10 Juni 2026.

Dalam narasi video tersebut, Presiden Prabowo sedang membahas konteks tanggal atau angka saat berpidato di depan peserta Munas HIPMI.

BACA JUGA:Kronologi Bentrok TNI vs Warga Lenteng Agung: Dorong, Pukul hingga Pengosongan Rumah Dini Hari

“Ini kalau dijumlahin Ini angka baik," ujar prabowo.

“Sepuluh Juni Juni kan bulan keenamh jadi kalau sepuluh tambah enak itukan tujuh belas," tambah prabowo.

Momen tersebut berlangsung sekitar 27 detik, di mana Presiden berdiri di balik podium dengan latar belakang logo HIPMI sambil sesekali menegaskan poinnya.

Alih-alih diam atau memperbaiki, audiens justru memberikan tepuk tangan ramai.

“Bisa-bisanya kita dipimpin sama 10+6=17. Dan yang nonton tepuk tangan," tulis utas X @jakartalk.

BACA JUGA:Alfamart Tutup 500 Gerai di Indonesia 2026 dan Pindahkan Outlet ke Filipina, Ribuan Karyawan Bakal Kena PHK?

Reaksi Netizen Beragam

"Itulah kak, aku heran juga bisa2 ada yg tepuk tangan dgn kebodohan presiden ini 10+6=17, berhitung saja masih salah sok-sok-an jd presiden ngurusin 280jt org, Astaghfirullah.. Dosa apa yg dilakukan Negeri ini Hingga Allah menakdirkan beliau jd presiden, astaghfirullah," tulis @radi0791.

"yg tepuk tangan,mereka antara ga konsen/ga ngeh bowo jawab penjumlahan ngaco, sama iq- nya, penganut asal bapak senang, ato penjilat. atau emang kombinasi semuanya," tulis @donodharnar2903.

"Sebenernya itu hitungan yang bener, selama ini kita yang keliru," tulis @flexrexxx.

Viral Video Prabowo Hitung 10+6 Jadi 17 di Pidato Munas HIPMI Disambut Tepuk Tangan, Netizen: Waktu SD...

Riza

Eko


bacakoran.co – video pidato presiden prabowo subianto di munas hipmi xviii kembali menjadi setelah ia mengucapkan perhitungan matematika sederhana yang tidak tepat.

dalam kesempatan tersebut, presiden tampak mengatakan “10+6=17” yang langsung memicu diskusi luas di

peristiwa ini terekam dalam yang diunggah akun @jakartalk pada rabu, 10 juni 2026.

dalam narasi video tersebut, presiden prabowo sedang membahas konteks tanggal atau angka saat berpidato di depan peserta munas hipmi.

“ini kalau dijumlahin ini angka baik," ujar prabowo.

“sepuluh juni juni kan bulan keenamh jadi kalau sepuluh tambah enak itukan tujuh belas," tambah prabowo.

momen tersebut berlangsung sekitar 27 detik, di mana presiden berdiri di balik podium dengan latar belakang logo hipmi sambil sesekali menegaskan poinnya.

alih-alih diam atau memperbaiki, audiens justru memberikan tepuk tangan ramai.

“bisa-bisanya kita dipimpin sama 10+6=17. dan yang nonton tepuk tangan," tulis utas x @jakartalk.

reaksi netizen beragam

"itulah kak, aku heran juga bisa2 ada yg tepuk tangan dgn kebodohan presiden ini 10+6=17, berhitung saja masih salah sok-sok-an jd presiden ngurusin 280jt org, astaghfirullah.. dosa apa yg dilakukan negeri ini hingga allah menakdirkan beliau jd presiden, astaghfirullah," tulis @radi0791.

"yg tepuk tangan,mereka antara ga konsen/ga ngeh bowo jawab penjumlahan ngaco, sama iq- nya, penganut asal bapak senang, ato penjilat. atau emang kombinasi semuanya," tulis @donodharnar2903.

"sebenernya itu hitungan yang bener, selama ini kita yang keliru," tulis @flexrexxx.

"10 juni 2026...oleh prabowo dijumlahkan semua angkanya 10062026...total 17..baru kemudian 1+7 =8 intinya: hargai presidenmu..kalau ada yang salah, kita bietulkan sama2," tulis @vaienglish.

"dia wkt sd mtk nya gmn dah? ngga diajarin mtk ya sama gurunya," tulis @nadiaini.

sebagai pemimpin negara, setiap pidato presiden prabowo selalu menjadi perhatian publik.

Tag
Share