Syok! Dana Operasional Damkar Yogyakarta Dipangkas, Petugas Rela Keluarkan Uang Pribadi Demi Bantu Warga
Anggaran Damkar Yogyakarta dipangkas hingga September 2026--Twitter
BACAKORAN.CO – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Yogyakarta kini menghadapi tantangan berat akibat pemangkasan anggaran.
Dana operasional damkar Yogyakarta disebut hanya cukup hingga September 2026, sehingga beberapa aksi bantuan non-kebakaran terpaksa ditanggung menggunakan uang pribadi petugas.
Kondisi ini memicu keprihatinan publik mengenai keselamatan masyarakat di tengah efisiensi anggaran pemerintah daerah.
Menurut informasi yang beredar luas di media sosial X (Twitter) dari akun @LambeSahamjja, anggaran Damkar mengalami pemotongan signifikan.
BACA JUGA:Intimidasi Berlanjut, Tyo Ardianto Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak Kedua Kali di Ban Mobil
Petugas bahkan harus kreatif membiayai kebutuhan lapangan untuk evakuasi dan bantuan darurat lainnya.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta merespons situasi ini melalui serangkaian pesan resmi yang dibagikan.
Dalam salah satu pernyataan mereka menyampaikan pemfilteran laporan masyarakat yang lebih ketat agar unit hanya keluar untuk situasi darurat sejati, demi efisiensi pertolongan yang tepat sasaran.
Meski demikian, mereka menegaskan komitmen tetap melayani warga Yogyakarta.
BACA JUGA:Bawa 100 Butir Ekstasi ke Lokalisasi Patok Besi, Ari Kusmiran Ditangkap Polisi
Seorang anggota Damkar Kabupaten Serang dalam komentar yang dibagikan turut mengungkapkan pengalaman serupa.
"setiap laporan non kebakaran, untuk BBM dan kendaraan masih ditanggung anggota damkar itu sendiri," jelasnya.
Ia juga menyebut kondisi mobil dinas yang sudah lama tidak mendapat perbaikan karena minim anggaran.
Kondisi ini bukan hanya soal efisiensi semata.