bacakoran.co

Gaji UMR Makin Terjepit Harga Pangan? Ini 7 Cara Cerdas Tetap Bisa Menabung Setiap Bulan

Gaji UMR Makin Terjepit Harga Pangan? Ini 7 Cara Cerdas Tetap Bisa Menabung Setiap Bulan.gbr.ist--

BACAKORAN.CO – Kenaikan harga pangan yang terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat berpenghasilan setara Upah Minimum Regional (UMR). Di tengah kebutuhan pokok yang semakin mahal, banyak pekerja mengaku kesulitan mengatur keuangan, bahkan untuk sekadar menyisihkan uang tabungan di akhir bulan.

Meski demikian, kondisi tersebut bukan berarti membuat seseorang harus menyerah pada keadaan. Dengan strategi pengelolaan keuangan yang tepat, gaji UMR tetap bisa mencukupi kebutuhan harian sekaligus menyisakan dana untuk tabungan dan dana darurat.

Berikut beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan agar kondisi finansial tetap sehat meski harga kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan.

BACA JUGA:Cuma Rp20 Ribu per Hari, Begini Cara Membangun Dana Darurat yang Bisa Menyelamatkan Keuangan Anda

Terapkan Metode Anggaran 50-30-20

Salah satu cara paling efektif dalam mengelola keuangan adalah menerapkan metode anggaran 50-30-20. Konsep ini membagi penghasilan ke dalam tiga kelompok utama yang memudahkan seseorang mengontrol arus kas setiap bulan.

Sebanyak 50 persen dialokasikan untuk kebutuhan pokok seperti biaya tempat tinggal, listrik, air, transportasi, dan konsumsi. Sementara 30 persen digunakan untuk kebutuhan hiburan atau keinginan pribadi seperti nongkrong, berlangganan aplikasi digital, hingga rekreasi ringan.

Adapun 20 persen sisanya wajib langsung dipindahkan ke rekening tabungan atau dana darurat segera setelah menerima gaji. Cara ini membantu menghindari kebiasaan menabung dari sisa uang yang sering kali tidak pernah tersisa.

BACA JUGA:Prabowo Beri Danantara Modal APBN Plus Dividen BUMN, Mengapa Laporan Keuangannya Masih Tertutup?

Belanja Mingguan dan Biasakan Memasak Sendiri

Pengeluaran makanan menjadi salah satu pos terbesar bagi sebagian pekerja. Karena itu, mengurangi frekuensi membeli makanan siap saji dapat memberikan dampak signifikan terhadap kondisi keuangan.

Belanja bahan makanan secara mingguan di pasar tradisional umumnya lebih murah dibandingkan dengan berbelanja harian di minimarket. Selain itu, memasak sendiri memungkinkan pengeluaran lebih terkontrol sekaligus memberikan pilihan menu yang lebih sehat.

Dengan perencanaan menu selama satu minggu, risiko pemborosan akibat pembelian impulsif juga dapat ditekan.

BACA JUGA:Keuangan Sedang Sulit, Pemkot Prabumulih Masih Bisa Beri Uang Saku Rp 1 Juta Untuk Satu Calon Jamaah Haji

Gaji UMR Makin Terjepit Harga Pangan? Ini 7 Cara Cerdas Tetap Bisa Menabung Setiap Bulan

djarwo

djarwo


bacakoran.co – kenaikan yang terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat berpenghasilan setara upah minimum regional (umr). di tengah kebutuhan pokok yang semakin mahal, banyak pekerja mengaku kesulitan , bahkan untuk sekadar menyisihkan uang tabungan di akhir bulan.

meski demikian, kondisi tersebut bukan berarti membuat seseorang harus menyerah pada keadaan. dengan strategi pengelolaan keuangan yang tepat, gaji umr tetap bisa mencukupi kebutuhan harian sekaligus menyisakan dana untuk tabungan dan dana darurat.

berikut beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan agar kondisi finansial tetap sehat meski harga kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan.

terapkan metode anggaran 50-30-20

salah satu cara paling efektif dalam mengelola keuangan adalah menerapkan metode anggaran 50-30-20. konsep ini membagi penghasilan ke dalam tiga kelompok utama yang memudahkan seseorang mengontrol arus kas setiap bulan.

sebanyak 50 persen dialokasikan untuk kebutuhan pokok seperti biaya tempat tinggal, listrik, air, transportasi, dan konsumsi. sementara 30 persen digunakan untuk kebutuhan hiburan atau keinginan pribadi seperti nongkrong, berlangganan aplikasi digital, hingga rekreasi ringan.

adapun 20 persen sisanya wajib langsung dipindahkan ke rekening tabungan atau dana darurat segera setelah menerima gaji. cara ini membantu menghindari kebiasaan menabung dari sisa uang yang sering kali tidak pernah tersisa.

belanja mingguan dan biasakan memasak sendiri

pengeluaran makanan menjadi salah satu pos terbesar bagi sebagian pekerja. karena itu, mengurangi frekuensi membeli makanan siap saji dapat memberikan dampak signifikan terhadap kondisi keuangan.

belanja bahan makanan secara mingguan di pasar tradisional umumnya lebih murah dibandingkan dengan berbelanja harian di minimarket. selain itu, memasak sendiri memungkinkan pengeluaran lebih terkontrol sekaligus memberikan pilihan menu yang lebih sehat.

dengan perencanaan menu selama satu minggu, risiko pemborosan akibat pembelian impulsif juga dapat ditekan.

gunakan alternatif bahan pangan yang lebih ekonomis

saat harga suatu bahan makanan mengalami kenaikan tajam, tidak ada salahnya mencari alternatif yang lebih terjangkau tanpa mengurangi nilai gizi.

sebagai contoh, ketika harga daging sapi naik, masyarakat dapat beralih sementara ke telur, ayam, ikan, tahu, atau tempe sebagai sumber protein harian. strategi substitusi ini terbukti mampu menjaga pengeluaran tetap stabil meskipun inflasi pangan sedang tinggi.

maksimalkan promo dan diskon belanja

di era digital, banyak platform belanja dan minimarket menawarkan berbagai program promosi yang dapat dimanfaatkan konsumen.

potongan harga, cashback dompet digital, hingga program gratis ongkos kirim dapat membantu menghemat pengeluaran bulanan. namun, promo hanya akan efektif jika digunakan untuk membeli kebutuhan yang memang sudah direncanakan sebelumnya, bukan untuk memenuhi keinginan sesaat.

tetapkan batas pengeluaran harian

membuat batas pengeluaran harian dapat menjadi cara sederhana untuk mengontrol keuangan. misalnya, setelah seluruh kebutuhan utama dan tabungan terpenuhi, sisa dana bulanan dibagi sesuai jumlah hari dalam sebulan.

dengan metode ini, seseorang akan lebih mudah mengetahui apakah pengeluarannya masih dalam batas aman atau sudah mulai berlebihan. jika ada sisa uang dari anggaran harian, dana tersebut dapat langsung dimasukkan ke tabungan tambahan.

cari penghasilan tambahan

ketika biaya hidup terus meningkat, mengandalkan satu sumber pendapatan terkadang tidak lagi cukup. oleh karena itu, mencari pemasukan tambahan bisa menjadi solusi untuk memperkuat kondisi finansial.

saat ini tersedia banyak peluang kerja sampingan yang dapat dilakukan di luar jam kerja utama, mulai dari freelance desain grafis, penulis konten, admin media sosial, jasa fotografi, hingga berjualan secara online.

tambahan penghasilan tersebut dapat difokuskan untuk memperbesar tabungan atau membangun dana darurat keluarga.

hindari utang konsumtif

salah satu kesalahan finansial yang sering dilakukan adalah menggunakan fasilitas kredit untuk memenuhi gaya hidup. padahal, cicilan dari kartu kredit, paylater, atau pinjaman online dapat menggerus pendapatan bulanan secara signifikan.

prioritaskan penggunaan utang hanya untuk kebutuhan produktif atau kondisi darurat. dengan menghindari utang konsumtif, ruang keuangan menjadi lebih longgar sehingga peluang menabung semakin besar.

kuci utama adalah disiplin dan konsisten

mengelola gaji umr di tengah kenaikan harga pangan memang membutuhkan kedisiplinan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi normal. namun, dengan perencanaan yang matang, pengendalian pengeluaran, serta komitmen menabung sejak awal menerima gaji, kondisi keuangan tetap dapat terjaga dengan baik.

langkah-langkah sederhana seperti memasak sendiri, memanfaatkan promo, membatasi pengeluaran harian, dan menghindari utang konsumtif terbukti mampu membantu masyarakat mempertahankan stabilitas finansial meski menghadapi tekanan inflasi.

 

Tag
Share