bacakoran.co

Tragis! Dua Peserta Pelatihan Manager Kopdes Meninggal, Pelatihan Militer Dipertanyakan...

Dua calon manager Kopdes dan KNMP meninggal saat pelatihan militer --Kemhan

BACAKORAN.CO – Dua peserta calon manager Koperasi Desa (Kopdes) dan KNMP meninggal dunia saat mengikuti pelatihan militer.

Kejadian peserta calon manager  meninggal dunia memicu pertanyaan publik soal urgensi dan keselamatan program tersebut. 

Menurut informasi yang beredar luas di platform X, Anisa Muyassaroh, peserta perempuan asal Lamongan, Jawa Timur, meninggal karena heat stroke akibat sengatan panas ekstrem selama pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.

Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal akibat cardiac arrest di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja, Sumatera Selatan. 

BACA JUGA:Terungkap! Dua Ibu Polos Ngaku Dibayar Rp100 Ribu Ikut Aksi Dukung MBG di Monas, Koordinator Lupa Briefing?

Informasi ini diunggah oleh akun X @bismillahyuk_ pada Rabu, 24 Juni 2026, disertai gambar visual pelatihan militer.

Akun tersebut juga membagikan narasi tambahan dari kerabat Anisa yang menyatakan almarhumah tidak memiliki riwayat penyakit diabetes sebelumnya, namun dokter menemukan lonjakan kadar gula darah sangat tinggi secara tiba-tiba. 

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi identitas kedua korban sesuai keterangan yang beredar.

Lebih lanjut, ada permintaan agar rekan-rekan peserta yang sebarak atau sesatdik tidak membuka suara. 

BACA JUGA:Waduh, Rating Google Maps Kodim 072 Pamungkas Yogya Turun ke 1,1 Netizen Kaget Balik ke 4,7

"JUST IN: 2 CALON MANAGER KOPDES & KNMP MENINGGAL SAAT PELATIHAN MILITER, Peserta bernama Anisa meninggal akibat heart stroke, dan Yonanda Muhamamd Taufiq meninggal akibat cardiac arrest. Cuma buat jaga toko aja harus ada latihan militer, sampe makan korban #IndonesiaGelap," tulis @bismillahyuk_.

Video dan foto yang diunggah menunjukkan barisan peserta pelatihan militer dalam seragam loreng lengkap, berjalan teratur di lapangan terbuka di bawah cuaca terik.

Kejadian ini menimbulkan kritik tajam di media sosial.

Banyak warganet mempertanyakan relevansi pelatihan militer untuk profesi manajerial koperasi

Tragis! Dua Peserta Pelatihan Manager Kopdes Meninggal, Pelatihan Militer Dipertanyakan...

Bima

Ario


bacakoran.co – dua peserta calon manager koperasi desa (kopdes) dan knmp dunia saat mengikuti pelatihan militer.

kejadian peserta calon manager  meninggal dunia memicu pertanyaan publik soal urgensi dan keselamatan tersebut. 

menurut informasi yang beredar luas di platform x, anisa muyassaroh, peserta perempuan asal lamongan, jawa timur, meninggal karena heat stroke akibat sengatan panas ekstrem selama pendidikan di satdik dodikjur rindam vi/mulawarman, balikpapan.

sementara itu, yonanda muhammad taufiq meninggal akibat cardiac arrest di pusat latihan tempur (puslatpur) kodiklatad baturaja, sumatera selatan. 

informasi ini diunggah oleh akun x @bismillahyuk_ pada rabu, 24 juni 2026, disertai gambar visual pelatihan militer.

akun tersebut juga membagikan narasi tambahan dari kerabat anisa yang menyatakan almarhumah tidak memiliki riwayat penyakit diabetes sebelumnya, namun dokter menemukan lonjakan kadar gula darah sangat tinggi secara tiba-tiba. 

kepala biro informasi pertahanan setjen kemhan, brigadir jenderal rico ricardo sirait, mengonfirmasi identitas kedua korban sesuai keterangan yang beredar.

lebih lanjut, ada permintaan agar rekan-rekan peserta yang sebarak atau sesatdik tidak membuka suara. 

"just in: 2 calon manager kopdes & knmp meninggal saat pelatihan militer, peserta bernama anisa meninggal akibat heart stroke, dan yonanda muhamamd taufiq meninggal akibat cardiac arrest. cuma buat jaga toko aja harus ada latihan militer, sampe makan korban #indonesiagelap," tulis @bismillahyuk_.

video dan foto yang diunggah menunjukkan barisan peserta pelatihan militer dalam seragam loreng lengkap, berjalan teratur di lapangan terbuka di bawah cuaca terik.

kejadian ini menimbulkan kritik tajam di media sosial.

banyak warganet mempertanyakan relevansi pelatihan militer untuk profesi manajerial koperasi

“esensinya apa coba pelatihan yang begini2 ini? mereka tu cuma mau jaga toko buat jualan, bukan mau jaga kawasan perang,” tulis salah satu pengguna x. 

"ini ga mau berenti apa pelatihannya? udah memakan korban gini. mau berapa banyak lagi yang ditumbalin gini sampai nyawa orang melayang? melek apa melek," tulis @jiwonsdiary.

"rest in pieces. kasian calon pegawai nya. gak terbiasa kerjaan fisik, tiba2 harus dilatih jadi tentara untuk kerjaan yang bukan jadi satpam," tulis @xallyange.

hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi lengkap dari pihak penyelenggara mengenai penghentian atau modifikasi program serupa.

Tag
Share