bacakoran.co

Waduh, Rating Google Maps Kodim 072 Pamungkas Yogya Turun ke 1,1 Netizen Kaget Balik ke 4,7

Rating Google Maps Kodim 072 Pamungkas Yogyakarta Anjlok ke 1,1 Bintang Lalu Kembali ke 4,7, Netizen Sebut Pembungkaman Kritik--Twitter

BACAKORAN.CO – Rating Google Maps Komando Resor Militer (Kodim) 072 Pamungkas di Yogyakarta sempat merosot tajam ke angka 1,1 bintang dengan lebih dari 2.200 ulasan.

Namun, dalam waktu singkat rating tersebut pulih kembali menjadi 4,7 bintang dengan hanya 65 ulasan tersisa.

Perubahan drastis ini terekam dalam dua tangkapan layar yang diunggah akun X @pedas__manis pada Senin, 22 Juni 2026.

Gambar "Before" menunjukkan rating 1,1 bintang (2.233 ulasan), sementara "After" menampilkan 4,7 bintang (65 ulasan). 

BACA JUGA:Viral! Perwira TNI Tegur Panitia Event Lari dengan Nada Tinggi, Kemudian Minta Maaf

Unggahan tersebut memicu beragam komentar netizen.

"Definisi bener2 dibungk4m," tulis @pedas__manis dalam caption utama.

Banyak pengguna menduga adanya intervensi atau mekanisme penghapusan ulasan massal yang dianggap sebagai spam oleh Google.

Beberapa netizen menyebut perubahan ini sebagai bukti sulitnya mengakui kesalahan pada institusi besar. 

Menurut informasi dari berbagai balasan di thread tersebut, Google Maps memiliki sistem deteksi otomatis terhadap lonjakan ulasan negatif dalam waktu singkat yang dianggap tidak organik.

Beberapa pengguna menjelaskan bahwa review massal seperti ini sering terdeteksi sebagai anomali, sehingga rating dikembalikan ke kondisi sebelumnya.

Namun, hal ini justru menuai kritik karena dianggap membatasi suara publik. 

"Dari 2rb an langsung jd 65 ya, bener2 gercep tim IT TNI sekarang ini, tulis @lastefenny.

Sementara itu, @BebalBoy menduga adanya penghapusan lokasi lama dan pembuatan titik baru dengan reviewer positif.

Waduh, Rating Google Maps Kodim 072 Pamungkas Yogya Turun ke 1,1 Netizen Kaget Balik ke 4,7

Gery

Budi


bacakoran.co – rating google maps komando resor militer (kodim) 072 pamungkas di yogyakarta sempat merosot tajam ke angka 1,1 bintang dengan lebih dari 2.200 ulasan.

namun, dalam waktu singkat rating tersebut pulih kembali menjadi 4,7 bintang dengan hanya 65 ulasan tersisa.

perubahan drastis ini terekam dalam dua tangkapan layar yang diunggah akun x @pedas__manis pada senin, 22 juni 2026.

gambar "before" menunjukkan rating 1,1 bintang (2.233 ulasan), sementara "after" menampilkan 4,7 bintang (65 ulasan). 

unggahan tersebut memicu beragam komentar netizen.

"definisi bener2 dibungk4m," tulis @pedas__manis dalam caption utama.

banyak pengguna menduga adanya intervensi atau mekanisme penghapusan ulasan massal yang dianggap sebagai spam oleh google.

beberapa netizen menyebut perubahan ini sebagai bukti sulitnya mengakui kesalahan pada institusi besar. 

menurut informasi dari berbagai balasan di thread tersebut, google maps memiliki sistem deteksi otomatis terhadap lonjakan ulasan negatif dalam waktu singkat yang dianggap tidak organik.

beberapa pengguna menjelaskan bahwa review massal seperti ini sering terdeteksi sebagai anomali, sehingga rating dikembalikan ke kondisi sebelumnya.

namun, hal ini justru menuai kritik karena dianggap membatasi suara publik. 

"dari 2rb an langsung jd 65 ya, bener2 gercep tim it tni sekarang ini, tulis @lastefenny.

sementara itu, @bebalboy menduga adanya penghapusan lokasi lama dan pembuatan titik baru dengan reviewer positif.

di sisi lain sebagian pengguna membela dengan alasan teknis google, bukan intervensi langsung dari pihak kodim. 

perwira tni tegur panitia event lari dengan nada tinggi, kemudian minta maaf 

video yang menunjukkan seorang berperilaku arogan terhadap panitia event lari viral di media sosial x.

dalam rekaman tersebut, perwira yang diduga danrem terlihat menunjuk-nunjuk dengan nada tinggi, sementara ajudannya kemudian tampil dan meminta maaf. 

insiden ini terjadi di sebuah lokasi terbuka dengan latar pepohonan hijau.

video "before" memperlihatkan pria berkaos abu-abu menunjuk tajam ke arah panitia, sementara "after" menampilkan seorang pria berkaos putih dan topi bersama pria berkaos polo hijau yang berdiri dengan tangan di depan, dalam suasana lebih tenang.

video tersebut diunggah oleh akun @pedas__manis pada senin, 22 juni 2026, menurut narasi unggahan, yang bersikap arogan dan tidak taat aturan justru meminta klarifikasi, sementara pihak yang diminta maaf adalah panitia.

"yang arogan dan gak taat aturan siapa, yang klarifikasi dan minta maaf siapa. selamat datang di negara kebalikan," tulis @pedas__manis

netizen ramai memberikan komentar.

"perwira tapi tidak kesatria," ujar @acengimam.

"nasib masyarakat di bawah kekuasaan ‘tentara’ apakah seharusnya begini?," tulis @wahiedz.

beberapa komentar lain menyoroti sikap tersebut.

"jiwa pengecut gt ya? bertanya dg nada qris 1k," tulis salah satu netizen, sementara yang lain menyebut, "bisa gak sih ngomong itu gak pake nunjuk-nunjuk. ingat lho pak, panitia itu juga pembayar pajak," tulis @ahlisur63477265.

panitia event lari yang notabene juga warga pembayar pajak diharapkan mendapat perlakuan hormat, terutama dalam konteks penyelenggaraan kegiatan olahraga massal yang melibatkan banyak pihak. 

pihak penyelenggara event disebut berada di posisi dilematis antara membela stakeholder dan menjaga integritas acara.

tanpa partisipasi runner, event lari sulit berjalan, sehingga insiden ini berpotensi memengaruhi kepercayaan peserta di masa mendatang.

Tag
Share