Tanpa Rekam Jejak di BUMN, Ginka Febriyanti Ginting Jadi Komisaris Pertamina Retail, Netizen: Politik Balas...
Ginka Febriyanti Ginting, 27 tahun, diangkat jadi Komisaris PT Pertamina Retail--Dok kolase:Pertamina/Tribun/TikTok
BACAKORAN.CO – Ginka Febriyanti Ginting, berusia 27 tahun, resmi menjabat Komisaris PT Pertamina Retail, BUMN yang mengelola ribuan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia.
Pengangkatan ini menuai sorotan karena latar belakangnya sebagai Koordinator Nasional BISON, relawan pemenangan Prabowo-Gibran 2024, tanpa rekam jejak di industri energi atau pengalaman korporasi.
Menurut informasi yang beredar luas di media sosial X (Twitter) dari akun @dimarsasongko98 pada Rabu, 24 Juni 2026, penunjukan Ginka terjadi beberapa bulan setelah keterlibatannya dalam mobilisasi massa demonstrasi 28 Agustus 2025.
Ketua YLBHI Muhammad Isnur dalam keterangan di hadapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPF) Februari 2026 menyatakan, “Ada pengakuan massa bayaran yang dipimpin oleh BISON.”
Komisaris PT Pertamina Retail , BUMN pengelola ribuan SPBU seluruh Indonesia:
Usia 27 tahun.
Latar belakang: Koordinator Nasional BISON, relawan pemenangan Prabowo-Gibran 2024.
Ketua YLBHI Muhammad Isnur di hadapan KPF, Februari 2026:
"Ada pengakuan massa bayaran yang dipimpin… pic.twitter.com/pUsVwqxbyZ — Dimar (@dimarsasongko98) June 24, 2026
Ginka sendiri, berdasarkan laporan Tempo, mengakui memerintahkan penggalangan 70 massa untuk aksi tersebut dengan dana Rp 9,3 juta.
Ia disebut sebagai bagian dari tim sukses kampanye Prabowo-Gibran.
PT Pertamina Retail hingga kini belum memberikan penjelasan publik mengenai kriteria pengangkatan, latar belakang kompetensi atau proses seleksi yang dilalui Ginka.
Halaman manajemen resmi perusahaan memang mencantumkan namanya sebagai Komisaris, lengkap dengan foto profil.
BACA JUGA:Tak Kunjung 'Cair', Guru Muara Enim Tagih Tunjangan Non Sertifikasi 2025
Dalam unggahan tersebut, foto resmi Ginka berpakaian formal dengan latar Pertamina Retail ditampilkan berdampingan dengan tangkapan layar berita Tempo yang menyoroti peran BISON dalam mobilisasi massa bayaran.
“Kalau ini bukan politik balas budi, tolong tunjukkan kriterianya, supaya kita semua bisa daftar juga,” tulis @dimarsasongko98.
Beberapa komentar netizen mencerminkan keprihatinan publik.
“Udah nggak kaget dong. Kalo lowongan komisaris BUMN sekarang ternyata sesimpel ini: nggak perlu paham bisnis, cukup pernah berdiri di barisan yang benar waktu kampanye," tulis @negeriironi.