bacakoran.co

4 Calon Manajer Kopdes Meninggal di Latsarmil, Publik Geram Tanya Tanggung Jawab Siapa

Empat calon manajer KDMP meninggal saat Latsarmil, memicu sorotan publik atas keselamatan pelatihan militer dasar--Twitter

BACAKORAN.CO – Empat calon manajer KDMP meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).

Kejadian ini memicu pertanyaan besar soal standar keselamatan dan relevansi program tersebut dengan tugas manajerial desa.

Data yang beredar menunjukkan korban berasal dari gelombang pelatihan yang sama, dengan penyebab utama terkait komplikasi kesehatan selama aktivitas fisik ekstrem.

Kasus ini menjadi sorotan karena program yang dirancang untuk membekali kemampuan manajerial justru menuntut latihan militer berat. 

BACA JUGA:Update Jalan Tol Trans Sumatera Terbaru, Ruas Mana yang Sudah Beroperasi?

Menurut postingan @foolinsights pada Jumat, 26 Juni 2026, tercatat empat korban: Anisa Muyassaroh (komplikasi medis, riwayat penyakit bawaan), Yonanda Muhammad Taufiq (indikasi heat stroke atau serangan jantung), Novia Rahmadhani Sihotang (kelelahan ekstrem memicu gagal organ), serta Muhammad Rifki Renaldi Gunawan yang meninggal dini hari Jumat, 26 Juni 2026 di RSAU dr. Esnawan Antariksa, Jakarta, setelah mengeluh sesak napas sehari sebelumnya. 

Korban sempat mendapat penanganan namun kondisinya memburuk.

Postingan tersebut juga menyertakan empat foto yang memperlihatkan identitas korban dan suasana pelatihan. 

Netizen bereaksi keras setelah mengetahui postingan itu.

BACA JUGA:Viral! Wapres Gibran Rakabuming Salah Paham Curhatan Petani di Gorontalo: Combine Harvester-nya Dipikul?

"Innalillahi... negara ngejar apa sih? Mau jaga toko malah suruh militer2an," tulis @penganutsekte.

"Mereka adalah jiwa manusia, bukan hanya sekedar angka. Semoga segera diusut dan dihentikan kegiatan militer2an tersebut," tulis @rdwnfrmnsyh.

Banyak yang mempertanyakan relevansi latihan militer untuk manajer desa serta seleksi kesehatan yang dinilai kurang ketat. 

Pelatihan fisik ekstrem tanpa penekanan kuat pada ilmu manajerial justru berpotensi menurunkan minat calon peserta berkualitas.

4 Calon Manajer Kopdes Meninggal di Latsarmil, Publik Geram Tanya Tanggung Jawab Siapa

Boby

Joko


bacakoran.co – empat calon manajer kdmp saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil).

kejadian ini memicu pertanyaan besar soal standar keselamatan dan relevansi program tersebut dengan tugas manajerial desa.

data yang beredar menunjukkan berasal dari gelombang pelatihan yang sama, dengan penyebab utama terkait komplikasi kesehatan selama aktivitas fisik ekstrem.

kasus ini menjadi sorotan karena program yang dirancang untuk membekali kemampuan manajerial justru menuntut latihan militer berat. 

menurut postingan @foolinsights pada jumat, 26 juni 2026, tercatat empat korban: anisa muyassaroh (komplikasi medis, riwayat penyakit bawaan), yonanda muhammad taufiq (indikasi heat stroke atau serangan jantung), novia rahmadhani sihotang (kelelahan ekstrem memicu gagal organ), serta muhammad rifki renaldi gunawan yang meninggal dini hari jumat, 26 juni 2026 di rsau dr. esnawan antariksa, jakarta, setelah mengeluh sesak napas sehari sebelumnya. 

korban sempat mendapat penanganan namun kondisinya memburuk.

postingan tersebut juga menyertakan empat foto yang memperlihatkan identitas korban dan suasana pelatihan. 

netizen bereaksi keras setelah mengetahui postingan itu.

"innalillahi... negara ngejar apa sih? mau jaga toko malah suruh militer2an," tulis @penganutsekte.

"mereka adalah jiwa manusia, bukan hanya sekedar angka. semoga segera diusut dan dihentikan kegiatan militer2an tersebut," tulis @rdwnfrmnsyh.

banyak yang mempertanyakan relevansi latihan militer untuk manajer desa serta seleksi kesehatan yang dinilai kurang ketat. 

pelatihan fisik ekstrem tanpa penekanan kuat pada ilmu manajerial justru berpotensi menurunkan minat calon peserta berkualitas.

publik menanti transparansi agar tragedi serupa tidak terulang.

hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi lengkap dari pihak penyelenggara maupun kementerian terkait penyebab pasti dan langkah pencegahan ke depan.

publik menanti transparansi penuh agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

Tag
Share