bacakoran.co

Bertambah Lagi, 5 Peserta SPPI Kopdes Merah Putih Meninggal Saat Pendidikan, Ini Penjelasan Kemhan

Total 5 peserta SPPI Koperasi Desa Merah Putih meninggal dunia saat pendidikan. --Ist

BACA JUGA:Usut Tuntas! Dokter IGD dr. Icha Meninggal Setelah Diintimidasi Anggota DPRD di Kefamenanu NTT

Setelah menjalani pemeriksaan dan stabilisasi, pasien kembali dirujuk menuju RSUD Abdul Aziz Singkawang pada pukul 20.20 WIB agar memperoleh penanganan medis yang lebih komprehensif.

Dalam proses perawatan lanjutan, kondisi pasien mengalami henti jantung sehingga tim medis melakukan tindakan resusitasi jantung serta kardioversi.

Kemhan menyatakan seluruh prosedur penyelamatan telah dilakukan.

Namun demikian, kondisi pasien tidak dapat dipulihkan dan pada pukul 21.03 WIB dinyatakan meninggal dunia.

BACA JUGA:Kabar Baik! Pertamina Bersiap Turunkan Harga BBM Mulai Awal Juli 2026, Pertamax hingga Dex PotensiLebih Murah

Ketut menjelaskan seluruh peserta SPPI sebelumnya telah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan laboratorium darah, urin, tes kehamilan, foto rontgen toraks, EKG, USG abdomen, pemeriksaan mata, gigi, postur tubuh hingga kesehatan jiwa.

Secara khusus Kemhan menyebut Nola telah memenuhi seluruh persyaratan kesehatan saat seleksi.

Hasil evaluasi medis hanya mencatat adanya kelebihan berat badan.

Kemhan juga menegaskan bahwa masing-masing peserta yang meninggal memiliki karakteristik serta kondisi medis yang berbeda sehingga tidak dapat disamakan satu dengan lainnya.

BACA JUGA:Geger! 287 WNA Resmi Jadi Tersangka Kasus Judi Online Internasional, Sindikat Kelola 145 Situs ,Omzet 13,9 T

Hingga kini, Kementerian Pertahanan masih terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pendidikan guna memastikan proses pelatihan berjalan sesuai standar keselamatan peserta.

Bertambah Lagi, 5 Peserta SPPI Kopdes Merah Putih Meninggal Saat Pendidikan, Ini Penjelasan Kemhan

Bima

Siti


bacakoran.co – jumlah peserta sarjana penggerak pembangunan indonesia atau koperasi desa kelurahan merah putih yang meninggal dunia kembali bertambah.

kementerian pertahanan menyatakan hingga sabtu, 27 juni 2026, total 5 peserta dinyatakan saat mengikuti pendidikan bela negara dan pelatihan manajerial.

perkembangan terbaru ini menjadi sorotan karena seluruh peserta sebelumnya telah dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur seleksi nasional.

kementerian pertahanan juga menegaskan setiap peserta yang mengalami gangguan kesehatan telah memperoleh sesuai standar.

informasi tersebut disampaikan kepala badan pengembangan sumber daya manusia kementerian pertahanan, mayjen tni ketut gede wetan pastia, dalam konferensi pers di jakarta pada sabtu, 27 juni 2026.

"kementerian pertahanan republik indonesia, panitia seleksi nasional dan seluruh penyelenggara program sarjana penggerak pembangunan indonesia menyampaikan duka cita yang sedalam dalamnya atas wafatnya 5 peserta program sppi kdkmp-knmp tahun 2026 yang sedang mengikuti latihan bela negara dan manajerial," ujar ketut dalam keterangannya.

ia kemudian menambahkan, "kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga almarhum almarhumah."

kutipan tersebut berasal dari konferensi pers resmi kepala bpsd kementerian pertahanan mayjen tni ketut gede wetan pastia yang digelar di jakarta pada sabtu, 27 juni 2026.

korban kelima diketahui bernama nola diasari yang mengikuti pendidikan di satuan pendidikan bela negara kalimantan.

menurut penjelasan kemhan, pada jumat, 26 juni 2026 sekitar pukul 18.45 wib, nola masih mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam kelas tanpa menunjukkan keluhan kesehatan.

tidak lama kemudian, ia mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas.

tim kesehatan satuan pendidikan langsung memberikan penanganan awal sebelum merujuk nola ke instalasi gawat darurat rumah sakit singkawang sekitar pukul 19.20 wib.

setelah menjalani pemeriksaan dan stabilisasi, pasien kembali dirujuk menuju rsud abdul aziz singkawang pada pukul 20.20 wib agar memperoleh penanganan medis yang lebih komprehensif.

dalam proses perawatan lanjutan, kondisi pasien mengalami henti jantung sehingga tim medis melakukan tindakan resusitasi jantung serta kardioversi.

kemhan menyatakan seluruh prosedur penyelamatan telah dilakukan.

namun demikian, kondisi pasien tidak dapat dipulihkan dan pada pukul 21.03 wib dinyatakan meninggal dunia.

ketut menjelaskan seluruh peserta sppi sebelumnya telah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan laboratorium darah, urin, tes kehamilan, foto rontgen toraks, ekg, usg abdomen, pemeriksaan mata, gigi, postur tubuh hingga kesehatan jiwa.

secara khusus kemhan menyebut nola telah memenuhi seluruh persyaratan kesehatan saat seleksi.

hasil evaluasi medis hanya mencatat adanya kelebihan berat badan.

kemhan juga menegaskan bahwa masing-masing peserta yang meninggal memiliki karakteristik serta kondisi medis yang berbeda sehingga tidak dapat disamakan satu dengan lainnya.

hingga kini, kementerian pertahanan masih terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pendidikan guna memastikan proses pelatihan berjalan sesuai standar keselamatan peserta.

Tag
Share