– pergerakan pasar global masih dipengaruhi sentimen geopolitik dan kebijakan moneter sejumlah bank sentral. pada perdagangan terbaru, mata uang yen jepang (jpy) kembali tertekan hingga menyentuh level terlemahnya dalam hampir empat dekade terhadap dolar amerika serikat ().
di saat yang sama, harga emas dunia masih bertahan di level tinggi, sementara pelaku pasar juga mencermati perkembangan situasi di timur tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi dunia.
yen jepang sentuh titik terlemah dalam 40 tahun
yen diperdagangkan di kisaran 161,95–162,27 per dolar as, level yang terakhir kali terjadi pada juli 2024.
saat itu, otoritas jepang sempat melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menahan pelemahan mata uangnya.
pelemahan kali ini terjadi meski bank of japan (boj) telah mengambil langkah pengetatan kebijakan moneter dalam beberapa waktu terakhir.
kondisi tersebut menunjukkan masih kuatnya daya tarik dolar as di tengah perbedaan suku bunga antara amerika serikat dan jepang.
ketegangan selat hormuz kembali jadi perhatian
sentimen lain datang dari timur tengah.
pejabat tinggi iran kembali menegaskan negaranya akan tetap mempertahankan kendali atas jalur pelayaran di selat hormuz.
pernyataan tersebut meningkatkan perhatian pasar menjelang rencana perundingan baru antara iran dan amerika serikat.
selat hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia sehingga setiap peningkatan tensi geopolitik berpotensi memengaruhi harga energi global.
kurs valuta asing hari ini
berikut kurs referensi perbankan terhadap rupiah:
mata uang kurs beli kurs jual
jpy (100 yen)rp109,72 rp110,61
cny rp2.613,19 rp2.643,06
harga komoditas global
sejumlah komoditas utama masih bergerak stabil.
- minyak mentah (crude oil) berada di level us$70,24 per barel.
- emas dunia (gold/xau) diperdagangkan di kisaran 4.021,52.
harga emas tetap bertahan pada level tinggi karena masih mendapat dukungan dari tingginya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian global.
dampak bagi rupiah
penguatan dolar as terhadap sejumlah mata uang utama, termasuk yen jepang, masih menjadi faktor yang perlu dicermati pelaku pasar domestik.
apabila ketegangan geopolitik meningkat dan permintaan terhadap dolar terus menguat, nilai tukar rupiah berpotensi mengalami tekanan dalam jangka pendek.
sebaliknya, apabila sentimen global mulai mereda dan ekspektasi penurunan suku bunga amerika serikat kembali menguat, tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, berpeluang berkurang.
pelaku usaha, importir, eksportir, maupun investor disarankan terus memantau perkembangan kebijakan bank sentral dunia serta dinamika geopolitik karena kedua faktor tersebut masih menjadi penggerak utama pasar keuangan global dalam beberapa waktu ke depan.