bacakoran.co – terekam cctv mendatangi gedung pakuan untuk mencari sekaligus meminta bertemu gubernur jawa barat dedi mulyadi beberapa jam sebelum akhirnya ditangkap polisi.
fakta tersebut diungkap langsung oleh dedi mulyadi saat memberikan keterangan mengenai perkembangan dugaan penyekapan dan penganiayaan yang menyeret nama taufik hidayat.
informasi ini menjadi perhatian karena memperlihatkan langkah pelaku sebelum proses penangkapan dilakukan aparat kepolisian.
menurut dedi mulyadi, taufik hidayat datang ke gedung pakuan sekitar pukul 04.00 wib dengan mengenakan helm dan masker.
saat itu, pelaku meminta petugas jaga agar dapat bertemu langsung dengan dirinya.
dedi menyampaikan bahwa seluruh peristiwa tersebut terekam kamera pengawas atau cctv gedung pakuan sehingga keberadaan taufik hidayat di lokasi dapat dipastikan.
"saya ingin ketemu pak gubernur, saya mau dipenjara tapi ada hal yang harus saya sampaikan dulu," ujar taufik hidayat kepada petugas jaga, sebagaimana dikutip detikjabar.
saat mendatangi gedung pakuan, taufik diketahui telah berstatus tersangka sekaligus masuk daftar pencarian orang (dpo) polda jawa barat.
meski demikian, ia tetap berupaya menemui dedi mulyadi sebelum akhirnya ditangkap aparat kepolisian di wilayah majalaya.
selain mendatangi gedung pakuan, dedi mengungkapkan taufik juga sempat mencoba menuju kediaman pribadinya di lembur pakuan, kabupaten subang.
namun, rencana tersebut batal karena orang yang mengantarnya merasa takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di perjalanan.
"jadi itu dan cctv-nya ada, dan dia mencari dan dia juga berusaha datang ke lembur pakuan, sampai di cikawung, yang nganternya tidak berani, karena takut di jalan, dilihat orang, digebukin, jadi takut yang nganternya," kata dedi mulyadi.
berdasarkan informasi yang diterima dedi, tujuan taufik hidayat bukan untuk meminta perlindungan hukum.
pelaku disebut telah siap mempertanggungjawabkan perbuatannya, namun ingin menyampaikan sesuatu secara langsung sebelum menjalani proses hukum.
"jadi dari bahasanya dia siap dipenjara, tapi sebelum dipenjara ada sesuatu yang ingin disampaikan," ujar dedi mulyadi.
dalam kesempatan yang sama, dedi mulyadi juga menyampaikan perkembangan kondisi korban berinisial ytr yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit hasan sadikin bandung.
ia memilih tidak bertemu langsung dengan korban agar proses pemulihan medis dan psikologis dapat berlangsung secara optimal.
"saya bertemu dengan direktur dan para dokter yang menangani, hampir 40 yang menangani. intinya adalah menanyakan perkembangan, karena kalau melihat pasiennya tidak mau, pertama takut saya membawa kuman, nanti malah merepotkan pasien," kata dedi mulyadi.
pemerintah provinsi jawa barat memastikan akan memberikan pendampingan penuh kepada korban hingga proses pemulihan selesai.
dukungan tersebut mencakup pembiayaan pengobatan serta tindakan operasi rekonstruksi apabila diperlukan.