Terekam CCTV, Taufik Hidayat Cari Dedi Mulyadi Sebelum Diciduk Polisi, Ini Pengakuannya
Taufik Hidayat terekam CCTV mencari Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan beberapa jam sebelum ditangkap polisi.--Ist
BACAKORAN.CO – Taufik Hidayat terekam CCTV mendatangi Gedung Pakuan untuk mencari sekaligus meminta bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beberapa jam sebelum akhirnya ditangkap polisi.
Fakta tersebut diungkap langsung oleh Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan mengenai perkembangan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang menyeret nama Taufik Hidayat.
Informasi ini menjadi perhatian karena memperlihatkan langkah pelaku sebelum proses penangkapan dilakukan aparat kepolisian.
Menurut Dedi Mulyadi, Taufik Hidayat datang ke Gedung Pakuan sekitar pukul 04.00 WIB dengan mengenakan helm dan masker.
BACA JUGA:Setelah 5 Peserta Meninggal, Kemhan Ubah Latsarmil SPPI Jadi Latihan Bela Negara
Saat itu, pelaku meminta petugas jaga agar dapat bertemu langsung dengan dirinya.
Dedi menyampaikan bahwa seluruh peristiwa tersebut terekam kamera pengawas atau CCTV Gedung Pakuan sehingga keberadaan Taufik Hidayat di lokasi dapat dipastikan.
"Saya ingin ketemu Pak Gubernur, saya mau dipenjara tapi ada hal yang harus saya sampaikan dulu," ujar Taufik Hidayat kepada petugas jaga, sebagaimana dikutip detikJabar.
Saat mendatangi Gedung Pakuan, Taufik diketahui telah berstatus tersangka sekaligus masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Jawa Barat.
Meski demikian, ia tetap berupaya menemui Dedi Mulyadi sebelum akhirnya ditangkap aparat kepolisian di wilayah Majalaya.
BACA JUGA:Kemenhaj Buka Seleksi Pejabat, Pendaftaran Dimulai 29 Juni
Selain mendatangi Gedung Pakuan, Dedi mengungkapkan Taufik juga sempat mencoba menuju kediaman pribadinya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.
Namun, rencana tersebut batal karena orang yang mengantarnya merasa takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di perjalanan.
"Jadi itu dan CCTV-nya ada, dan dia mencari dan dia juga berusaha datang ke Lembur Pakuan, sampai di Cikawung, yang nganternya tidak berani, karena takut di jalan, dilihat orang, digebukin, jadi takut yang nganternya," kata Dedi Mulyadi.