Viral! Artikel Pengangkatan Komisaris Asisten Raffi Ahmad Dihapus Massal, Kekuatan Orang Dalam?
pengangkatan asisten pribadi Raffi Ahmad jadi komisaris PT Krakatau Posco. Berita di Viva.co.id kini menunjukkan error 404 di Google--Twitter
BACAKORAN.CO – Artikel berita mengenai pengangkatan Mufi Budi Ananda, yang dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad, sebagai Komisaris PT Krakatau Posco, hilang dari laman Viva.co.id.
Pencarian Google kini mengarah ke halaman error 404.
Video yang beredar di X menunjukkan tangkapan layar hasil pencarian Google yang sebelumnya menampilkan judul berita seperti “Gak Lulus S1? Viral Riwayat Pendidikan Asisten Raffi Ahmad” dan “Heboh Asisten Jadi Komisaris, Adik hingga Ipar Raffi Ahmad”.
Kini tautan tersebut tidak dapat diakses dan menampilkan pesan “Halaman Tidak Ditemukan”.
BACA JUGA:Ramai! Netizen Kritik Keras Syarat BUMN Lulusan PTN IPK 3.5, Orang Dalam Langsung Jadi Komisaris
Cieeeee ada yang mengeluarkan kekuatannya nih ????????
Silahkan dihapus sampe mampus! pic.twitter.com/3j44UgSqXG — herwin (@bangherwin) June 29, 2026
“Cieeeee ada yang mengeluarkan kekuatannya nih Silahkan dihapus sampe mampus," tulis X @bangherwin.
Gambar tersebut menampilkan foto Raffi Ahmad bersama latar industri pabrik dan screenshot berita Viva yang hilang.
Warganet ramai memberikan komentar.
"Gue kerja di media kak. Ini takedown berita ada biayanya, biasanya gede kalo kasus lagi viral hahahahha,” tulis @dinnerintoilet.
BACA JUGA:Susul Krakatau Posco, ID Food Tak Lagi Tampilkan Daftar Komisaris di Website
Banyak netizen mempertanyakan transparansi pengangkatan jabatan di perusahaan yang melibatkan aset negara atau perusahaan besar.
Namun, kecepatan dan cakupan penghapusan beberapa artikel sekaligus menimbulkan pertanyaan publik mengenai pengaruh dan transparansi.
Pengangkatan komisaris di perusahaan seperti PT Krakatau Posco biasanya mendapat sorotan karena implikasi terhadap tata kelola perusahaan dan kepercayaan investor.
Hal ini memicu diskusi lebih luas tentang kualifikasi, proses seleksi, dan potensi konflik kepentingan ketika figur publik atau lingkaran dekat selebriti terlibat dalam jabatan korporasi.