- kembali dirasakan di sejumlah kota besar di indonesia. jakarta dan surabaya dilaporkan mengalami suhu terasa (heat index) yang dapat mencapai sekitar 38 derajat celsius, meski suhu udara yang tercatat di termometer bisa lebih rendah.
kondisi ini membuat tubuh merasakan panas yang lebih menyengat dibandingkan angka suhu udara sebenarnya. akibatnya, risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga heat stroke meningkat, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
apa itu suhu terasa?
banyak orang mengira suhu udara dan suhu terasa adalah hal yang sama. padahal keduanya berbeda.
suhu udara adalah temperatur yang diukur oleh alat meteorologi.
sementara itu, suhu terasa (heat index) merupakan suhu yang dirasakan tubuh manusia setelah memperhitungkan beberapa faktor, seperti:
- kelembapan udara.
- intensitas sinar matahari.
- kecepatan angin.
- radiasi panas dari permukaan sekitar.
karena itu, meski suhu udara berada di kisaran 33–35 derajat celsius, tubuh bisa merasakan panas hingga sekitar 38 derajat celsius atau bahkan lebih tinggi.
mengapa cuaca terasa lebih panas?
beberapa faktor yang membuat suhu terasa meningkat antara lain:
1. kelembapan udara tinggi
udara yang lembap membuat keringat lebih sulit menguap.
padahal, penguapan keringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk mendinginkan diri.
2. paparan matahari langsung
aktivitas di ruang terbuka tanpa pelindung membuat tubuh menyerap panas lebih banyak.
3. permukaan kota menyimpan panas
aspal, beton, dan gedung-gedung di kawasan perkotaan menyerap panas pada siang hari lalu memancarkannya kembali. fenomena ini dikenal sebagai urban heat island, yang menyebabkan kawasan perkotaan terasa lebih panas dibanding wilayah sekitarnya.
aktivitas yang sebaiknya dihindari saat siang hari
ketika suhu terasa mencapai sekitar 38 derajat celsius, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas berat di luar ruangan, terutama pada rentang waktu pukul 11.00 hingga 15.00 wib, saat paparan sinar matahari umumnya paling kuat.
aktivitas yang sebaiknya dihindari meliputi:
- berolahraga intensitas tinggi di ruang terbuka.
- bekerja terlalu lama di bawah sinar matahari tanpa jeda.
- menunggu di area terbuka tanpa pelindung.
- membiarkan anak-anak atau lansia terpapar panas dalam waktu lama.
- meninggalkan anak atau hewan peliharaan di dalam kendaraan yang terparkir.
siapa yang paling berisiko?
cuaca panas ekstrem dapat berdampak pada siapa saja, tetapi kelompok berikut memiliki risiko lebih tinggi:
- bayi dan anak-anak.
- lansia.
- ibu hamil.
- pekerja lapangan.
- atlet.
- orang dengan penyakit jantung, paru-paru, atau gangguan ginjal.
kenali gejala gangguan akibat panas
segera cari tempat teduh dan hentikan aktivitas jika mengalami:
- haus berlebihan.
- pusing atau sakit kepala.
- kram otot.
- tubuh terasa sangat lemas.
- mual.
- keringat berlebihan atau justru berhenti berkeringat saat cuaca sangat panas.
- detak jantung lebih cepat.
apabila muncul kebingungan, penurunan kesadaran, atau pingsan, segera cari pertolongan medis karena kondisi tersebut dapat mengarah pada heat stroke, yang merupakan keadaan darurat.
tips aman menghadapi cuaca panas
untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan:
- minum air putih secara rutin, jangan menunggu haus.
- gunakan pakaian longgar, tipis, dan berwarna terang.
- kenakan topi atau payung saat berada di luar ruangan.
- gunakan tabir surya jika beraktivitas di bawah sinar matahari.
- istirahat secara berkala di tempat yang teduh atau berpendingin.
- konsumsi buah yang mengandung banyak air, seperti semangka, melon, dan jeruk.
cara menjaga kendaraan saat cuaca panas
selain berdampak pada tubuh, suhu tinggi juga dapat memengaruhi kendaraan.
beberapa hal yang perlu diperiksa sebelum bepergian:
- kondisi air radiator.
- tekanan ban.
- cairan pendingin mesin.
- sistem ac kendaraan.
langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko gangguan selama perjalanan.
kondisi cuaca dapat berubah setiap saat. masyarakat disarankan mengikuti informasi resmi dari bmkg mengenai prakiraan cuaca, suhu udara, maupun potensi cuaca ekstrem agar dapat menyesuaikan aktivitas harian dengan lebih aman.
kesimpulan
suhu terasa yang mencapai sekitar 38 derajat celsius di jakarta dan surabaya menunjukkan bahwa risiko paparan panas meningkat, meskipun suhu udara yang tercatat tidak selalu setinggi itu. memahami perbedaan antara suhu udara dan heat index, membatasi aktivitas luar ruangan pada jam-jam terpanas, serta menjaga kecukupan cairan merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mencegah dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat cuaca panas.