Mobil Listrik Bekas Jadi Primadona Baru, Baterainya Masih Layak?
Mobil Listrik Bekas Mulai Menggoda, Berapa Lama Baterainya Bisa Bertahan?--
BACAKORAN.CO - Pasar mobil listrik bekas mulai menunjukkan geliat yang cukup signifikan di Indonesia.
Seiring bertambahnya jumlah kendaraan listrik yang telah digunakan selama beberapa tahun, kini konsumen memiliki lebih banyak pilihan dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding unit baru.
Kondisi tersebut membuat banyak calon pembeli mulai melirik mobil listrik bekas sebagai alternatif kendaraan ramah lingkungan dengan biaya kepemilikan yang lebih rendah.
Namun, di balik harga yang semakin menarik, satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah mengenai kondisi baterai.
BACA JUGA:Pelaku Penembakan Sengketa Lahan di Air Sugihan Berhasil Dibekuk, Kabur ke Provinsi Riau
Pasalnya, baterai merupakan komponen paling mahal pada mobil listrik dan sangat menentukan performa kendaraan dalam jangka panjang.
Secara umum, produsen mobil listrik merancang baterai lithium-ion agar mampu bertahan dalam waktu yang cukup lama.
Sebagian besar pabrikan bahkan memberikan garansi baterai selama 8 tahun atau sekitar 160.000 kilometer, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.
Garansi tersebut menunjukkan bahwa produsen memiliki keyakinan terhadap daya tahan baterai meskipun digunakan setiap hari.
BACA JUGA:Jadwal Piala Dunia 2026: Argentina Hadapi Mesir Babak 16 Besar, Ini Susunan Prakiraan Pemain
Dalam praktiknya, usia baterai mobil listrik bahkan bisa melampaui masa garansi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa degradasi baterai berlangsung secara bertahap.
Pada penggunaan normal, kapasitas baterai biasanya hanya berkurang sekitar 1 hingga 2 persen setiap tahun.
Artinya, setelah delapan hingga sepuluh tahun pemakaian, baterai masih mampu menyimpan sekitar 80 hingga 90 persen kapasitas awal.
Dengan kapasitas tersebut, mobil listrik tetap dapat digunakan untuk aktivitas harian tanpa mengalami penurunan performa yang terlalu signifikan.
BACA JUGA:Sering Dikira Spele, 5 Kebiasaan Ini Malah Bikin Kamu Dicap Toxic di Tempat Kerja!
BACA JUGA:7 Jenis Tanaman Pisang Hias yang Bikin Halaman Rumah Auto Tropis & Instagramable!
Jarak tempuh memang akan sedikit berkurang dibanding saat kendaraan masih baru, tetapi umumnya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan.
Meski demikian, ketahanan baterai sangat dipengaruhi oleh pola penggunaan kendaraan. Pengisian daya menggunakan fast charging secara terus-menerus dapat mempercepat degradasi baterai apabila tidak diimbangi dengan pengisian normal.
Selain itu, kebiasaan membiarkan baterai kosong hingga nol persen atau selalu mengisi hingga 100 persen juga dapat memengaruhi umur pakai dalam jangka panjang.
Faktor lingkungan turut berperan terhadap kesehatan baterai.
BACA JUGA:Trik Merawat Transmisi Mobil Manual Tetap Empuk dan Responsif Saat Terjebak Kemacetan Parah
BACA JUGA:Tak Hanya Jago Media Sosial, Ini Deretan Keunggulan Gen Z yang Jarang Disadari
Kendaraan yang sering terpapar suhu ekstrem atau diparkir di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama cenderung mengalami penurunan performa baterai lebih cepat dibanding kendaraan yang disimpan di tempat teduh.
Bagi calon pembeli mobil listrik bekas, mengecek kondisi kesehatan baterai atau battery health menjadi langkah yang sangat penting.
Saat ini beberapa merek telah menyediakan fitur diagnosis baterai melalui aplikasi maupun pemeriksaan resmi di bengkel.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, pembeli dapat mengetahui persentase kapasitas baterai yang masih tersisa sehingga dapat memperkirakan performa kendaraan ke depannya.
BACA JUGA:Ferrari SF90 Stradale: Supercar Hybrid 986 HP yang Melesat 0-100 Km/Jam Hanya 2,5 Detik
Selain kesehatan baterai, riwayat servis kendaraan juga perlu diperhatikan.
Mobil yang rutin melakukan perawatan sesuai rekomendasi pabrikan biasanya memiliki kondisi baterai yang lebih stabil.
Sebaliknya, kendaraan yang jarang dirawat berpotensi mengalami penurunan performa lebih cepat.
Keuntungan lain membeli mobil listrik bekas adalah biaya operasional yang tetap rendah.
BACA JUGA:5 Motor Paling Irit 2026, Cocok Buat Buruh dan Pelajar yang Mau Hemat BBM Tanpa Drama
BACA JUGA:Beli HP Juli 2026 atau Tunggu? 8 Smartphone Baru Ini Bisa Bikin Kamu Berubah Pikiran
Pengeluaran untuk pengisian daya listrik umumnya masih jauh lebih murah dibanding membeli bahan bakar minyak.
Ditambah lagi, komponen perawatan mobil listrik relatif lebih sedikit karena tidak memiliki oli mesin, busi, maupun transmisi konvensional yang membutuhkan penggantian berkala.
Meski biaya penggantian baterai masih tergolong tinggi, tren harga baterai dunia terus mengalami penurunan berkat perkembangan teknologi dan meningkatnya produksi secara massal.
Kondisi tersebut diperkirakan akan membuat biaya kepemilikan mobil listrik semakin kompetitif dalam beberapa tahun mendatang.
BACA JUGA:Piala Dunia 2026 Paksa Pelatih Ini Nganggur Berjamaah
Dengan semakin banyaknya pilihan unit bekas di pasaran, mobil listrik menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Selama kondisi baterai masih sehat dan riwayat perawatan kendaraan jelas, mobil listrik bekas dapat menjadi investasi yang layak sekaligus memberikan pengalaman berkendara yang efisien, senyap, dan hemat biaya untuk jangka panjang.