bacakoran.co

Sering Dipotong Saat Bicara? Bisa Jadi Anda Sedang Mengalami Mansplaining

Mansplaining merupakan pola komunikasi yang dianggap meremehkan lawan bicara. Kenali ciri, contoh, dan cara menyikapinya.-foto: ist-

BACAKORAN.CO - Istilah mansplaining semakin sering terdengar dalam percakapan di media sosial, dunia kerja, hingga lingkungan pendidikan.

Meski begitu, masih banyak orang yang belum memahami apa arti sebenarnya.

Mansplaining bukan berarti setiap kali laki-laki menjelaskan sesuatu kepada perempuan, melainkan mengacu pada cara berkomunikasi yang cenderung meremehkan atau menganggap lawan bicara tidak paham, tanpa dasar yang jelas.

Agar lebih mudah dipahami, berikut penjelasannya.

BACA JUGA:Pencarian Jasad Diterkam Buaya : Azan Sang Ayah Memecah Sunyi, Pernikahan Ipan Tinggal Menunggu Waktu

BACA JUGA:8 Besar Piala Dunia 2026: Pulangkan Kolombia, Swiss Tantang Argentina

Mansplaining adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan situasi ketika seorang laki-laki menjelaskan sesuatu kepada perempuan dengan nada menggurui atau merendahkan, padahal perempuan tersebut sudah memahami, bahkan bisa jadi lebih ahli dalam topik tersebut.

Istilah ini mulai populer setelah penulis Amerika Rebecca Solnit menerbitkan esai Men Explain Things to Me pada 2008.

Meskipun kata "mansplaining" tidak muncul dalam esai tersebut, gagasan yang diangkat kemudian melahirkan istilah yang kini diakui dalam berbagai kamus modern.

BACA JUGA:Mayat Masyuron Ditemukan Terikat Motor di Rawa Prabumulih, Pernah Mencoba Mengakhiri Hidup

BACA JUGA:Menembus Batas Kultur Kustom Mengapa Royal Enfield Shotgun 650 Jadi Moge Paling Provokatif di Jalanan?

Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:

  • Menjelaskan hal yang sebenarnya sudah diketahui lawan bicara.
  • Berasumsi orang lain tidak mengerti tanpa terlebih dahulu mendengarkan.
  • Mengabaikan pengalaman atau keahlian lawan bicara.
  • Memotong pembicaraan untuk mengambil alih penjelasan.
  • Menyampaikan informasi dengan nada menggurui atau merendahkan.

BACA JUGA:GIIAS 2026 Makin Dekat, Haruskah Tunda Beli Mobil? Ini Jawabannya

BACA JUGA:Teh Hijau Tulus Hadir dengan Makna Mendalam, Cerita tentang Kehampaan dan Harapan

Sering Dipotong Saat Bicara? Bisa Jadi Anda Sedang Mengalami Mansplaining

Vanny

Vanny


bacakoran.co - istilah mansplaining semakin sering terdengar dalam percakapan di media sosial, dunia kerja, hingga lingkungan pendidikan.

meski begitu, masih banyak orang yang belum memahami apa arti sebenarnya.

mansplaining bukan berarti setiap kali laki-laki menjelaskan sesuatu kepada perempuan, melainkan mengacu pada cara berkomunikasi yang cenderung meremehkan atau menganggap lawan bicara tidak paham, tanpa dasar yang jelas.

agar lebih mudah dipahami, berikut penjelasannya.

mansplaining adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan situasi ketika seorang laki-laki menjelaskan sesuatu kepada perempuan dengan nada menggurui atau merendahkan, padahal perempuan tersebut sudah memahami, bahkan bisa jadi lebih ahli dalam topik tersebut.

istilah ini mulai populer setelah penulis amerika rebecca solnit menerbitkan esai men explain things to me pada 2008.

meskipun kata "mansplaining" tidak muncul dalam esai tersebut, gagasan yang diangkat kemudian melahirkan istilah yang kini diakui dalam berbagai kamus modern.

beberapa tanda yang sering muncul antara lain:

  • menjelaskan hal yang sebenarnya sudah diketahui lawan bicara.
  • berasumsi orang lain tidak mengerti tanpa terlebih dahulu mendengarkan.
  • mengabaikan pengalaman atau keahlian lawan bicara.
  • memotong pembicaraan untuk mengambil alih penjelasan.
  • menyampaikan informasi dengan nada menggurui atau merendahkan.

fenomena ini bisa muncul di berbagai situasi, misalnya:

di kantor, seorang perempuan yang memimpin proyek sedang menjelaskan strategi kerja.

namun, rekan laki-laki kembali menjelaskan hal yang sama kepada peserta rapat seolah-olah penjelasan sebelumnya belum benar atau belum dipahami.

di kampus atau sekolah, mahasiswi yang menguasai materi justru terus dijelaskan oleh teman laki-lakinya tanpa pernah diminta, meski jawabannya sudah tepat.

dalam pergaulan, saat berdiskusi, seseorang terus memotong pembicaraan dan menganggap pendapat perempuan kurang akurat tanpa memberi kesempatan menjelaskan.

apa penyebabnya?

menurut kajian psikologi sosial, mansplaining dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • stereotip bahwa laki-laki dianggap lebih menguasai bidang tertentu.
  • kebiasaan komunikasi yang terbentuk sejak lama.
  • bias bawah sadar (unconscious bias) yang membuat seseorang tanpa sadar meremehkan kemampuan orang lain.

tidak semua pelaku menyadari bahwa cara berbicaranya dapat menimbulkan kesan merendahkan.

jika sering terjadi, mansplaining dapat menimbulkan beberapa dampak, antara lain:

  • menurunkan rasa percaya diri lawan bicara.
  • membuat seseorang enggan menyampaikan pendapat.
  • mengurangi kualitas diskusi dan kerja sama tim.
  • memicu kesalahpahaman dalam hubungan sosial maupun profesional.

memberikan penjelasan tidak selalu berarti melakukan mansplaining.

penjelasan yang disampaikan karena diminta, sesuai keahlian, dan dilakukan dengan menghargai lawan bicara merupakan bentuk komunikasi yang wajar.

yang menjadi masalah adalah ketika penjelasan didasari asumsi bahwa orang lain tidak tahu, tanpa mempertimbangkan kemampuan atau pengalaman yang dimilikinya.

untuk menyikapinya terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • dengarkan terlebih dahulu, lalu jelaskan bahwa anda sudah memahami topik tersebut.
  • sampaikan pendapat secara tenang dan berdasarkan fakta.
  • hindari membalas dengan sikap merendahkan.
  • bangun komunikasi yang saling menghargai dan memberi kesempatan semua orang untuk berbicara.

mansplaining bukan sekadar soal siapa yang berbicara, melainkan bagaimana cara seseorang menyampaikan penjelasan kepada orang lain.

memahami konsep ini dapat membantu menciptakan komunikasi yang lebih setara, baik di lingkungan kerja, pendidikan, maupun kehidupan sehari-hari.

pada akhirnya, diskusi yang sehat terjadi ketika setiap orang didengar, dihargai, dan tidak dipandang lebih rendah hanya karena asumsi tertentu.

Tag
Share