bacakoran.co

Dolar AS Bertahan Dekati Puncak Sepekan, Ketegangan Iran dan Lonjakan Harga Minyak Jadi Sorotan

Dolar AS Bertahan Dekati Puncak Sepekan, Ketegangan Iran dan Lonjakan Harga Minyak Jadi Sorotan.gbr.gemini--

 

Dolar AS Menguat di Tengah Ketidakpastian Global

BACAKORAN.CO, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di dekat level tertinggi dalam satu minggu pada perdagangan terbaru setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran telah berakhir. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap meningkatnya risiko geopolitik dan potensi terganggunya pasokan energi global.

Sentimen tersebut mendorong investor kembali memburu aset safe haven, sehingga menopang penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia.

BACA JUGA:Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp18.110 per Dolar AS, Emas Turun dan Yen Masih Tertekan

Harga Minyak Melonjak 5,1 Persen

Meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah juga berdampak pada pasar energi global. Harga minyak mentah melonjak sekitar 5,1 persen dan diperdagangkan di kisaran US$74,28 per barel.

Kenaikan harga minyak dipicu kekhawatiran bahwa konflik yang berkepanjangan dapat mengganggu distribusi dan produksi energi dari kawasan Timur Tengah yang menjadi salah satu pemasok minyak terbesar dunia.

Jika harga minyak terus bertahan tinggi, tekanan inflasi global berpotensi meningkat sehingga dapat memengaruhi kebijakan bank sentral di berbagai negara.

BACA JUGA:Rupiah Tertekan usai RI Alami Defisit Dagang Pertama sejak 2020, Simak Pergerakan Dolar, Yen, dan Harga Emas

Risalah FOMC: Inflasi Masih Menjadi Risiko

Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan para pembuat kebijakan di bank sentral AS masih menilai risiko inflasi berada pada level yang tinggi.

Sejumlah anggota FOMC menilai masih terdapat alasan untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat apabila tekanan harga kembali meningkat. Namun, mayoritas pembuat kebijakan juga memperkirakan siklus kenaikan suku bunga akan berakhir pada tahun ini apabila inflasi terus bergerak menuju target.

Sikap yang masih berhati-hati tersebut turut menjaga penguatan dolar AS di pasar valuta asing.

BACA JUGA:Dolar AS Menguat, Yen Jepang Terpuruk di Level Terendah 40 Tahun! Simak Kurs Mata Uang Asing Hari Ini

Data Manufaktur Selandia Baru Lampaui Ekspektasi

Dari kawasan Asia-Pasifik, data sektor manufaktur Selandia Baru menunjukkan perbaikan signifikan.

Indeks manufaktur naik menjadi 59,7 dari sebelumnya 51,3, sekaligus menjadi level tertinggi sejak Juli 2021. Data tersebut mendorong penguatan dolar Selandia Baru (NZD) yang diperdagangkan di kisaran 0,5716 terhadap dolar AS.

Kurs Valuta Asing Hari Ini

Berikut kurs referensi yang berlaku pada perdagangan hari ini:

Dolar AS Bertahan Dekati Puncak Sepekan, Ketegangan Iran dan Lonjakan Harga Minyak Jadi Sorotan

djarwo

djarwo


 

dolar as menguat di tengah ketidakpastian global

, jakarta – dolar amerika serikat (as) bertahan di dekat level tertinggi dalam satu minggu pada perdagangan terbaru setelah presiden menyatakan bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai dengan iran telah berakhir. pernyataan tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap meningkatnya risiko geopolitik dan potensi terganggunya pasokan energi global.

sentimen tersebut mendorong investor kembali memburu aset safe haven, sehingga menopang penguatan dolar as terhadap sejumlah mata uang utama dunia.

harga minyak melonjak 5,1 persen

meningkatnya ketegangan di kawasan timur tengah juga berdampak pada pasar energi global. harga minyak mentah melonjak sekitar 5,1 persen dan diperdagangkan di kisaran us$74,28 per barel.

kenaikan harga minyak dipicu kekhawatiran bahwa konflik yang berkepanjangan dapat mengganggu distribusi dan produksi energi dari kawasan timur tengah yang menjadi salah satu pemasok minyak terbesar dunia.

jika harga minyak terus bertahan tinggi, tekanan inflasi global berpotensi meningkat sehingga dapat memengaruhi kebijakan bank sentral di berbagai negara.

risalah fomc: inflasi masih menjadi risiko

risalah rapat federal open market committee (fomc) menunjukkan para pembuat kebijakan di bank sentral as masih menilai risiko inflasi berada pada level yang tinggi.

sejumlah anggota fomc menilai masih terdapat alasan untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat apabila tekanan harga kembali meningkat. namun, mayoritas pembuat kebijakan juga memperkirakan siklus kenaikan suku bunga akan berakhir pada tahun ini apabila inflasi terus bergerak menuju target.

sikap yang masih berhati-hati tersebut turut menjaga penguatan dolar as di pasar valuta asing.

data manufaktur selandia baru lampaui ekspektasi

dari kawasan asia-pasifik, data sektor manufaktur selandia baru menunjukkan perbaikan signifikan.

indeks manufaktur naik menjadi 59,7 dari sebelumnya 51,3, sekaligus menjadi level tertinggi sejak juli 2021. data tersebut mendorong penguatan dolar selandia baru (nzd) yang diperdagangkan di kisaran 0,5716 terhadap dolar as.

kurs valuta asing hari ini

berikut kurs referensi yang berlaku pada perdagangan hari ini:

mata uang    bank beli      bank jual

usd             rp18.010      rp18.090

sgd             rp13.904      rp14.009

eur              rp20.543      rp20.698

gbp              rp24.083      rp24.264

aud              rp12.458      rp12.561

nzd              rp10.281      rp10.370

jpy                rp110,61      rp111,55

chf               rp22.259      rp22.438

cad               rp12.695      rp12.790

cny               rp2.638,44    rp2.669,91

myr               rp4.403,91    rp4.452,91

thb               rp535,83      rp543,33

sar               rp4.788,39    rp4.824,18

krw              rp11,88         rp12,28

hkd              rp2.292,15     rp2.310,74

pergerakan pasar global

selain pergerakan mata uang, sejumlah komoditas utama juga menjadi perhatian investor:

  • minyak mentah (crude oil): us$74,28 per barel
  • emas (gold/xau): us$4.068,13 per troy ounce

kenaikan harga minyak dan tetap tingginya harga emas menunjukkan pelaku pasar masih mengantisipasi risiko geopolitik serta ketidakpastian arah kebijakan moneter global.

prospek pasar

pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan situasi geopolitik di timur tengah serta data ekonomi amerika serikat dalam beberapa hari ke depan. selain itu, arah kebijakan suku bunga bank sentral as masih menjadi faktor utama yang berpotensi menentukan pergerakan dolar as, harga komoditas, dan nilai tukar mata uang global.

sumber: ringkasan pasar keuangan global, risalah fomc federal reserve, dan data indikator manufaktur selandia baru.

 

Tag
Share