Rupiah Tertekan usai RI Alami Defisit Dagang Pertama sejak 2020, Simak Pergerakan Dolar, Yen, dan Harga Emas
Rupiah Tertekan usai RI Alami Defisit Dagang Pertama sejak 2020, Simak Pergerakan Dolar, Yen, dan Harga Emas .foto.katadata--
Rupiah Melemah di Tengah Defisit Dagang dan Sentimen Global
BACAKORAN.CO - Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan setelah Indonesia mencatat defisit neraca perdagangan sebesar USD1,61 miliar pada Mei 2026. Di saat yang sama, pernyataan pejabat bank sentral Amerika Serikat (The Fed), perkembangan negosiasi Timur Tengah, hingga kebijakan perdagangan AS ikut memengaruhi pergerakan pasar keuangan global.
Berdasarkan kurs terbaru, dolar Amerika Serikat (USD) berada di kisaran Rp17.930 untuk kurs beli dan Rp18.000 untuk kurs jual, sementara harga emas dunia kembali menguat meski harga minyak mentah justru melanjutkan penurunannya.
Defisit Perdagangan Indonesia Jadi Sorotan Pasar
Indonesia secara mengejutkan membukukan defisit perdagangan sebesar USD1,61 miliar pada Mei 2026. Angka tersebut berbalik dari surplus sekitar USD4,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Defisit ini juga jauh di bawah ekspektasi pelaku pasar yang sebelumnya memperkirakan Indonesia masih mampu mencatat surplus sekitar USD1,2 miliar.
Kondisi tersebut menjadi defisit perdagangan pertama sejak April 2020. Penurunan ekspor yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya impor menjadi faktor utama berubahnya neraca perdagangan nasional.
BACA JUGA:Pencuri 18 Suku Emas dan Uang Rp 80 Juta di Pagaralam Ternyata Masih Remaja
Situasi ini meningkatkan tekanan terhadap rupiah karena pasar cenderung lebih berhati-hati terhadap prospek perdagangan Indonesia dalam jangka pendek.
The Fed Masih Fokus Menekan Inflasi
Dari Amerika Serikat, Gubernur The Fed Kevin Warsh menyampaikan bahwa risiko kenaikan harga mulai mereda dalam beberapa pekan terakhir.
Meski demikian, ia kembali menegaskan komitmen bank sentral AS untuk membawa inflasi menuju target 2 persen.
Pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS masih akan dipertahankan pada level tinggi hingga inflasi benar-benar terkendali.
BACA JUGA:Dolar AS Melemah Tipis, Harga Emas dan Minyak Kompak Naik! Begini Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini
Ketidakpastian Dagang Amerika Utara Kembali Meningkat
Pemerintah Amerika Serikat juga memberikan sinyal tidak akan memperpanjang kesepakatan dagang dengan Kanada dan Meksiko.
Sebagai gantinya, pemerintah memilih melakukan evaluasi tahunan terhadap perjanjian perdagangan tersebut.