bacakoran.co

Jasad Korban Diterkam Buaya di Perairan Teluk Betung Ditemukan Mengapung Dekat Pintu Air, Tubuhnya Utuh

Proses evakuasi jasad Ipan Nurzaman yang sebelumnya hilang akibat di terkam buaya. (foto: tangkapan layar)--

BACAKORAN.CO – Setelah empat hari pencarian, jasad Ipan Nurzaman, (26), warga Bandung yang diterkam buaya saat memperbaiki kemudi kapal jukung di Perairan Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan akhirnya ditemukan, Kamis (9/7) sekitar pukul 17.15 WIB.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan tubuh membengkak, namun seluruh bagian tubuhnya masih utuh.

Penemuan itu mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan sejak korban hilang pada Senin (6/7) dini hari.

Jasad korban ditemukan di kawasan pintu air Ropi PT Stal Teluk Tenggulang, Kecamatan Tungkal Ilir, Banyuasin. Lokasi tersebut diperkirakan berjarak sekitar tiga hingga empat kilometer dari titik awal korban diterkam predator muara tersebut.

BACA JUGA:Perbaiki Kemudi Jukung, Pekerja Asal Bandung Diterkam Buaya

BACA JUGA:Pencarian Jasad Diterkam Buaya : Azan Sang Ayah Memecah Sunyi, Pernikahan Ipan Tinggal Menunggu Waktu

Tim gabungan dari Pangkalan Sandar Penuguan Ditpolairud Polda Sumsel, Basarnas Palembang, Polsek Pulau Rimau, Babinsa Teluk Betung, BPBD Banyuasin, TNI AL, masyarakat, serta keluarga korban langsung mengevakuasi jasad Ipan menuju daratan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Video proses evakuasi korban langsung beredar luas di berbagai platform media sosial. Rekaman itu memicu duka sekaligus rasa penasaran warganet, terutama karena jasad korban diterkam buaya di Teluk Betung Banyuasin ditemukan dalam kondisi utuh.

Pemerintah Desa Teluk Betung memastikan proses pencarian telah resmi berakhir.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Dengan mengucap Alhamdulillah, Pemerintah Desa Teluk Betung menyampaikan bahwa proses evakuasi korban diterkam buaya telah selesai dilaksanakan," tulis Pemerintah Desa Teluk Betung melalui akun media sosial resminya, Kamis malam.

BACA JUGA:Ih Ngeri, Warga Tulung Selapan Angkat Buaya Besar Tanpa Alat Pengaman

BACA JUGA:Kronologi Kejadian Gadis 15 Tahun Sampang Jadi Korban 27 Pelaku Kekerasan Seksual, Polres Tangkap 12 Orang

Pemerintah desa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari kepolisian, TNI, BPBD, pemerintah desa, hingga masyarakat yang bahu-membahu selama proses pencarian.

"Alhamdulillah atas izin Allah SWT, almarhum telah berhasil dievakuasi oleh Tim Gabungan dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," tulisnya.

Di media sosial, muncul berbagai spekulasi mengenai kondisi jenazah yang masih utuh. Sebagian warganet mengaitkannya dengan hal-hal mistis. Namun, penjelasan berbeda disampaikan pemilik akun @Amelia Novitasari, yang mengaku memiliki keluarga seorang pawang buaya di kawasan Pemulutan, Sumatera Selatan.

Menurutnya, kondisi tubuh korban yang utuh merupakan perilaku alami buaya, bukan berkaitan dengan unsur gaib.

BACA JUGA:Xiaomi 18 Pro Max HP Snapdragon 2nm & Baterai 8.500mAh Pengubah Game 2026

BACA JUGA:5 Alasan Honda Rebel 500 Jadi Big Bike Terlaris yang Cocok untuk Pemula hingga Senior

"Yang menerkam korban memang buaya, bukan makhluk gaib ataupun hantu air. Buaya itu diperkirakan masih berukuran dua sampai tiga meter atau masih remaja. Biasanya buaya kecil membawa mangsanya ke tempat yang aman atau sarang lebih dahulu," tulisnya.

Ia menjelaskan, buaya berukuran relatif kecil belum tentu langsung mengonsumsi mangsanya di lokasi kejadian. Hewan tersebut cenderung menyimpan mangsa terlebih dahulu di sungai kecil atau lokasi yang dianggap aman.

Penjelasan itu sekaligus menjawab rasa penasaran publik mengenai mengapa jasad korban serangan buaya ditemukan masih utuh setelah empat hari hilang. Meski demikian, penyebab pasti perilaku satwa liar tersebut tetap memerlukan kajian ilmiah dan tidak dapat digeneralisasi pada seluruh kasus serangan buaya.

Korban diketahui sebelumnya datang ke Teluk Betung untuk membantu rekannya memperbaiki kemudi kapal jukung. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Apalagi, pria asal Bandung itu dikabarkan tengah mempersiapkan pernikahan sebelum musibah tragis tersebut terjadi.

Jasad Korban Diterkam Buaya di Perairan Teluk Betung Ditemukan Mengapung Dekat Pintu Air, Tubuhnya Utuh

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co – setelah empat hari pencarian, (26), warga bandung yang saat memperbaiki kemudi kapal jukung di perairan teluk betung, kecamatan pulau rimau, kabupaten banyuasin, sumatera selatan akhirnya kamis (9/7) sekitar pukul 17.15 wib.

korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan tubuh membengkak, namun seluruh bagian .

penemuan itu mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan tim sar gabungan sejak korban hilang pada senin (6/7) dini hari.

jasad korban ditemukan di kawasan pintu air ropi pt stal teluk tenggulang, kecamatan tungkal ilir, banyuasin. lokasi tersebut diperkirakan berjarak sekitar tiga hingga empat kilometer dari titik awal korban diterkam predator muara tersebut.



tim gabungan dari pangkalan sandar penuguan ditpolairud polda sumsel, basarnas palembang, polsek pulau rimau, babinsa teluk betung, bpbd banyuasin, tni al, masyarakat, serta keluarga korban langsung mengevakuasi jasad ipan menuju daratan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

video proses evakuasi korban langsung beredar luas di berbagai platform media sosial. rekaman itu memicu duka sekaligus rasa penasaran warganet, terutama karena jasad korban diterkam buaya di teluk betung banyuasin ditemukan dalam kondisi utuh.

pemerintah desa teluk betung memastikan proses pencarian telah resmi berakhir.

"innalillahi wa inna ilaihi raji'un. dengan mengucap alhamdulillah, pemerintah desa teluk betung menyampaikan bahwa proses evakuasi korban diterkam buaya telah selesai dilaksanakan," tulis pemerintah desa teluk betung melalui akun media sosial resminya, kamis malam.



pemerintah desa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari kepolisian, tni, bpbd, pemerintah desa, hingga masyarakat yang bahu-membahu selama proses pencarian.

"alhamdulillah atas izin allah swt, almarhum telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," tulisnya.

di media sosial, muncul berbagai spekulasi mengenai kondisi jenazah yang masih utuh. sebagian warganet mengaitkannya dengan hal-hal mistis. namun, penjelasan berbeda disampaikan pemilik akun @amelia novitasari, yang mengaku memiliki keluarga seorang pawang buaya di kawasan pemulutan, sumatera selatan.

menurutnya, kondisi tubuh korban yang utuh merupakan perilaku alami buaya, bukan berkaitan dengan unsur gaib.



"yang menerkam korban memang buaya, bukan makhluk gaib ataupun hantu air. buaya itu diperkirakan masih berukuran dua sampai tiga meter atau masih remaja. biasanya buaya kecil membawa mangsanya ke tempat yang aman atau sarang lebih dahulu," tulisnya.

ia menjelaskan, buaya berukuran relatif kecil belum tentu langsung mengonsumsi mangsanya di lokasi kejadian. hewan tersebut cenderung menyimpan mangsa terlebih dahulu di sungai kecil atau lokasi yang dianggap aman.

penjelasan itu sekaligus menjawab rasa penasaran publik mengenai mengapa jasad korban serangan buaya ditemukan masih utuh setelah empat hari hilang. meski demikian, penyebab pasti perilaku satwa liar tersebut tetap memerlukan kajian ilmiah dan tidak dapat digeneralisasi pada seluruh kasus serangan buaya.

korban diketahui sebelumnya datang ke teluk betung untuk membantu rekannya memperbaiki kemudi kapal jukung. kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. apalagi, pria asal bandung itu dikabarkan tengah mempersiapkan pernikahan sebelum musibah tragis tersebut terjadi.

Tag
Share