Investor Wajib Tahu! Ini Perbandingan Imbal Hasil Bersih SBN dan Deposito
Setelah Pajak, Apakah SBN Masih Lebih Unggul dari Deposito? Ini Faktanya-foto: ist-
BACAKORAN.CO - Minat masyarakat terhadap investasi Surat Berharga Negara (SBN) kembali meningkat pada Juli 2026.
Produk investasi yang diterbitkan pemerintah ini menjadi salah satu pilihan favorit karena menawarkan tingkat keamanan yang tinggi, imbal hasil yang kompetitif, serta dijamin oleh negara selama investor memegangnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, masih banyak calon investor yang bertanya-tanya mengenai besaran keuntungan bersih yang akan diterima setelah dikenakan pajak.
Pertanyaan lain yang juga sering muncul adalah apakah keuntungan bersih dari SBN masih lebih menarik dibandingkan deposito perbankan.
BACA JUGA:Minggu Pertama Sekolah, Video Dugaan Bullying siswa SMP Viral, Diduga di Lubuklinggau
BACA JUGA:Bansos Digital Oktober 2026: Cara Daftar, Syarat, Cek Status Penerima, dan Hal yang Perlu Diketahui
SBN merupakan instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah Indonesia sebagai salah satu sumber pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selain memperoleh imbal hasil secara berkala, investor juga turut berpartisipasi dalam pembangunan nasional melalui dana yang diinvestasikan.
Keuntungan utama SBN terletak pada tingkat risikonya yang relatif rendah.
Pemerintah menjamin pembayaran pokok investasi maupun kupon sesuai ketentuan yang berlaku sehingga instrumen ini sering dipilih oleh investor dengan profil risiko konservatif hingga moderat.
BACA JUGA:Xiaomi 18 Pro Max HP Snapdragon 2nm & Baterai 8.500mAh Pengubah Game 2026
Namun, keuntungan yang diterima investor bukanlah nilai kupon secara penuh.
Imbal hasil tersebut akan dikenakan pajak sesuai regulasi perpajakan yang berlaku.
Oleh sebab itu, investor perlu menghitung keuntungan bersih atau net return agar dapat membandingkannya dengan instrumen investasi lain seperti deposito.
Sebagai ilustrasi, apabila sebuah seri SBN menawarkan kupon tetap sebesar 6,50 persen per tahun dan tarif pajak atas kupon sebesar 10 persen, maka keuntungan bersih yang diterima investor menjadi sekitar 5,85 persen per tahun.
BACA JUGA:5 Alasan Honda Rebel 500 Jadi Big Bike Terlaris yang Cocok untuk Pemula hingga Senior
Perhitungan tersebut diperoleh dari pengurangan pajak terhadap nilai kupon yang dibayarkan pemerintah kepada investor.
Sementara itu, deposito bank juga memberikan bunga yang menarik, namun bunga deposito dikenakan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.
Besaran bunga deposito sangat bergantung pada kebijakan masing-masing bank, jangka waktu penempatan dana, serta kondisi suku bunga acuan.
Dalam banyak kondisi, selisih keuntungan bersih antara SBN dan deposito tidak hanya ditentukan oleh besarnya kupon atau bunga, tetapi juga dipengaruhi oleh besaran pajak, biaya administrasi, hingga fleksibilitas produk investasi tersebut.
BACA JUGA:Punya Dana Sekitar Rp10 Juta, Lebih Untung Beli Emas Antam 1 Gram Bertahap atau Langsung 3 Gram?
SBN memiliki beberapa keunggulan lain yang membuatnya semakin diminati masyarakat.
Investor dapat mulai berinvestasi dengan nominal yang relatif terjangkau.
Selain itu, beberapa jenis SBN juga dapat diperdagangkan di pasar sekunder sehingga memberikan fleksibilitas apabila investor ingin menjual kepemilikannya sebelum jatuh tempo, meskipun harga jual dapat berubah mengikuti kondisi pasar.
Di sisi lain, deposito lebih cocok bagi masyarakat yang mengutamakan kepastian bunga tanpa terpengaruh fluktuasi harga pasar.
BACA JUGA:Tablet Anak untuk Belajar Terbaik 2026, Ini 4 Rekomendasinya
BACA JUGA:Kemendikdasmen Majukan Jadwal Sulingjar 2026, Guru Wajib Cermati
Deposito juga mudah dipahami dan tersedia hampir di seluruh perbankan di Indonesia.
Sebelum menentukan pilihan investasi, masyarakat sebaiknya tidak hanya melihat besarnya imbal hasil.
Faktor lain seperti tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, jangka waktu investasi, serta profil risiko juga perlu menjadi pertimbangan utama.
Bagi investor yang menginginkan instrumen dengan jaminan pemerintah serta potensi imbal hasil bersih yang kompetitif, SBN dapat menjadi salah satu alternatif menarik.
Sebaliknya, deposito tetap relevan bagi mereka yang lebih nyaman menyimpan dana di perbankan dengan sistem yang sudah familiar.
Pada akhirnya, keputusan memilih antara SBN dan deposito sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing investor.
Memahami cara menghitung keuntungan bersih setelah pajak menjadi langkah penting agar keputusan investasi dilakukan berdasarkan perhitungan yang rasional, bukan hanya melihat angka imbal hasil yang tertera dalam penawaran.