Viral! Satpol PP Manado Kempes Ban Kendaraan Antre Solar di SPBU Politeknik: Warga Geram, Bukan Solusi
Kontroversi Satpol PP Manado Kempes Ban Antrean Solar--twitter
BACAKORAN.CO – Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Manado menuai kritik keras setelah video mereka mengempeskan ban kendaraan yang mengantre solar viral di media sosial.
Aksi ini terjadi di sekitar SPBU Politeknik, Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Manado, di tengah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar yang tengah melanda wilayah tersebut.
Video berdurasi sekitar 70 detik yang diunggah akun X (Twitter) @cadoize3 pada Selasa, 14 Juli 2026, telah ditonton lebih dari 109 ribu kali hingga sore hari ini.
Dalam video tersebut terlihat petugas berpakaian dinas mendekati truk dan mobil yang sedang mengantre, kemudian mengempeskan ban menggunakan alat.
“Lelah Berjuang Demi Keluarga, Anak, dan Istri. Ban Malah Dikempeskan Saat Antri Solar Berjam-jam," tulis keterangan dalam overlay video.
Aksi ini dilakukan petugas untuk mengurai antrean panjang yang disebabkan kelangkaan solar.
Namun, langkah tersebut justru dinilai kontraproduktif dan menambah beban warga yang sudah lelah mengantre berjam-jam.
Komentar warganet sebagian besar mengecam aksi tersebut.
“Mengurai antrean itu penting, tapi mengempeskan ban kendaraan di tengah kelangkaan solar terasa seperti mengobati gejala, bukan menyelesaikan akar masalah. Masyarakat butuh solusi distribusi BBM yang lebih baik," tulis @MuhammadTuhasan.
BACA JUGA:Mahfud MD Beberkan 3 Skenario Kasus Febrie Ardiansyah: Bisa Menang Praperadilan atau Hukuman Mati?
Sementara @KangDien_Wae menambahkan, “Antre berjam-jam demi solar, malah ban dikempes. Solusi sungguh kreatif, tapi sayang bukan untuk menyelesaikan masalahnya.”
“aneh banget, bukan nya bantuin malah nyusahin," tulis @restafajri.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Manado atau pihak Satpol PP dan Dishub terkait kontroversi tersebut.
Kelangkaan solar di Manado dan beberapa daerah lain di Sulawesi Utara belakangan ini sering dikeluhkan warga akibat pasokan yang tidak lancar dari Pertamina.