BACAKORAN.CO - Mobil listrik (Electric Vehicle/EV) semakin diminati karena menawarkan biaya operasional yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Namun, masih banyak pemilik kendaraan listrik yang belum memahami cara merawat baterai dengan benar.
Salah satu kebiasaan yang masih sering dilakukan adalah menggunakan mobil hingga indikator baterai menunjukkan 0 persen sebelum kembali mengisi daya. Padahal, kebiasaan tersebut tidak disarankan karena berpotensi mempercepat penurunan performa baterai dalam jangka panjang.
Mengapa Baterai EV Tidak Dianjurkan Habis hingga 0 Persen?
Baterai lithium-ion bekerja paling efisien pada rentang kapasitas tertentu. Ketika baterai berulang kali dikosongkan hingga sangat rendah, sel baterai akan menerima beban kerja yang lebih besar dibandingkan penggunaan normal.
Dampak Sering Menguras Baterai Mobil Listrik hingga Habis
- Mempercepat Degradasi Baterai
Degradasi merupakan proses alami yang terjadi pada semua baterai lithium-ion. Namun, frekuensi pengosongan hingga level sangat rendah dapat mempercepat penurunan kapasitas penyimpanan energi.
Akibatnya, kemampuan baterai untuk menyimpan daya akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia pemakaian.
Sebagian besar mobil listrik memang memiliki sistem perlindungan agar kondisi tersebut tidak terjadi. Namun apabila kejadian ini berulang, umur baterai tetap berpotensi menjadi lebih pendek.
- Jarak Tempuh Semakin Menurun
Berkurangnya kapasitas baterai secara langsung memengaruhi jarak tempuh kendaraan.
Semakin besar degradasi yang terjadi, semakin sedikit energi yang dapat disimpan sehingga mobil tidak lagi mampu menempuh jarak sejauh saat kondisi baterai masih baru.
Jangan Jadi Kebiasaan! Sering Menguras Baterai Mobil Listrik hingga 0 Persen Ternyata Mempercepat Kerusakan
ase erlina
djarwo
- (electric vehicle/ev) semakin diminati karena menawarkan biaya operasional yang lebih hemat dan ramah lingkungan. namun, masih banyak pemilik yang belum memahami cara merawat baterai dengan benar.
salah satu kebiasaan yang masih sering dilakukan adalah menggunakan mobil hingga indikator baterai menunjukkan 0 persen sebelum kembali mengisi daya. padahal, kebiasaan tersebut tidak disarankan karena berpotensi mempercepat penurunan performa baterai dalam jangka panjang.
para teknisi maupun produsen kendaraan listrik sepakat bahwa baterai lithium-ion memiliki usia pakai yang lebih optimal apabila tidak terlalu sering berada pada kondisi sangat penuh maupun sangat kosong.
mengapa baterai ev tidak dianjurkan habis hingga 0 persen?
baterai lithium-ion bekerja paling efisien pada rentang kapasitas tertentu. ketika baterai berulang kali dikosongkan hingga sangat rendah, sel baterai akan menerima beban kerja yang lebih besar dibandingkan penggunaan normal.
meskipun sistem manajemen baterai atau battery management system (bms) telah dirancang untuk memberikan perlindungan, kebiasaan mengemudi hingga indikator menunjukkan 0 persen tetap dapat mempercepat proses degradasi kapasitas baterai.
dampak sering menguras baterai mobil listrik hingga habis
- mempercepat degradasi baterai
degradasi merupakan proses alami yang terjadi pada semua baterai lithium-ion. namun, frekuensi pengosongan hingga level sangat rendah dapat mempercepat penurunan kapasitas penyimpanan energi.
akibatnya, kemampuan baterai untuk menyimpan daya akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia pemakaian.
- berisiko mengalami deep discharge
ketika baterai dibiarkan kosong dalam waktu yang lama, tegangan sel dapat turun ke level yang terlalu rendah atau dikenal sebagai deep discharge.
sebagian besar mobil listrik memang memiliki sistem perlindungan agar kondisi tersebut tidak terjadi. namun apabila kejadian ini berulang, umur baterai tetap berpotensi menjadi lebih pendek.
- jarak tempuh semakin menurun
berkurangnya kapasitas baterai secara langsung memengaruhi jarak tempuh kendaraan.
semakin besar degradasi yang terjadi, semakin sedikit energi yang dapat disimpan sehingga mobil tidak lagi mampu menempuh jarak sejauh saat kondisi baterai masih baru.
- mobil masuk mode perlindungan
saat kapasitas baterai berada di level sangat rendah, sistem kendaraan biasanya akan mengaktifkan mode perlindungan.
pada kondisi ini, tenaga motor listrik dapat dikurangi, akselerasi menjadi lebih lambat, bahkan beberapa fitur non-prioritas akan dibatasi agar energi tersisa cukup untuk membawa kendaraan menuju lokasi pengisian daya.
- berpotensi menimbulkan biaya perbaikan yang mahal
apabila baterai mengalami kerusakan akibat penggunaan ekstrem dalam jangka panjang, biaya perbaikannya tidak murah.
dalam beberapa kasus, penggantian modul baterai bahkan paket baterai secara keseluruhan dapat menghabiskan biaya yang sangat besar dibandingkan biaya perawatan rutin.
benarkah angka 0 persen berarti baterai benar-benar habis?
jawabannya, tidak selalu.
sebagian besar produsen mobil listrik menyisakan cadangan energi (buffer) yang tidak ditampilkan pada panel instrumen. cadangan ini berfungsi melindungi sel baterai agar tidak benar-benar mencapai kondisi kosong total.
artinya, ketika layar menunjukkan 0 persen, sebenarnya masih terdapat sedikit energi yang disimpan oleh sistem sebagai perlindungan.
meski demikian, keberadaan buffer tersebut bukan berarti pengguna dianjurkan membiasakan mengemudi hingga indikator mencapai nol persen. kebiasaan tersebut tetap memberikan tekanan yang lebih besar pada baterai dibandingkan melakukan pengisian sebelum daya terlalu rendah.
cara menjaga baterai mobil listrik tetap awet
agar usia baterai lebih panjang dan performanya tetap optimal, berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:
gunakan baterai pada kisaran 20–80 persen untuk penggunaan harian jika memungkinkan.
isi daya hingga 100 persen hanya ketika membutuhkan jarak tempuh maksimal, misalnya sebelum perjalanan jauh.
hindari membiarkan mobil dalam kondisi baterai sangat penuh atau sangat kosong selama berhari-hari.
gunakan metode pengisian daya sesuai rekomendasi pabrikan.
manfaatkan fitur battery management system (bms) yang tersedia pada kendaraan.
menguras baterai mobil listrik hingga 0 persen sesekali umumnya tidak akan langsung merusak baterai karena kendaraan telah dibekali sistem perlindungan. namun, jika dilakukan secara berulang dan menjadi kebiasaan, kondisi tersebut dapat mempercepat degradasi baterai, mengurangi jarak tempuh, meningkatkan risiko deep discharge, hingga berpotensi menimbulkan biaya perbaikan yang tinggi.
karena itu, menjaga level baterai tetap berada pada kisaran ideal dan mengisi ulang sebelum terlalu rendah menjadi salah satu cara paling efektif untuk mempertahankan kesehatan baterai serta memperpanjang usia pakai mobil listrik.(lina ase)
- Tag
-
- Share
-