Panen Kangkung 72,2 Kilogram, Rutan Kelas I Palembang Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Panen Kangkung 72,2 Kilogram, Rutan Kelas I Palembang Dukung Ketahanan Pangan Nasional.gbr.ist--
Rutan Kelas I Palembang Panen 72,2 Kilogram Kangkung, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
BACAKORAN.CO, PALEMBANG – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui kegiatan panen kangkung yang menghasilkan 72,2 kilogram. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (21/7/2026) ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan pembinaan kemandirian warga binaan.
Panen dilakukan di area branggang Rutan Kelas I Palembang dan dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Palembang, Muhammad Rolan, bersama jajaran pejabat struktural.
Program tersebut merupakan bentuk optimalisasi pemanfaatan lahan yang tersedia agar memberikan manfaat nyata bagi lingkungan pemasyarakatan.
BACA JUGA:Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Resmi Mundur dari Kepala BGN, Sosok Pengganti Disebut Adik Sendiri?
Panen Kangkung Hasilkan 72,2 Kilogram
Dari hasil budidaya yang dilakukan secara berkelanjutan, Rutan Kelas I Palembang berhasil memanen 72,2 kilogram kangkung dengan kualitas yang baik.
Hasil panen tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan bahan pangan di lingkungan Rutan sekaligus menjadi bagian dari implementasi program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan di lingkungan pemasyarakatan dapat memberikan nilai tambah sekaligus mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
BACA JUGA:Rutan Kelas I Palembang Dukung PKS Persidangan Elektronik Ditjenpas Sumsel
Pembinaan Warga Binaan Melalui Pertanian Produktif
Program budidaya kangkung tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi warga binaan.
Melalui kegiatan pertanian, warga binaan memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Konsep pembinaan produktif ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi para peserta program.