bacakoran.co

Sistem Merit Diterapkan, Kemenag Sumsel Tegaskan Gender dan Kondisi Fisik Bukan Penghalang Jabatan

Kemenag Sumsel Tegaskan Gender dan Kondisi Fisik Bukan Penghalang Jabatan.gbr.ist--

Sistem Merit Diterapkan, Kemenag Sumsel Tegaskan Gender dan Kondisi Fisik Bukan Penghalang Jabatan

BACAKORAN.CO, PALEMBANG – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya menerapkan sistem merit dan manajemen talenta sebagai dasar utama dalam pengisian jabatan aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan ini memastikan promosi jabatan dilakukan berdasarkan kompetensi, potensi, dan rekam jejak, tanpa membedakan gender, suku, agama, maupun kondisi fisik.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, saat membuka Uji Kompetensi Pengisian Jabatan Manajerial dan Non-Manajerial di Hotel Sintesa Peninsula, Palembang, Selasa (21/7/2026).

BACA JUGA:Kemenag Sumsel Dorong Pesantren Go Digital: Jamin Hak Belajar Santri

Kegiatan pemetaan potensi yang berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 Juli 2026, diikuti oleh puluhan ASN dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Smart ASN melalui sistem pengembangan karier yang lebih transparan, objektif, dan berkeadilan.

Sistem Merit Jadi Dasar Pengembangan Karier ASN

Menurut Syafitri Irwan, penerapan manajemen talenta kini menjadi kebutuhan penting dalam membangun sumber daya manusia yang profesional di lingkungan Kementerian Agama.

Ia menegaskan bahwa penempatan pegawai pada jabatan strategis tidak lagi didasarkan pada faktor nonkompetensi, melainkan sepenuhnya mengacu pada kemampuan individu.

BACA JUGA:Kemenag Tegaskan Uang Kas Masjid Tetap Dikelola DKM atau Takmir Masjid,

"Penerapan manajemen talenta sudah sangat mendesak hari ini. Kelak, manajemen talenta inilah yang menjadi tolok ukur utama pengembangan SDM kita, khususnya dalam menyiapkan figur-figur tepat untuk mengisi berbagai jabatan strategis," ujar Syafitri Irwan.

Dengan pendekatan tersebut, setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang selama memenuhi persyaratan kompetensi yang telah ditetapkan.

Gender dan Kondisi Fisik Tidak Lagi Menjadi Pertimbangan

Dalam arahannya, Syafitri Irwan menegaskan bahwa era pengisian jabatan berdasarkan latar belakang primordial telah berakhir.

Menurutnya, sistem merit memastikan seluruh ASN memperoleh kesempatan yang setara tanpa diskriminasi.

BACA JUGA:Panduan Lengkap Seleksi CPNS 2026: Jadwal, Formasi, Cara Daftar SSCASN hingga Tips Lolos SKD

Sistem Merit Diterapkan, Kemenag Sumsel Tegaskan Gender dan Kondisi Fisik Bukan Penghalang Jabatan

kemas rauf

djarwo


sistem merit diterapkan, kemenag sumsel tegaskan gender dan kondisi fisik bukan penghalang jabatan

bacakoran.co, palembang – kantor wilayah (kanwil kemenag) provinsi sumatera selatan menegaskan komitmennya menerapkan sistem merit dan manajemen talenta sebagai dasar utama dalam pengisian jabatan aparatur sipil negara (). kebijakan ini memastikan promosi jabatan dilakukan berdasarkan kompetensi, potensi, dan rekam jejak, tanpa membedakan gender, suku, agama, maupun kondisi fisik.

penegasan tersebut disampaikan kepala kanwil kemenag sumsel, syafitri irwan, saat membuka uji kompetensi pengisian jabatan manajerial dan non-manajerial di hotel sintesa peninsula, palembang, selasa (21/7/2026).

kegiatan pemetaan potensi yang berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 juli 2026, diikuti oleh puluhan asn dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan smart asn melalui sistem pengembangan karier yang lebih transparan, objektif, dan berkeadilan.

sistem merit jadi dasar pengembangan karier asn

menurut syafitri irwan, penerapan manajemen talenta kini menjadi kebutuhan penting dalam membangun sumber daya manusia yang profesional di lingkungan kementerian agama.

ia menegaskan bahwa penempatan pegawai pada jabatan strategis tidak lagi didasarkan pada faktor nonkompetensi, melainkan sepenuhnya mengacu pada kemampuan individu.

"penerapan manajemen talenta sudah sangat mendesak hari ini. kelak, manajemen talenta inilah yang menjadi tolok ukur utama pengembangan sdm kita, khususnya dalam menyiapkan figur-figur tepat untuk mengisi berbagai jabatan strategis," ujar syafitri irwan.

dengan pendekatan tersebut, setiap asn memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang selama memenuhi persyaratan kompetensi yang telah ditetapkan.

gender dan kondisi fisik tidak lagi menjadi pertimbangan

dalam arahannya, syafitri irwan menegaskan bahwa era pengisian jabatan berdasarkan latar belakang primordial telah berakhir.

menurutnya, sistem merit memastikan seluruh asn memperoleh kesempatan yang setara tanpa diskriminasi.

"hari ini, gender bukan lagi persoalan. kita tidak lagi melihat suku, etnis, agama, maupun kondisi fisik seseorang dalam mengamanahkan suatu jabatan. potensi dan posisi jabatan kini sepenuhnya ditentukan oleh kompetensi asn itu sendiri," tegasnya.

ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti proses asesmen dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari peningkatan kualitas diri.

"jadilah asn yang selalu ingin belajar, belajar, dan terus belajar," tambahnya.

uji kompetensi diikuti 28 asn

ketua panitia yang juga kepala bagian tata usaha kanwil kemenag sumsel, taufiq, menjelaskan bahwa kegiatan uji kompetensi diikuti oleh 28 peserta.

untuk menjamin objektivitas hasil penilaian, proses asesmen didampingi empat asesor dari biro sdm kementerian agama republik indonesia.

pelibatan asesor independen tersebut bertujuan memastikan seluruh tahapan berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel sehingga hasil pemetaan benar-benar mencerminkan kompetensi peserta.

manajemen talenta dorong pelayanan publik lebih berkualitas

penerapan manajemen talenta merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang tengah dijalankan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

melalui sistem ini, setiap asn dipetakan berdasarkan potensi, kompetensi, pengalaman, dan kinerja sehingga organisasi memiliki data yang lebih akurat dalam menempatkan pegawai pada posisi yang sesuai.

pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas organisasi sekaligus mempercepat regenerasi kepemimpinan di lingkungan kementerian agama.

selain memberikan peluang karier yang lebih adil, sistem merit juga mendorong budaya kerja yang kompetitif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

komitmen mewujudkan asn profesional dan inklusif

kanwil kemenag sumatera selatan berharap penerapan sistem merit dan manajemen talenta dapat melahirkan pejabat yang memiliki integritas tinggi, kompeten, serta mampu menghadapi tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks.

melalui proses seleksi yang objektif dan berbasis kompetensi, organisasi diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus mampu menghadirkan pelayanan keagamaan yang berkualitas bagi masyarakat.

dengan penerapan sistem merit secara konsisten, pengembangan karier asn tidak lagi dipengaruhi faktor nonteknis, melainkan sepenuhnya didasarkan pada kemampuan, prestasi, dan potensi setiap pegawai. kebijakan ini menjadi langkah penting dalam membangun birokrasi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Tag
Share