Choirul Anwar Korupsi Rp10,2 Miliar di Kebun Binatang Surabaya, Satwa Kelaparan: Rp7,4 Miliar Masuk Kantong!
Mantan Direktur Kebun Binatang Surabaya Choirul Anwar ditetapkan tersangka korupsi Rp10,2 miliar dana pakan satwa. --Twitter
BACAKORAN.CO – Mantan Direktur Kebun Binatang Surabaya (KBS) Choirul Anwar ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana operasional satwa senilai Rp10,2 miliar.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp7,4 miliar diduga masuk ke kantong pribadi selama delapan tahun masa jabatannya.
Akibatnya puluhan satwa mengalami penderitaan, kurus kering, sakit hingga mati karena kekurangan pakan dan perawatan yang memadai.
Video penangkapan Choirul Anwar yang beredar di X (Twitter) menjadi viral dengan lebih dari 1,13 juta tayangan per 23 Juli 2026.
BACA JUGA:Baru Dilantik, Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono Pastikan Tak Punya Kepentingan Dapur dan SPPG
Dalam ! tersebut, pria yang mengenakan rompi merah terlihat tersenyum saat diborgol dan digiring petugas pada malam hari.
Narasi video menunjukkan Choirul Anwar yang sempat menjabat sebagai direktur KBS diduga melakukan penggelapan dana secara sistematis.
Menurut data yang diunggah oleh akun @xcandrapratams pada Rabu, 22 Juli 2026, modus korupsi dilakukan dengan memerintahkan staf membuat pengeluaran fiktif, kegiatan yang tidak sesuai peruntukan hingga kepentingan pribadi.
Semua itu ditutupi melalui laporan pertanggungjawaban (LPJ) seolah-olah dana digunakan untuk operasional kebun binatang.
BACA JUGA:Rangkap Jabatan Wamentan, Sudaryono Resmi Jadi Kepala Badan Gizi Nasional Gantikan Nanik Deyang
“Duit dimakan sendiri, satwanya yang jadi korban. Kurang kejem gimane coba ini orang,” tulis @xcandrapratams dalam unggahan utama yang mendapat puluhan ribu likes dan repost.
Akun yang sama juga membagikan foto satwa seperti harimau dan unta yang tampak kurus serta lemah di kandang KBS.
Choirul Anwar sudah ditetapkan tersangka dan ditahan untuk kepentingan penyidikan. Proses hukum masih berjalan, termasuk ancaman pidana penjara yang akan dijatuhkan.
Warganet di X ramai bereaksi dengan amarah.