bacakoran.co

Membara! Bentrok Dua Kelompok Warga di Matraman dan Menteng, Diduga Dipicu Penolakan Bayar Nasi Uduk

Bentrok Matraman-Menteng 26 Juli 2026 Preman Tolak Bayar Nasi Uduk Rusak Gerobak hingga Kebakaran--Twitter

BACAKORAN.CO – Pada Minggu 26 Juli 2026, Jakarta Pusat kembali menjadi sorotan akibat dua insiden keributan yang cepat viral di media sosial.

Dua kelompok warga bentrok di Jalan Matraman Dalam setelah dugaan penolakan membayar di warung nasi uduk disertai perusakan dagangan.

Hampir bersamaan, perselisihan serupa di Menteng melibatkan nasi kuning berujung kebakaran bangunan.

Kejadian ini mencerminkan keresahan mendalam masyarakat terhadap premanisme dan ketegangan sosial di ibu kota. 

BACA JUGA:Innalillahi, Pria di Tabanan Tewas Dikeroyok Massa Usai Dituding Mencuri Ayam Aduan, Anak Histeris di Lokasi

Menurut video yang dibagikan @Kosimatkasah pada 26 Juli 2026, keributan bermula saat sekelompok pria diduga menolak membayar di warung nasi uduk dan merusak dagangan.

Situasi memanas hingga dua kelompok warga bentrok di Jalan Matraman Dalam. 

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti, sementara aparat berjaga ketat di lokasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Video udara menunjukkan asap mengepul dan warga berlarian, mencerminkan kekacauan sesaat. 

BACA JUGA:PKH dan BPNT Tahap 3 Juli–September 2026 Mulai Cair, Cek Jadwal, Nominal dan Cara Cek Bansos

“Ini bukan pertama kalinya premanisme meresahkan pedagang kecil,” ujar salah seorang saksi mata yang enggan disebut namanya, saat diwawancara warga setempat. 

Kronologi Insiden Menteng dan Kebakaran

Video lain yang diunggah @netizenviral_ menceritakan perselisihan seorang pria asal Ambon dengan pedagang nasi kuning.

Dugaan enggan membayar memicu adu mulut, perusakan gerobak, hingga pengejaran massa.

Tak lama kemudian, bangunan yang diduga tempat berkumpul kelompok tersebut terbakar. 

Membara! Bentrok Dua Kelompok Warga di Matraman dan Menteng, Diduga Dipicu Penolakan Bayar Nasi Uduk

Gusti

Tri


bacakoran.co – pada minggu 26 juli 2026, jakarta pusat kembali menjadi sorotan akibat keributan yang cepat viral di media sosial.

dua kelompok warga bentrok di jalan matraman dalam setelah dugaan penolakan di warung nasi uduk disertai perusakan dagangan.

hampir bersamaan, perselisihan serupa di menteng melibatkan berujung kebakaran bangunan.

kejadian ini mencerminkan keresahan mendalam masyarakat terhadap premanisme dan ketegangan sosial di ibu kota. 

menurut video yang dibagikan @kosimatkasah pada 26 juli 2026, keributan bermula saat sekelompok pria diduga menolak membayar di warung nasi uduk dan merusak dagangan.

situasi memanas hingga dua kelompok warga bentrok di jalan matraman dalam. 

polisi masih menyelidiki penyebab pasti, sementara aparat berjaga ketat di lokasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

video udara menunjukkan asap mengepul dan warga berlarian, mencerminkan kekacauan sesaat. 

“ini bukan pertama kalinya premanisme meresahkan pedagang kecil,” ujar salah seorang saksi mata yang enggan disebut namanya, saat diwawancara warga setempat. 

kronologi insiden menteng dan kebakaran

video lain yang diunggah @netizenviral_ menceritakan perselisihan seorang pria asal ambon dengan pedagang nasi kuning.

dugaan enggan membayar memicu adu mulut, perusakan gerobak, hingga pengejaran massa.

tak lama kemudian, bangunan yang diduga tempat berkumpul kelompok tersebut terbakar. 

hingga kini, belum ada keterangan resmi lengkap dari kepolisian mengenai penyebab pasti kebakaran.

informasi masih beredar berdasarkan narasi media sosial. 

“makan kok gak mau bayar? niatnya minta atau rampok?” tulis @zeavibe dalam komentar di x. 

di matraman dan menteng, kawasan padat dengan campuran penduduk lokal dan migran, ketegangan mudah tersulut.

warga merasa “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” sering dilanggar. 

“warga timur bisa diusir di tiap tempat kalo kaya gini, malak, nagih, dll,” tulis @marufarif_18 dalam balasan komentar. 

sementara itu, “premanisme kalau dibeking sama oknum aparat ya seperti ini jadinya... wajar aja masyarakat jadi marah,” komentar @hirvansyah. 

Tag
Share