bacakoran.co

Buronan Interpol! Ini Alasan Rusia Kejar Bos Telegram Pavel Durov hingga Terancam Penjara Seumur Hidup

FSB Rusia buru pendiri Telegram Pavel Durov, didakwa bantu terorisme lewat platformnya--Tangkap Layar/entrepreneur.com

Dakwaan terbaru ini menambah panjang riwayat friksi antara Durov dan pemerintah Rusia.

Durov, yang lahir di Saint Petersburg dan kini berbasis di Dubai, sempat mengungkapkan pada awal 2026 bahwa otoritas Rusia telah membuka penyelidikan pidana terhadap dirinya.

Ia menilai langkah itu sebagai upaya membungkam kebebasan berbicara dan hak privasi pengguna.

"Mereka berusaha membungkam hak atas privasi dan kebebasan berbicara," ujar Pavel Durov.

BACA JUGA:Innalillahi, Pria di Tabanan Tewas Dikeroyok Massa Usai Dituding Mencuri Ayam Aduan, Anak Histeris di Lokasi

Pada April 2026, Durov juga mengungkap bahwa surat panggilan sebagai tersangka dengan nama "P.V. Durov" dikirim ke apartemen lamanya di Rusia, tempat yang sudah ia tinggalkan sekitar dua puluh tahun lalu.

Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari Pavel Durov maupun manajemen Telegram terkait dakwaan FSB tersebut.

Namun akun resmi Telegram di platform X sempat mengunggah foto Durov yang mengacungkan jari tengah tak lama setelah kabar dakwaan ini beredar.

Buronan Interpol! Ini Alasan Rusia Kejar Bos Telegram Pavel Durov hingga Terancam Penjara Seumur Hidup

Agung

Tri


bacakoran.co – badan keamanan federal rusia (fsb) resmi mendakwa pendiri sekaligus ceo telegram, pavel durov, atas tuduhan membantu aktivitas terorisme dan memasukkan namanya ke dalam daftar buronan internasional.

dakwaan ini diumumkan fsb pada rabu, 29 juli 2026, dan menempatkan durov dalam hingga seumur hidup jika terbukti bersalah di pengadilan rusia.

fsb menuding platform telegram membiarkan sejumlah kanal, grup obrolan, dan bot tetap beroperasi meski diklaim digunakan oleh dinas intelijen ukraina serta kelompok teroris dan ekstremis untuk merencanakan sabotase, aksi teror, pembunuhan massal hingga penipuan siber di wilayah rusia.

otoritas rusia menyebut kerugian akibat aktivitas tersebut mencapai miliaran dolar as dan menimbulkan banyak korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.

dasar hukum dakwaan

fsb menjerat durov dengan bab 1.1 pasal 205.1 kitab undang-undang hukum pidana (kuhp) rusia, yang mengatur soal bantuan terhadap aktivitas terorisme.

"kepala administrasi telegram, p durov, telah didakwa sebagai bagian dari kasus pidana yang sedang berlangsung, dia telah dimasukkan dalam daftar buronan internasional," ujar pernyataan fsb.

kuasa hukum durov, oleg zernov, menyebut pasal yang dikenakan kepada kliennya berkaitan dengan tuduhan membujuk atau merekrut seseorang untuk melakukan tindak pidana terorisme, dengan ancaman hukuman minimal delapan hingga lima belas tahun penjara, bahkan bisa sampai seumur hidup.

kasus chatbot kencan leomatch

penyelidikan fsb turut menyoroti sebuah layanan chatbot kencan di telegram bernama leomatch, yang menurut otoritas rusia dimanfaatkan dinas keamanan ukraina untuk mendekati pemuda rusia lewat hubungan romantis palsu di dunia maya.

sepanjang juli 2026, aparat rusia menahan 46 warga di 16 wilayah yang diduga terjerat modus tersebut.

fsb mengklaim para agen sebagai perempuan, lalu mengarahkan target ke lokasi tertentu seperti pusat perbelanjaan atau area dekat fasilitas penting, dengan iming-iming tiket bioskop, konser, atau hadiah melalui tautan phishing.

sebagian target disebut kemudian diarahkan untuk menyerang petugas penegak hukum maupun melakukan pembakaran fasilitas publik. klaim ini sepenuhnya berasal dari pernyataan resmi fsb dan belum diuji secara independen.

dakwaan terbaru ini menambah panjang riwayat friksi antara durov dan pemerintah rusia.

durov, yang lahir di saint petersburg dan kini berbasis di dubai, sempat mengungkapkan pada awal 2026 bahwa otoritas rusia telah membuka penyelidikan pidana terhadap dirinya.

ia menilai langkah itu sebagai upaya membungkam kebebasan berbicara dan hak privasi pengguna.

"mereka berusaha membungkam hak atas privasi dan kebebasan berbicara," ujar pavel durov.

pada april 2026, durov juga mengungkap bahwa surat panggilan sebagai tersangka dengan nama "p.v. durov" dikirim ke apartemen lamanya di rusia, tempat yang sudah ia tinggalkan sekitar dua puluh tahun lalu.

hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari pavel durov maupun manajemen telegram terkait dakwaan fsb tersebut.

namun akun resmi telegram di platform x sempat mengunggah foto durov yang mengacungkan jari tengah tak lama setelah kabar dakwaan ini beredar.

Tag
Share