Peternak Ayam Kalteng Merugi Ratusan Juta Akibat Listrik Padam, Ancaman Demo Besar di Kantor PLN
Demo peternak ayam Palangka Raya di kantor PLN UP3 memprotes pemadaman listrik bergilir yang menyebabkan ribuan ayam mati --Twitter
BACAKORAN.CO – Ratusan bangkai ayam berserakan di halaman Kantor PLN UP3 Palangka Raya pada 29 Juli 2026.
Aksi ini bukan sekadar protes biasa, melainkan jeritan peternak yang kehilangan modal jutaan hingga miliaran rupiah akibat pemadaman listrik bergilir yang berulang.
Dalam video yang viral, peternak dan aktivis Gerakan Palangkaraya Gelap (GPG) menumpahkan muatan truk pikap berisi bangkai ayam sebagai simbol kerugian nyata.
“Napas ayam kami ada pada listrik,” ujar Satrio, perwakilan peternak ayam, dengan suara bergetar.
Kronologi Demonstrasi Peternak Ayam Palangka Raya
Aksi damai berlangsung pada 28-29 Juli 2026 di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Jalan Ahmad Yani.
Massa dari Aliansi Gerakan Palangkaraya Gelap (GPG) membawa ratusan hingga ribuan bangkai ayam menggunakan mobil pikap.
Sebagian bangkai ditumpahkan di halaman kantor dan bahkan dilempar sebagai bentuk ekspresi kekecewaan.
BACA JUGA:39 Siswa SD di Sukabumi Diduga Keracunan Usai Minum Susu MBG Kedaluwarsa, Ini Kronologinya
Mereka juga memasang spanduk “Kado untuk PLN” dan “PLN, Peternak Lagi Nangis”, serta menyegel gerbang kantor. Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat keamanan.
Sebagaimana dikutip dari akun X @profesor_saham pada 29 Juli 2026, demonstrasi ini menyoroti bagaimana pemadaman listrik menyebabkan supply ayam berkurang dan harga di pasar naik, mengancam cita-cita swasembada pangan.
Mayoritas peternakan ayam modern di Palangka Raya menggunakan sistem closed house atau kandang tertutup.
Sistem ini mengandalkan listrik untuk:
Sirkulasi udara ( exhaust fan dan inlet )