Peternak Ayam Kalteng Merugi Ratusan Juta Akibat Listrik Padam, Ancaman Demo Besar di Kantor PLN
Demo peternak ayam Palangka Raya di kantor PLN UP3 memprotes pemadaman listrik bergilir yang menyebabkan ribuan ayam mati --Twitter
Pendingin udara
Pencahayaan dan otomatisasi pakan/air
BACA JUGA:5 Keunggulan Kebijakan Baru PPG 2026: Bikin Sertifikasi Guru Lebih Transparan dan Cepat
Saat listrik padam mendadak, suplai oksigen berhenti.
Ayam broiler yang padat di kandang rentan mati karena heat stress dan kekurangan oksigen dalam waktu singkat.
“Sekitar 400 ekor ayam mati di peternakan saya. Kalau genset rusak karena overwork, ribuan ekor bisa mati sekaligus," ujar Satrio, peternak ayam.
Ketua Pinsar Kalteng, Andi Bustan, menambahkan bahwa pemadaman hanya lima menit saja bisa menyebabkan kematian hingga 20.000 ekor di satu kandang berisi 40.000 ekor, dengan kerugian potensial Rp120 juta per kejadian.
Tuntutan Peternak dan Pinsar Kalteng
Para demonstran menuntut:
Penghentian pemadaman bergilir atau jadwal yang jelas dan pemberitahuan dini (minimal 2-3 hari sebelumnya).
Kompensasi kerugian bagi peternak yang terdampak.
Peningkatan kapasitas dan keandalan infrastruktur listrik di Kalteng.
Pemetaan lokasi peternakan berisiko tinggi untuk komunikasi langsung.
BACA JUGA:OJK dan Pemprov Sumsel Perkuat Program 100.000 Sultan Muda
Andi Bustan dari Pinsar Kalteng menekankan perlunya pemberitahuan khusus, bukan hanya pengumuman umum, karena pekerja kandang sering berada di lokasi terpencil dengan sinyal lemah.